Sunday, December 30, 2012

Catatan ke-3 : Tiba di Lebanon

Tiba di Bandar Udara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon

 Setelah transit satu jam di Karachi, Pakistan, Airbus A330-200 yang kami tumpangi “landing” dengan mulus di Bandar Udara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon. Jam G-Shock yang melingkar di tangan kiriku menunjukkan angka 6.30 WIB, sedangkan BB Gemini hadiah ulang tahuh dari anakku menunjukkan waktu 01.30 Local Time, waktu Beirut, emenjadi zona waktu Beirut (+2) di mana ada selisih waktu 5 jam.
Keluar dari badan pesawat yang berbadan lebar tersebut, hawa dingin sudah mulai menusuk, sehingga kami pun memanfaatkan jaket tebal bermotif  loreng gurun berlogo unifil di lengan kanan, merah putih di kiri, dengan segaris bordiran nama “indonesia” di atas saku kiri dan nama identitas masing-masing personel di atas saku sebelah kanan. Di balik kaca peron kami lihat ratusan rekan-rekan kami yang mau balik ke Indonesia (dengan memanfaatkan pesawat yang sama) memberi salam dengan lambaian tangan, seakan mereka berkata, “ Selamat datang di Lebanon!”.
Setelah mengantri untuk “sekedar” menunjukkan “ini lho pasport saya!” kepada dua orang petugas imigrasi bandara yang didampingi seorang Perwira Indonesia dan Polisi Militer Unifil yang selanjutnya saya ketahui dari Tanzania, kami akhirnya bisa keluar dari area bandara. Selanjutnya di luar bandara, sudah menunggu puluhan bus eksekutif  warna putih bertuliskan United State. Aku dan rekan-rekan naik kendaraan ini, kemudian berjalan secara beriringan (konvoi) dengan kawalan PM Unifil dari Tanzania menuju tempat penjemputan/ pengantaran seluruh personel Unifil ketika terjadi rotasi penugasan yang jaraknya kurang lebih 5 km dari bandara Rafic Hariri.

Disambut Dubes

Apel kesiapan sebelum disambut Dubes

Pada 30 Desember 2012 pukul  02.00 LT, rombongan kami disambut oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Lebanon  Dimas Samodra Rum. Dalam arahannya, pertama-tama Dubes mengucapkan selamat Datang kepada rombongan kami. Selanjutnya Dubes mengharapkan, seluruh personel Satgas segera menyesuaikan diri dengan daerah penugasan. Dubes juga berpesan agar kami dapat mempertahankan citra positif Kontingen Garuda yang telah dibangun oleh Kontingen Garuda sebelumnya.
Dalam bagian lain arahannya, Dubes berjanji untuk membantu semaksimal mungkin kebutuhan Satgas terutama dalam hal proses perijinan keluar Lebanon (saat masa cuti ke tanah air maupun cuti umroh). “ Pintu Dubes terbuka lebar untuk kalian semua. Akan kami bantu semaksimal mungkin keperluan dan kepentingan kalian selama berada di daerah penugasan Lebanon ini” demikian janji Dubes kepada kami.
Pada akhir arahan, Dubes mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel satgas Kontingen Garuda dan sekali lagi berpesan untuk menjaga dan meningkatkan prestasi pasukan Garuda dalam misi Unifil di lebanon.
Usai arahan tersebut, selanjutnya kami naik kendaraan dan secara berkonvoi bergerak menuju kamp-kamp yang akan menjadi markas kami selama penugasan di lebanon. Sebagian bergerak ke markas Indobat di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan dan sebagian lagi termasuk di dalamnya  aku yang menjadi bagian dari Satgas MCOU XXX-C, Satgas FHQSU (Force Headquarter Support Unit), FPC (Force Protector Company)  dan Cimic (Civilian Military Coordination)  bergerak ke markas besar Unifil di Naqoura di mana Kamp Sudirman yang menjadi markas kami berada di dalamnya.
                                                                    ***

6 comments:

  1. Ini kah yang tahun 2014 tahun lalu suami saya alami???
    Dan sekarang saya sedang menantinya kembali ke tanah air :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga...menunggu suami pulang ke tanah air bulan desember 😢

      Delete
  2. Mksh infoy,suami mulai brtugas th ini,msh panjanggggg tuk brtemu lg

    ReplyDelete
  3. Ok, selamat bertugas tuk suami tercinta dan tetap sabar menunggu kedatangannya kembali ke tanah air.

    ReplyDelete
  4. Suami saya baru tiba di lebanon untuk tugas di sana.. Dalam satu tahun itu bisa berapa x cuti yah.. Terimakasih 🙏

    ReplyDelete