Sunday, December 30, 2012

Catatan ke-1 : Berangkat ke Lebanon


Pemberangkatan Sorti pertama Kontingen Garuda ke Lebanon dari Halim PK, Jakarta



 Catatan Kecil Dari Lebanon “ ini aku awali dari catatan awal keberangkatanku  ke Lebanon. Seperti diketahui aku adalah salah satu dari sekitar 1200 personel TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda yang ditugaskan ke Lebanon dalam misi United Nations Interim Force In Lebanon (Unifil) 2012-2013. Aku tergabung dalam unit kecil berjumlah 18 personel TNI yang dikenal dengan Satgas Military Community Outrech Unit (MCOU) XXX-C. Dari 18 personel TNI ini 15 orang adalah dari TNI AD, 2 personel TNI AL (termasuk aku dari Korps Marinir TNI AL) dan 1 orang dari Paskhas TNI AU.  MCOU ini bertugas merencanakan dan melaksanakan tugas pendekatan kepada masyarakat secara face to face (bertatap muka) dengan didukung media lain yang telah ditentukan Unifil.

Salah satu kegiatan di MA
Sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan, kami “dikarantina” selama kurang lebih 1 bulan di Marshalling Area (MA), kawasan Halim, Jakarta. Di areal yang menjadi “daerah persiapan” bagi setiap pergerakan pasukan yang menggunakan pesawat ini, kami mendapatkan puluhan perlengkapan yang sebagian diantaranya bagi kami merupakan perlengkapan yang relatif baru kami kenal. Ada dua stel pakaian doreng gurun dengan kualitas yang cukup bagus dan model jahitan yang berbeda dengan doreng TNI pada umumnya. Ada juga jaket doreng dengan corak gurun yang cukup tebal yang kalau dipakai membuat badan kami bertambah “mekar” karena tebalnya. Ada pula 3 stel long jhon (baju ketat yang sering dipakai ibu-ibu untuk"daleman" baju muslim) yang kalau dipakai persis Hanoman,  tokoh kera dalam cerita pewayangan. Demikian pula untuk tutup kepala, kami mendapatkan topi bulu tebal mirip topi bulu tentara mongol ditambah dengan “kerpus” ala ninja. Untuk perlengkapan sehari-hari lainnya, kami juga dibekali dengan “lips gloss” (mirip “lipstik” untuk pemanis bibir wanita) untuk mengantisipasi bibir kami yang pecah-pecah. Sesuai dengan informasi yang aku terima, bekal sebagian peralatan ini adalah untuk menjaga kesiapan dan kebugaran pasukan Garuda Indonesia dalam menghadapi kondisi wilayah penugasan yang kebetulan sudah mulai memasuki musim dingin (winter).

Selain menyiapkan sejumlah peralatan yang akan kami bawa ke daerah pnugasan, di Marshalling Area ini juga kami tetap menyiapkan beberapa keperluan lain yang berkaitan dengan lingkup penugasan kami di Lebanon. Selain itu sembari menunggu jadwal keberangkatan, kami tetap tidak lupa untuk melaksanakan kegiatan pokok yang telah ditetapkan komando atas termasuk mengingat-ingat kembali materi yang telah kami dapatkan ketika berada di PDT (Pre Deployment Training) di  markas PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Dunia) TNI, kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Waktu tunggu di MA yang terkesan "membosankan"
Setelah beberapa minggu di MA, kami merasa “waktu tunggu”  pemberangkatan pasukan, bagi kami serasa “membosankan dan menjenuhkan”, apalagi karena informasi jadwal penerbangan yang tidak menentu, “sering diundur”. Untung kebosanan itu sedikit mencair setelah “gaji pertama” (uang saku bulan pertama penugasan luar negeri) cair sehingga sebagian anggota dapat lebih mempersiapkan peralatan pribadi yang belum sempat “dibeli” untuk bekal di daerah penugasan seperti beli Laptop untuk main chat video/ skype dengan keluarga di Indonesia, hingga beli bumbu-bumbu dapur untuk mengantisipasi masakan di Lebanon yang katanya hambar atau “kurang bumbu”.

