![]() |
| Sara (tengah) dalam sebuah poster yang tertempel di dinding kantorku |
Seperti pernah diulas dalam catatan-catatan sebelumnya, dalam misi
penugasan PBB di Lebanon, aku dan 17 orang rekan prajurit TNI lainnya tergabung
dalam salah satu unit kecil Unifil
(United Nations Interim Force In Lebanon) yang dikenal dengan sebutan Military
Community Outreach Unit (MCOU). Secara umum tugas tim kecil ini adalah
melakukan “outreach” atau pendekatan dengan masyarakat yang dilakukan secara
“face to face” atau “tatap muka" dengan pemuka masyarakat (local leader
atau local people).
Saat ini, personel MCOU terdiri dari gabungan tiga
Negara, yakni Indonesia dengan 18 personel, Italia 6 personel dan 6 personel
civilian Lebanon yang bertugas sebagai Language Assistant. Personel gabungan
tiga Negara ini bahu membahu, bekerjasama dengan baik dalam melaksanakan
tugas-tugas MCOU sesuai dengan yang digariskan pihak Komando Unifil.
Khusus untuk masa penugasan, seperti halnya Satgas
yang berada di bawah bendera “Indonesia Contingent”, personel MCOU menjalani
penugasan selama 1 tahun. Sedangkan untuk rekan-rekan kerja dari Italia, masa
penugasan mereka hanya berkisar 6 bulan untuk satu periode penugasan serta
untuk rekan kerja LA dari Lebanon disesuaikan dengan kontrak kerja mereka dengan
Unifil.
Dengan rotasi penugasan yang berbeda ini maka dalam
satu periode penugasan, aku dan rekan-rekan MCOU dari Indonesia akan bertemu
dan bekerjasama dengan tiga tim Italia yang berbeda. Dan saat ini memasuki
bulan ke-9 penugasan kami di MCOU Unifil, kami telah bekerjasama dengan dua tim
Italia yang berbeda. Pertama, bekerjasama dengan tim Italia di bawah komando
Major Antonio Caragnano dan sekarang yang kedua dengan Komando Letkol Gabriel
Murra. Sedangkan pada Nopember 2013 mendatang, direncanakan kami akan
bekerjasama dengan tim Italia yang ketiga.
![]() |
| Foto bersama PDMC Section (Sara duduk kedua dari kanan) |
Khusus untuk Product Development & Media Centre
(PDMC) Section, salah satu unit di dalam MCOU, di mana aku dan empat orang
rekanku bertugas, masa penugasan rekan kerja dari Italia yang menjadi Chief kami
atau PDMC Chief sedikit berbeda dengan personel Italia lainnya. Bila lima personel
Italia lainnya yang umumnya dikirim dari Esercito (Angkatan Darat Italia)
Resimen 28 Pesaro, Italia masa penugasan mereka 6 bulan, akan tetapi khusus
PDMC Chief ini sedikit bervariasi, ada yang lima bulan dan ada pula yang empat
bulan. Untuk PDMC Chief yang pertama kami temui Major Pier Paolo De Salvo, masa
penugasanya lima bulan, yang kedua OF1 Sara Mariani empat bulan dan saat ini
PDMC Chief yang ketiga, OF1 Rosaria Talarico direncanakan empat bulan penugasan
dan bekerjasama dengan kami di PDMC Section.
![]() |
| OF1 Sara Mariani |
Perbedaan masa penugasan personel Italia yang
mengisi jabatan PDM Chief ini dimungkinkan karena spesialisasi tugas yang harus
dijalankan di seksi ini sehingga dibutuhkan orang-orang yang profesional dengan
sistem kontrak kerja yang terbatas. Dan Italia mendapatkan orang-orang ini dari
masyarakat umum yang berkompeten di bidangnya yakni orang yang profesional (biasanya
dari kalangan akademisi atau sarjana) yang selanjutnya direkrut oleh The
Italian Army untuk mengisi jabatan penting di sejumlah misi penugasan mereka,
termasuk di Lebanon. Para profesional yang umumnya diterima melalui seleksi ini
akan menjalani “kontrak kerja” dengan pemerintah Italia, dalam hal ini untuk bergabung
dengan The Italian Army, yang kemudian dianugerahi “pangkat sementara” sesuai
dengan latar belakang pendidikan dan kebutuhan jabatan. Mereka ini dikenal
dengan sebutan “Reserve” atau “tentara cadangan”. Pada Umumnya, setelah kontrak
kerja habis dan kembali ke negaranya, maka mereka pun akan menanggalkan pangkat
dan jabatan serta baju dinasnya. Dan personel inilah yang mengisi jabatan PDMC
Chief di MCOU yang juga menjadi atasan langsung aku dan empat orang rekanku.
Selamat Jalan Sara
Sara Mariani dengan pangkat Officer 1 (2nd
Liuteunant) atau di Indonesia Letnan Dua merupakan Chief PDMC kedua yang
bekerjasama dengan kami di PDMC MCOU menggantikan PDMC Chief sebelumnya Major
Pier Paolo De Salvo.
