![]() |
Kegembiraan tim MCOU Unifil ketika aku berhasil meraih medali Perak |
Dalam rangka menggalang kerjasama dan
persahabatan seluruh kontingen yang terdiri dari 35 negara, United Nations
Interim Force In Lebanon (Unifil) yang merupakan kepanjangan tangan Dewan
Keamanan PBB dalam melaksanakan tugas “peace keeping” di negara yang tengah
dilanda konflik dengan Israel ini, menyelenggarakan beberapa event olah raga
yang digelar secara rutin setiap tahunnya. Beberapa cabang olah raga yang
digelar antara lain menembak, tarik tambang, tenis meja, volley ball, futsal,
basket, bulutangkis, tenis lapangan dan lainnya. Peserta event tahunan ini
terdiri dari perwakilan seluruh kontingen yang ada ditambah civilian yang
dipekerjakan PBB untuk membantu tugas-tugas Unifil.
Melihat banyaknya kontingen yang
berkontribusi dan jumlah personel yang mencapai puluhan ribu personel dari 35
negara, event olah raga ini pada akhirnya menjadi sesuatu yang sangat
“prestisius” dan selalu menjadi rebutan bagi seluruh kontingen yang terlibat di
dalamnya. Semua kontingen/ negara mengharapkan menjadi yang terbaik, sehingga
dalam pelaksanaannya terjadi persaingan yang sangat ketat demi “gengsi” negara/
kontingen masing-masing.
Dari beberapa event olah raga yang digelar
Unifil ini, aku gambarkan salah satu cabang olah raga di mana aku sendiri
termasuk salah satu personel yang terlibat di dalamnya, yakni cabang olah raga
bulutangkis atau badminton. Pertandingan cabang olah raga ini digelar Unifil dengan
panitia penyelenggara dari Force Headquarter Support Unit (FHQSU) pada 20- 25
Juni 2013 lalu di Unifil Rub Hall, Naqoura, South Lebanon.
![]() |
Mempertaruhkan gengsi Kontingen |
Untuk tahun 2013 ini, pesertanya mencapai 16
kontingen terdiri dari Kontingen Indonesia Batalyon (Indobatt), Malaysia
Batalyon (Malbatt), Nepal Batalyon (Nepbatt), Indian Batalyon (Indbatt), China
Batalyon (Chinbatt), Korea Batalyon (Rokbatt), Irlandia Batalton
(Irishfinbatt), Indonesian Force Protection Company (IndoFPC), FHQSU, Indian
Hospital, Indonesian Military Police (IndoMP), Belarusia, FCR, civilan dan
Military Community Outreach Unit (MCOU). Kategori yang dipertandingkan meliputi
Tunggal dan Ganda Putra/Putri, Ganda Campuran serta Tunggal dan ganda putra 45
tahun ke atas. Setiap kontingen berhak mengirimkan dua tunggal putra dan maksimal
4 ganda putra, 2 tunggal dan ganda putri serta ganda campuran. Sistem
pertandingan dan penilaian mengikuti aturan IBF dengan reli point. Waktu
pertandingan pukul 09.00-12.00 Am untuk sesi pertama dan pukul 02.00-06.00 PM
untuk sesi kedua dengan menggunakan 4 lapangan yang tersedia di Rubb Hall Unifil.
Berada di “Grup Neraka”
Dalam mengikuti “Open Tournament” bulutangkis
yang digelar Unifil tersebut, aku tergabung dalam kontingen MCOU. Dibandingkan
dengan kontingen lain yang cukup besar jumlahnya seperti dari batalyon yang
rata-rata jumlahnya mencapai 850 personel semisal Indobatt, Malbatt dll,
kontingen MCOU ini termasuk “anak bawang” dengan jumlah personel sebanyak 24
orang (gabungan Indonesia dan Italia). Dengan jumlah personel yang minim ini,
maka praktis tidak banyak pilihan dalam menyusun formasi tim yang akan
diikutkan dalam turnamen tersebut.