Setelah menikmati “ suka duka” tinggal di MA dari tanggal 9 Nopember 2012, pada 30 Nopember 2012, chalk (sorti) pertama penerbangan akhirnya diberangkatkan dari Halim Perdana Kusuma Jakarta. Aku termasuk 9 orang dari Satgas kami yang masuk dalam sorti pertama ini. Sedangkan sisanya tergabung dalam sorti ketiga.

 

Malaikat Kecilku

Vio (3,5), malaikat kecilku
Hari keberangkatan kami pada 30 Nopember 2012 pukul 14.00 WIB, disambut gembira oleh rekan-rekan kami, karena “hari membosankan dan menjenuhkan” telah berakhir. Kegembiraan ini juga aku sambut dengan suka cita. Namun kegembiraan ini aku tunjukkan sepintas, karena betapa tidak, saat hari keberangkatan, malaikat kecilku (Vio Sandya Yoghama, anak ke-2/ 3,5 th) tergolek lemah di atas sprei putih Rumah Sakit Marinir Cilandak, Jakarta. Menurut dokter yang menangani, dari hasil cek darah di laboratorium, leukositnya naik. “ Kemungkinan ada luka dalam saluran pencernaannya “ demikian kata dokter jaga yang pertama menangani malaikat kecilku saat pertama kali dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Meski “tak tega” meninggalkan malaikat kecilku yang selalu menjadi pelita hatiku tergolek lemah, tak berdaya di rumah sakit, namun dengan mengucap “bismillahirokhman nirokhim” akhirnya kaki ini melangkah pula dengan sedikit terseok-seok menaiki tangga pesawat Air Bus A330-200 milik Jordan Aviation yang akan membawa kami dari Indonesia ke Lebanon. Saat "burung besi"  lepas landas, aku berdoa, “ Ya Allah, sembuhkan penyakit malaikat kecilku, dan berilah kami keselamatan saat mengikuti penerbangan Jakarta- Lebanon”. Usai berdoa, hatiku sedikit tenang dan lega. Aku juga sangat berterima kasih kepada para dokter Rumah Sakit Marinir Cilandak yang menenangkan hati, “ Jangan khawatir pak, silahkan bapak berangkat tugas ke Lebanon, percayakan anak bapak dalam perawatan kami”. Terima kasih yang Allah!. 
(Catatan: beberapa hari setelah tiba di daerah penugasan, Vio akhirnya sembuh dan bisa keluar dari Rumah Sakit Marinir CIlandak)
                                                                ***

18 comments:

  1. Selamat bertugas pak. Jangan khawatir Allah Maha mengetahui sehingga akan selalu menjaga keselamatan keluarga di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. blog ini menarik bagi kami satgas cimic yg saat ini sdg pratugas...mas bro jam berapa biasa on line please contact me skype syamsul.bahri95.......we wait u....

    ReplyDelete
  3. randu mas, ini habis cuti jadi sebulan off dulu, sekarang baru mulai tengok2 lagi. Biasa OL habis pulang kerja jam 6-11 malam waktu lebanon (indonesia pukul 22.00-03.00 WIB). tks. salam tuk rekan2 di Indonesia

    ReplyDelete
  4. Saya bisa merasakan betapa rindunya Anda dengan keluarga Anda di Indonesia.
    Salam Garuda! Selamat bertugas!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul juga mas, sebagai manusia biasa, rasa rindu itu pasti ada. Akan tetapi kerindungan itu sedikit terobati dengan adanya jalinan komunikasi yang cukup lancar dengan keluarga yang ada di tanah air dengan memanfaatkan Skype seperti yang pernah saya tulis di catatan berikutnya, http://lebanonku.blogspot.com/2013/02/catatan-ke-22-melepas-kerinduan.html. Tks