Pada April 2013 lalu, pertama kali rekan kerja
Italia khususnya Major Paolo menginformasikan bahwa penggantinya seorang wanita
cantik bernama Sara Mariani. Aku dan rekanku dari Indonesia tadinya sedikit
kaget dengan nama tersebut, Sara Mariani!.
“ Kok seperti nama Indonesia yach! “ kata rekanku 2nd CPL
Agus Hariyanto yang terkenal dengan sebutan “Ambon”. Setali tiga uang, aku juga
berpikiran sama,” Betul juga Sara Mariani, seperti nama Indonesia. Bedanya
mungkin kalau di Indonesia, Sara menjadi Sarah dan Mariani menjadi Mariyani,
sehingga lengkapnya Sarah Mariyani” demikian aku berpikir.
![]() |
| Senyum Sara bersama anak-anak Lebanon |
Selama bergabung dengan kami, di sela-sela waktu
senggang, aku dan juga rekanku sering berdiskusi ringan “ngalor ngidul”
dengannya. Mulai dari “share” tentang masalah pengalaman pribadi, keluarga,
budaya, hingga makanan khas Negara masing-masing, Indonesia maupun Italia. Dari
cerita ini, kami terutama aku, sedikit banyak mengetahui tentang OF 1 Sara
Mariani. Ia merupakan anak tunggal dari
keluarga yang cukup berada yang lahir di Spoleto, Italia. Sebelum menjadi “reserve”
di Italian Army, ia bekerja di sebuah perusahaan asing yang cukup
terkenal. Bahkan ia juga mengaku, di
tahun sebelumnya, pernah mengenyam penugasan di Negara yang sama yakni,
Lebanon, bergabung dengan Markas Unifil
Sector West di Shama, South Lebanon.
![]() |
| "Sangat enjoy bekerjasama dengan tentara Indonesia!" |
Berbicara
tentang kepandaiannya, jangan ditanya, pengetahuan umum dan pengalamannya
tentang beberapa hal termasuk dunia militer cukup luas. Maklum saja, ia
pemegang dua master di dua perguruan tinggi yang berbeda di Italia. “ Salah
satunya master International Relations and
Diplomacy dari University of Bologna” katanya kepadaku ketika suatu saat kami
duduk satu mobil dalam perjalanan ke sebuah sekolah yang menjadi lokasi School
Engagement MCOU Unifil.
Keramahannya juga membuat kami terasa “nyaman” dan
enak serta bertambah semangat dan melaksanakan tugas sehari-hari. Ia tidak
pernah marah dan tersinggung apabila “diledekin” rekan-rekanku yang terkadang
sedikit “konyol” dengan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, campuran
Inggris-Indonesia atau bahasa Inggris murni yang terputus-putus atau “terbata-bata”. Semuanya ditanggapi
dengan mimiknya yang lucu dengan senyum kecilnya yang manis. Ia mengaku merasa
sangat “enjoy” dan senang bergabung dengan kami di PDMC Section.
![]() |
| Sara (tengah) dalam kegiatan Engagement School |
Keakraban kami di PDMC sebenarnya sedikit terganggu
dengan adanya niat dari MCOU Chief Officer yang ingin “menukar” posisi OF1 Sara
Mariani dari PDMC ke Chief TAA/TE (Target Audience Analysis/ Target
Evaluation), seksi lain di unit MCOU Unifil. Alasannya sederhana, ia lebih
dibutuhkan di pos tersebut dengan pertimbangan, kemampuan bahasa Inggrisnya
yang sempurna. Akan tetapi niat ini tidak disetujuinya. Kami pun mendukungnya,
“ Lebih baik ibu di sini saja. Kami lebih nyaman dan enak bekerjasama dengan
ibu” demikian kata salah seorang rekanku ketika suatu saat ia meminta pendapat
kepada kami tentang niat MCOU-CO tersebut. Dan akhirnya ini terkabul, ia tidak
jadi bergeser ke pos lain selain di tempat kami.
Tak terasa empat bulan berlalu dengan cepat. Bulan
Agustus pun tiba. Dan kami terpaksa harus berpisah. Ia harus kembali ke
negaranya karena “kontraknya” habis dan untuk selanjutnya digantikan dengan
seniornya 1st Liuteunant (OF1) Rosaria Talarico (seorang jurnalis
kawakan dari harian La Stampa Italia yang juga bergabung dengan Italian Army
dan juga memiliki pengalaman jurnalis di Lebanon).
![]() |
| Sara bersamaku dalam acara MCOU Party Night |
E scorrono nella mia mente sprazzi di vita, in
questo momento dell'addio. Ricordi di tempi passati. Ricordi di te, che avrai
per sempre un posto nel nostro cuore. Complimenti Sarah, e sicuro perseguire
i sogni che avete vi aspirava obiettivi.
Saluti alla famiglia, e non dimenticate che c'è
una possibilità, venite a Indonesia.
***







Non essere triste...
ReplyDeletePotrebbero essere tutti insieme ancora una volta, se dio vuole aamiin...