![]() |
Tim kecil MCOU Unifil |
Setelah melakukan latihan ringan seminggu
sebelum pelaksanaan pertandingan, akhirnya terbentuk tim kecil MCOU terdiri
dari 5 personel (semuanya dari Indonesia) yakni Major Roy Fakhrul Rozi
(merangkap Kapten Tim), Capt Purwoko, 2nd Sgt Suprapto dan aku
sendiri CSgt M. Syafrudin, SH, MH serta 1st Sgt Wahidin Sutanto
sebagai ofisial. Tim kecil ini terbagi menjadi dua tunggal dan dua ganda putra.
Major Fakhrul Tunggal Pertama, aku tunggal kedua. Sedangkan untuk ganda putra
aku berpasangan dengan Major Fakhrul dan
Capt Purwoko berpasangan dengan 2nd
Sgt Suprapto.
Dari hasil Technical Meeting yang digelar
pada 18 Juni 2013, MCOU masuk dalam “Grup Neraka” di mana tim-tim yang akan
dihadapi cukup berat yakni dari Korea dan Malaysia di babak awal serta dari
kontingen Indonesia lainnya di babak selanjutnya seperti dari FHQSU, IndoMP dan
Indobatt yang jelas merupakan tim-tim berat dan langganan juara.
![]() |
Capt Purwoko dan Sgt Suprapto saat pertandingan |
Pada tanggal 20 Juni 2013 tepat pukul 09.00
AM, turnamen terbuka bulutangkis pun dibuka oleh Komandan FHQSU Kolonel Inf
Karmin Suharma. Sesuai jadwal, pada babak awal, kami harus menghadapi tim berat
Korea (Rokbatt) untuk seluruh kategori yang kami ikuti. Namun hingga siang,
lawan kami dari Korea tak kunjung datang. Informasi dari Panitia, tim Korea
“mengundurkan diri” karena sedang mempersiapkan “Medal Parade”. Akhirnya
panitia pun menyatakan tim MCOU menang WO melawan tim Korea. Akan tetapi pada
pertandingan sesi kedua yang dilaksanakan usai makan siang, tim ganda putra
kami diminta untuk menghadapi tim FCR (Perancis). Kami pun menurut dan itu
dilayani dengan baik oleh ganda putra kedua kami. Capt Purwoko berpasangan
dengan 2nd Sgt Suprapto mampu
menang mudah melawan FCR.
Esoknya, sesuai dengan hasil technical
meeting, kami harus menghadapi tim kuat Malaysia yang pada babak awal
mengalahkan dengan mudah tim FCR. Pada pertandingan ini aku yang tergabung dalam
Grup B diturunkan pertama kali melawan tunggal pertama andalan Malaysia.
Alhamdulillah dengan bekal latihan rutin selama bergabung dengan “PB Baros” di
kawasan Karang Tengah, Jakarta Selatan, aku berhasil menang mudah straight set
dengan skor 21-14 dan 21-11. Sayang, keberhasilanku tidak diikuti rekanku di
mana Major Fakhrul yang berada di Grup A harus mengakui keunggulan tunggal
putra Malaysia.
![]() |
Saat menang lawan Malaysia |
Di sektor Ganda Grup A yang dipertandingkan
pada 22 Juni 2013, aku yang berpasangan dengan Major Fakhrul pun harus mengakui
ketangguhan ganda putra Malaysia melalui pertandingan yang cukup alot dengan
rubber set. Demikian pula ganda putra MCOU lainnya yang berada di Grup B, Capt
Purwoko yang berpasangan dengan 2nd
Sgt Suprapto harus mengakui keunggulan ganda putra Malaysia dengan dua set
langsung.
Pada tanggal 23 Juni 2013, aku sebagai
satu-satunya personel yang tersisa dari MCOU, dalam pertandingan semifinal Grup
B harus menghadapi rekan dari
Indonesia yakni tunggal putera andalan FHQSU
Serka Saniyo yang terkenal dengan smash kencangnya. Serka yang satu ini pada
babak perempat final berhasil mematahkan perlawanan tunggal pertama Indobatt.
Saat pertandingan, aku yang sudah mengetahui ciri permainannya berhasil meredam
kegarangannya di lapangan dengan menang dua set langsung 21-17 dan 21-16. Aku
pun melenggang ke final grup yang akan digelar esok harinya. Lawan di final grup
B sudah menanti, Praka Desta Arianto dari IndoFPC yang pada pertandingan
sebelumnya telah mengalahkan andalan China.
