Thursday, June 27, 2013

Catatan ke-37 : Raih Medali Perak Turnamen Bulutangkis Unifil


Kegembiraan tim MCOU Unifil ketika aku berhasil meraih medali Perak


Dalam rangka menggalang kerjasama dan persahabatan seluruh kontingen yang terdiri dari 35 negara, United Nations Interim Force In Lebanon (Unifil) yang merupakan kepanjangan tangan Dewan Keamanan PBB dalam melaksanakan tugas “peace keeping” di negara yang tengah dilanda konflik dengan Israel ini, menyelenggarakan beberapa event olah raga yang digelar secara rutin setiap tahunnya. Beberapa cabang olah raga yang digelar antara lain menembak, tarik tambang, tenis meja, volley ball, futsal, basket, bulutangkis, tenis lapangan dan lainnya. Peserta event tahunan ini terdiri dari perwakilan seluruh kontingen yang ada ditambah civilian yang dipekerjakan PBB untuk membantu tugas-tugas Unifil.
Melihat banyaknya kontingen yang berkontribusi dan jumlah personel yang mencapai puluhan ribu personel dari 35 negara, event olah raga ini pada akhirnya menjadi sesuatu yang sangat “prestisius” dan selalu menjadi rebutan bagi seluruh kontingen yang terlibat di dalamnya. Semua kontingen/ negara mengharapkan menjadi yang terbaik, sehingga dalam pelaksanaannya terjadi persaingan yang sangat ketat demi “gengsi” negara/ kontingen masing-masing.
Dari beberapa event olah raga yang digelar Unifil ini, aku gambarkan salah satu cabang olah raga di mana aku sendiri termasuk salah satu personel yang terlibat di dalamnya, yakni cabang olah raga bulutangkis atau badminton. Pertandingan cabang olah raga ini digelar Unifil dengan panitia penyelenggara dari Force Headquarter Support Unit (FHQSU) pada 20- 25 Juni 2013 lalu di Unifil Rub Hall, Naqoura, South Lebanon.

Mempertaruhkan gengsi Kontingen

Untuk tahun 2013 ini, pesertanya mencapai 16 kontingen terdiri dari Kontingen Indonesia Batalyon (Indobatt), Malaysia Batalyon (Malbatt), Nepal Batalyon (Nepbatt), Indian Batalyon (Indbatt), China Batalyon (Chinbatt), Korea Batalyon (Rokbatt), Irlandia Batalton (Irishfinbatt), Indonesian Force Protection Company (IndoFPC), FHQSU, Indian Hospital, Indonesian Military Police (IndoMP), Belarusia, FCR, civilan dan Military Community Outreach Unit (MCOU). Kategori yang dipertandingkan meliputi Tunggal dan Ganda Putra/Putri, Ganda Campuran serta Tunggal dan ganda putra 45 tahun ke atas. Setiap kontingen berhak mengirimkan dua tunggal putra dan maksimal 4 ganda putra, 2 tunggal dan ganda putri serta ganda campuran. Sistem pertandingan dan penilaian mengikuti aturan IBF dengan reli point. Waktu pertandingan pukul 09.00-12.00 Am untuk sesi pertama dan pukul 02.00-06.00 PM untuk sesi kedua dengan menggunakan 4 lapangan yang tersedia di Rubb Hall Unifil.

Berada di “Grup Neraka”
Dalam mengikuti “Open Tournament” bulutangkis yang digelar Unifil tersebut, aku tergabung dalam kontingen MCOU. Dibandingkan dengan kontingen lain yang cukup besar jumlahnya seperti dari batalyon yang rata-rata jumlahnya mencapai 850 personel semisal Indobatt, Malbatt dll, kontingen MCOU ini termasuk “anak bawang” dengan jumlah personel sebanyak 24 orang (gabungan Indonesia dan Italia). Dengan jumlah personel yang minim ini, maka praktis tidak banyak pilihan dalam menyusun formasi tim yang akan diikutkan dalam turnamen tersebut.

Tim kecil MCOU Unifil

Setelah melakukan latihan ringan seminggu sebelum pelaksanaan pertandingan, akhirnya terbentuk tim kecil MCOU terdiri dari 5 personel (semuanya dari Indonesia) yakni Major Roy Fakhrul Rozi (merangkap Kapten Tim), Capt Purwoko, 2nd Sgt Suprapto dan aku sendiri CSgt M. Syafrudin, SH, MH serta 1st Sgt Wahidin Sutanto sebagai ofisial. Tim kecil ini terbagi menjadi dua tunggal dan dua ganda putra. Major Fakhrul Tunggal Pertama, aku tunggal kedua. Sedangkan untuk ganda putra aku berpasangan dengan Major Fakhrul dan  Capt Purwoko berpasangan dengan  2nd Sgt Suprapto.
Dari hasil Technical Meeting yang digelar pada 18 Juni 2013, MCOU masuk dalam “Grup Neraka” di mana tim-tim yang akan dihadapi cukup berat yakni dari Korea dan Malaysia di babak awal serta dari kontingen Indonesia lainnya di babak selanjutnya seperti dari FHQSU, IndoMP dan Indobatt yang jelas merupakan tim-tim berat dan langganan juara.