      Delete
  5. Salam dari Indonesia bang,,, bang apakah ada data atau artikel yang bisa saya ambil berkaitan dengan peran Kontingen Garuda di Lebanon sejak 2006-sekarang? kalau ada apakah abang bisa berbagi dengan saya untuk menyelesaikan tugas akhir saya,,, terimakasih sebelumnya,,, salam

    ReplyDelete
  6. To mas Malwa Pati, untuk artikel lengkap tentang peran Kontingen Garuda di Lebanon sejak 2006 s/d sekarang silahkan kunjungi ke http://www.pkc-indonesia.com/ atau langsung berhubungan dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia (PMPP) TNI yang bermarkas di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tks

    ReplyDelete
  7. asswb pak..salam kenal, mohon maaf saya mau menanyakan setalah pratugas 1 bulan di sentul..apakah parjurit bisa pulang ke rumah dulu atau tinggal di penampungan?.
    Kira-kira peralatan atau perlengkapan apa saja yang bisa saya bawakan buat bekal suami selama di lebanon?
    Untuk berkomunikasi disana, bisa bawa hp dari indonesia atau harus beli disana?
    Suami saya InsyaAllah pratugas bulan oktober tgl 4, terimakasih pak atas informasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah pra tugas ada waktu untuk pulang dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan di daerah penugasan termasuk perlengkapan pribadi.HP dan kartu Indonesia masih bisa digunakan di Lebanon. Untuk lainnya silahkan baca catatan-catatan berikutnya di blog ini. Tks atas atensinya dan salam tuk suami mbak.

      Delete
  8. Selamat bertugas pak.. Semoga berhasil dan selamat ! Amiin.

    ReplyDelete
  9. Selamat malam, perkenalkan saya David, mohon maaf menggangu, kalau boleh tau untuk syarat dan seleksi untuk menjadi pasukan garuda bagaimana ya pak prosesnya dari TNI? Kemudian untuk tempatnya bisa memilih sendiri atau ditempatkan ya pak? Terimakasih sebelumnya atas atensi dari bapak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasukan Garuda identik dengan pasukan TNI yang ditugaskan ke luar negeri di bawah bendera PBB. Pengiriman pasukan Indonesia untuk misi PBB ditentukan melalui kesepakatan antara PBB dan Indonesia melalui Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York. Dari sini dapat diketahui di kawasan / daerah mana saja Indonesia harus mengirim pasukannya di bawah bendera PBB. Sebagai contoh, saat ini PBB masih meminta Indonesia untuk mengirimkan pasukannya di beberapa negara konflik seperti di Darfur Sudan, Lebanon dll. Untuk menjadi anggota pasukan Garuda, semua prajurit TNI memiliki hak dan kesempatan yang sama (sesuai skill dan kebutuhan) dengan lokasi/ daerah yang telah ditentukan sesuai kesepakatan Indonesia dengan PBB. Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan Garuda umumnya merupakan prajurit pilihan dari satuannya yang telah melewati beberapa tahapan seleksi sesuai pedoman yang telah ditetapkan PBB.

      Delete
  10. Salam kenal kembali mas Zaki. Untuk pemberangkatan pasukan Garuda ke daerah penugasan, setahu saya belum pernah ada relawan (non TNI) yang ikut apalagi dalam satu pesawat. Biasanya setiap kontingen termasuk Indonesia menggunakan pesawat khusus (carteran) yang isinya satu kontingen (dilaksanakan dalam beberapa sorti penerbangan) tergantung dari jumlah personel yang dikirim. Tks

    ReplyDelete
  11. Semoga saya bisa menjadi seperti bapak, dan diberi kesempatan untuk bertugas sebagai prajurit unifil di Lebanon, jayalah TNI!!

    ReplyDelete