![]() |
Dukungan dari rekan kerja Italia |
![]() |
Mengalahkan CPvt Desta di final Grup B |
Esok harinya, pada 24 Juni 2013, aku pun
melakoni pertandingan final Grup B. Dukungan rekan-rekan MCOU termasuk Chief
PDMC, Of1 Sara Mariani dari pinggir lapangan membuat semangatku bertambah untuk
bisa memenangkan pertandingan. Pada babak pertama, aku sempat kewalahan
meladeni permainan Praka Desta yang mengandalkan kecepatan dan smash-smash
tajam. Namun berkat pengalaman selama latihan, akhirnya aku bisa menutup set
pertama dengan skor 21-19. Sedangkan di babak kedua, aku berhasil mengendalikan
permainan dan berhasil menutup game kedua dengan skor 21-9. Aku pun lolos
menjadi juara Grup B.
Raih Medali Perak
Sebagai Juara Grup B maka di babak Final aku
harus menghadapi Juara Grup A untuk kategori tunggal putra. Di babak bergengsi
ini, aku harus menghadapi andalan tunggal putera IndoFPC lainnya yakni Captain
Hariadi Ramdani. Pada pertandingan sebelumnya, sang Kapten ini berhasil
mengalahkan andalan tunggal putera Indobatt Koptu Yan Talomanake dengan dua set
langsung.
Menghadapi partai bergensi ini, sebenarnya
aku pesimis bisa memenangkan pertandingan. Bukan karena aku “takut” sebelum
bertanding, melainkan karena aku tahu persis tipe dan karakter permainan calon
musuhku ini. Sebagai pemain bekas jebolan klub profesional Jayaraya, teknik
pukulan sang Kapten ini cukup lengkap, smash, dropshot, backhand/forehand dan
fisiknya yang mendukung, membuat aku sendiri dan juga sebagian rekan
memprediksi aku akan sulit memenangkan pertandingan final nanti. Apalagi
kebetulan aku dan timnya sering latihan bersama, bahkan sering berlatih tunggal
bersama di mana aku memang sulit untuk mengalahkannya. Meski di atas kertas aku
“kalah” namun aku bertekad untuk berupaya menyingkirkannya dan meraih yang
terbaik di kategori tunggal putra.
![]() |
Memperebutkan Medali Emas |
Pertandingan yang ditunggu-tunggu pun
terlaksana pada esok paginya, Selasa, 25 Juni 2013. Aku turun ke lapangan
dengan menggunakan seragam kontingen Indonesia, Merah dan hitam. Rekan-rekan
dari MCOU yang tidak ada kegiatan “outreach mission” pun turut hadir termasuk
MCOU Commander dari Italia Letcol Gerald Murra. Mereka hadir untuk mendukung
dan memberi semangat kepadaku yang merupakan satu-satunya wakil dari MCOU yang
tersisa dalam turnamen ini.
![]() |
Pemain Malaysia yang mendukungku |
![]() |
Usai penyerahan sertifikat Juara |
Dengan dukungan rekan-rekan MCOU dan sebagian
dari pemain Malaysia yang dari awal tertarik dengan permainanku, aku pun mulai
melakoni pertandingan final di sektor tunggal putra ini. Di set pertama, aku
berhasil mengimbangi permainan Captain Ramdani, dengan angka yang tidak terpaut
jauh, 1-0, 1-1, 2-1, 2-2, 3-2, 3-3, 4-4, 6-6, dan seterusnya.. Aku mulai
sedikit optimis untuk bisa mengalahkannya. Akan tetapi usai papan skor
menunjukkan angka 10-10, aku mulai sedikit goyah dengan staminaku yang mulai “anjlok”
(maklum usiaku terpaut jauh, 10 tahun). Aku mulai terpengaruh dengan gaya
permainannya yang mengandalkan skill dan juga teknik untuk menguras tenaga
lawan. Akhirnya di set pertama ini, aku menyerah dengan skor 21-14 untuk
kemenangan lawan.