Capt Purwoko dan Sgt Suprapto saat pertandingan

Pada tanggal 20 Juni 2013 tepat pukul 09.00 AM, turnamen terbuka bulutangkis pun dibuka oleh Komandan FHQSU Kolonel Inf Karmin Suharma. Sesuai jadwal, pada babak awal, kami harus menghadapi tim berat Korea (Rokbatt) untuk seluruh kategori yang kami ikuti. Namun hingga siang, lawan kami dari Korea tak kunjung datang. Informasi dari Panitia, tim Korea “mengundurkan diri” karena sedang mempersiapkan “Medal Parade”. Akhirnya panitia pun menyatakan tim MCOU menang WO melawan tim Korea. Akan tetapi pada pertandingan sesi kedua yang dilaksanakan usai makan siang, tim ganda putra kami diminta untuk menghadapi tim FCR (Perancis). Kami pun menurut dan itu dilayani dengan baik oleh ganda putra kedua kami. Capt Purwoko berpasangan dengan  2nd Sgt Suprapto mampu menang mudah melawan FCR.
Esoknya, sesuai dengan hasil technical meeting, kami harus menghadapi tim kuat Malaysia yang pada babak awal mengalahkan dengan mudah tim FCR. Pada pertandingan ini aku yang tergabung dalam Grup B diturunkan pertama kali melawan tunggal pertama andalan Malaysia. Alhamdulillah dengan bekal latihan rutin selama bergabung dengan “PB Baros” di kawasan Karang Tengah, Jakarta Selatan, aku berhasil menang mudah straight set dengan skor 21-14 dan 21-11. Sayang, keberhasilanku tidak diikuti rekanku di mana Major Fakhrul yang berada di Grup A harus mengakui keunggulan tunggal putra Malaysia.

Saat menang lawan Malaysia

Di sektor Ganda Grup A yang dipertandingkan pada 22 Juni 2013, aku yang berpasangan dengan Major Fakhrul pun harus mengakui ketangguhan ganda putra Malaysia melalui pertandingan yang cukup alot dengan rubber set. Demikian pula ganda putra MCOU lainnya yang berada di Grup B, Capt Purwoko yang berpasangan dengan  2nd Sgt Suprapto harus mengakui keunggulan ganda putra Malaysia dengan dua set langsung.
Pada tanggal 23 Juni 2013, aku sebagai satu-satunya personel yang tersisa dari MCOU, dalam pertandingan semifinal Grup B harus menghadapi rekan dari

Dukungan dari rekan kerja Italia

Indonesia yakni tunggal putera andalan FHQSU Serka Saniyo yang terkenal dengan smash kencangnya. Serka yang satu ini pada babak perempat final berhasil mematahkan perlawanan tunggal pertama Indobatt. Saat pertandingan, aku yang sudah mengetahui ciri permainannya berhasil meredam kegarangannya di lapangan dengan menang dua set langsung 21-17 dan 21-16. Aku pun melenggang ke final grup yang akan digelar esok harinya. Lawan di final grup B sudah menanti, Praka Desta Arianto dari IndoFPC yang pada pertandingan sebelumnya telah mengalahkan andalan China.

Mengalahkan CPvt Desta di final Grup B

Esok harinya, pada 24 Juni 2013, aku pun melakoni pertandingan final Grup B. Dukungan rekan-rekan MCOU termasuk Chief PDMC, Of1 Sara Mariani dari pinggir lapangan membuat semangatku bertambah untuk bisa memenangkan pertandingan. Pada babak pertama, aku sempat kewalahan meladeni permainan Praka Desta yang mengandalkan kecepatan dan smash-smash tajam. Namun berkat pengalaman selama latihan, akhirnya aku bisa menutup set pertama dengan skor 21-19. Sedangkan di babak kedua, aku berhasil mengendalikan permainan dan berhasil menutup game kedua dengan skor 21-9. Aku pun lolos menjadi juara Grup B.

Raih Medali Perak
Sebagai Juara Grup B maka di babak Final aku harus menghadapi Juara Grup A untuk kategori tunggal putra. Di babak bergengsi ini, aku harus menghadapi andalan tunggal putera IndoFPC lainnya yakni Captain Hariadi Ramdani. Pada pertandingan sebelumnya, sang Kapten ini berhasil mengalahkan andalan tunggal putera Indobatt Koptu Yan Talomanake dengan dua set langsung.
Menghadapi partai bergensi ini, sebenarnya aku pesimis bisa memenangkan pertandingan. Bukan karena aku “takut” sebelum bertanding, melainkan karena aku tahu persis tipe dan karakter permainan calon musuhku ini. Sebagai pemain bekas jebolan klub profesional Jayaraya, teknik pukulan sang Kapten ini cukup lengkap, smash, dropshot, backhand/forehand dan fisiknya yang mendukung, membuat aku sendiri dan juga sebagian rekan memprediksi aku akan sulit memenangkan pertandingan final nanti. Apalagi kebetulan aku dan timnya sering latihan bersama, bahkan sering berlatih tunggal bersama di mana aku memang sulit untuk mengalahkannya. Meski di atas kertas aku “kalah” namun aku bertekad untuk berupaya menyingkirkannya dan meraih yang terbaik di kategori tunggal putra.