Di babak kedua, aku tidak bisa mengembangkan
permainanku sendiri. Permainanku mudah dibaca lawan. Arahan dari ofisialku, 1st
Sgt Wahidin Sutanto yang mengharapkan aku harus ini-itu untuk mematikan
permainan lawan, agak sulit diterapkan di lapangan. Kemanapun bola yang aku
arahkan lewat smash tajam kanan-kiri, reli panjang, dropshot menyilang, hingga
permainan netku tidak bisa membuahkan hasil karena berhasil
dipatahkan oleh
pemain andalan IndoFPC ini. Belum lagi staminaku yang menurun drastis.
Akhirnya, aku pun menyerah di set kedua ini dengan hanya mengumpulkan 9 point
dari 21 point penentu kemenangan.
![]() |
Ucapan selamat dari Komandan Indobatt |
Dengan kekalahan tersebut akhirnya aku hanya
bisa meraih Medali Perak (Silver Medal) untuk kategori Tunggal Putra Turnamen
Bulutangkis Unifil 2013. Bagiku, hasil tersebut sudah cukup luar biasa dan
patut aku syukuri serta menjadi moment terindah pada pertengahan misi penugasanku
di Lebanon.
Indonesia Juara Umum
Dari hasil perhelatan turnamen bulutangkis
Unifil 2013 yang ditutup secara resmi oleh Komandan Indobatt Letkol Lucky
Avianto (mewakili Komandan FHQSU) tersebut, diperoleh fakta bahwa pemain
Indonesia yang tergabung dalam beberapa Satgas berhasil mendominasi di hampir
seluruh kategori yang dipertandingkan. Bila di tunggal putera terjadi all
indonesia final, di sektor lainnya seperti ganda putera pun terjadi all Indonesia
Final. Dari tujuh emas yang diperebutkan (dari tujuh kategori yang
dipertandingkan), Indonesia berhasil menyabet 4 Medali Emas, 5 perak dan 5 perunggu.
![]() |
Foto bersama kontingen Indonesia yang berhasil meraih Juara Umum |
Hasil selengkapnya dari turnamen ini adalah
untuk tunggal putra, Juara I Captain Hariadi Ramdani (IndoFPC), Juara II CSgt
M.Syafrudin, SH, MH (MCOU) dan Juara III 1st Cpl Yan Talomanake
(Indobatt). Ganda Putra, Juara I Capt
Hariadi Ramdani/ CPvt Desta Arianto (IndoFPC), Juara II CSgt Lilik Agus R/ CPvt
Priyono (IndoFPC) dan Juara III Maj Abdullah/ Cpl Mohd Redzuan (Malbatt).
Tunggal Putri, Juara I Cne Landini
(FCR), Juara II Maj Riana Dewi (Indobatt) dan Juara III CSgt Jatmikowati
(Indobatt). Ganda Putri, Juara I 1st Sgt Titin Mulyati/ 2nd
Sgt Fitri Ayundari (IndoMP), Juara II Snr Srgn Maria C/ Snr Srgn Olesya E
(Belarus) dan Juara III Maj Riana Dewi/ 1st Sgt Darmaliyanti
(Indobatt). Ganda Campuran, Juara I 2nd Sgt Fitri Ayundari/ 1st
Cpl Suhardi (IndoMP), Juara II 1st Sgt Nicky N./ 1st Cpl
Yan Talomanake (Indobatt) dan Juara III Maj Abdullah/ .. (Malbatt). Tunggal
Putra di atas 45 tahun, Juara I Maj Abdullah (Malbatt), Juara II Manoj
Bhatnagar (Civilian) dan Juara III Capt Januddin (Indobatt). Untuk Ganda Putra
di atas 45 tahun, Juara I Manoj Bhatnagar/ Modabber (Civilian), Juara II Maj
Sri Depranoto/ WO Tustanto (Indobatt) dan Juara III Capt Janudin/ CSgt Didik
Arif Rusdi (Indobatt). Sedangkan untuk The Best Player putra pada turnamen bergengsi ini jatuh pada Captain Hariadi Ramdani (IndoFPC) yang berhasil menggondol dua emas, Cne Landini (FCR) untuk putri dan Maj Abdullah (Malbatt) untuk kategori di atas 45 tahun.
***