Memperebutkan Medali Emas

Pertandingan yang ditunggu-tunggu pun terlaksana pada esok paginya, Selasa, 25 Juni 2013. Aku turun ke lapangan dengan menggunakan seragam kontingen Indonesia, Merah dan hitam. Rekan-rekan dari MCOU yang tidak ada kegiatan “outreach mission” pun turut hadir termasuk MCOU Commander dari Italia Letcol Gerald Murra. Mereka hadir untuk mendukung dan memberi semangat kepadaku yang merupakan satu-satunya wakil dari MCOU yang tersisa dalam turnamen ini.

Pemain Malaysia yang mendukungku

Usai penyerahan sertifikat Juara

Dengan dukungan rekan-rekan MCOU dan sebagian dari pemain Malaysia yang dari awal tertarik dengan permainanku, aku pun mulai melakoni pertandingan final di sektor tunggal putra ini. Di set pertama, aku berhasil mengimbangi permainan Captain Ramdani, dengan angka yang tidak terpaut jauh, 1-0, 1-1, 2-1, 2-2, 3-2, 3-3, 4-4, 6-6, dan seterusnya.. Aku mulai sedikit optimis untuk bisa mengalahkannya. Akan tetapi usai papan skor menunjukkan angka 10-10, aku mulai sedikit goyah dengan staminaku yang mulai “anjlok” (maklum usiaku terpaut jauh, 10 tahun). Aku mulai terpengaruh dengan gaya permainannya yang mengandalkan skill dan juga teknik untuk menguras tenaga lawan. Akhirnya di set pertama ini, aku menyerah dengan skor 21-14 untuk kemenangan lawan.
Di babak kedua, aku tidak bisa mengembangkan permainanku sendiri. Permainanku mudah dibaca lawan. Arahan dari ofisialku, 1st Sgt Wahidin Sutanto yang mengharapkan aku harus ini-itu untuk mematikan permainan lawan, agak sulit diterapkan di lapangan. Kemanapun bola yang aku arahkan lewat smash tajam kanan-kiri, reli panjang, dropshot menyilang, hingga permainan netku tidak bisa membuahkan hasil karena berhasil

Ucapan selamat dari Komandan Indobatt

dipatahkan oleh pemain andalan IndoFPC ini. Belum lagi staminaku yang menurun drastis. Akhirnya, aku pun menyerah di set kedua ini dengan hanya mengumpulkan 9 point dari 21 point penentu kemenangan.
Dengan kekalahan tersebut akhirnya aku hanya bisa meraih Medali Perak (Silver Medal) untuk kategori Tunggal Putra Turnamen Bulutangkis Unifil 2013. Bagiku, hasil tersebut sudah cukup luar biasa dan patut aku syukuri serta menjadi moment terindah pada pertengahan misi penugasanku di Lebanon.

Indonesia Juara Umum
Dari hasil perhelatan turnamen bulutangkis Unifil 2013 yang ditutup secara resmi oleh Komandan Indobatt Letkol Lucky Avianto (mewakili Komandan FHQSU) tersebut, diperoleh fakta bahwa pemain Indonesia yang tergabung dalam beberapa Satgas berhasil mendominasi di hampir seluruh kategori yang dipertandingkan. Bila di tunggal putera terjadi all indonesia final, di sektor lainnya seperti ganda putera pun terjadi all Indonesia Final. Dari tujuh emas yang diperebutkan (dari tujuh kategori yang dipertandingkan), Indonesia berhasil menyabet 4 Medali Emas,  5 perak dan 5 perunggu.

Foto bersama kontingen Indonesia yang berhasil meraih Juara Umum


Hasil selengkapnya dari turnamen ini adalah untuk tunggal putra, Juara I Captain Hariadi Ramdani (IndoFPC), Juara II CSgt M.Syafrudin, SH, MH (MCOU) dan Juara III 1st Cpl Yan Talomanake (Indobatt).  Ganda Putra, Juara I Capt Hariadi Ramdani/ CPvt Desta Arianto (IndoFPC), Juara II CSgt Lilik Agus R/ CPvt Priyono (IndoFPC) dan Juara III Maj Abdullah/ Cpl Mohd Redzuan (Malbatt). Tunggal Putri, Juara I  Cne Landini (FCR), Juara II Maj Riana Dewi (Indobatt) dan Juara III CSgt Jatmikowati (Indobatt). Ganda Putri, Juara I 1st Sgt Titin Mulyati/ 2nd Sgt Fitri Ayundari (IndoMP), Juara II Snr Srgn Maria C/ Snr Srgn Olesya E (Belarus) dan Juara III Maj Riana Dewi/ 1st Sgt Darmaliyanti (Indobatt). Ganda Campuran, Juara I 2nd Sgt Fitri Ayundari/ 1st Cpl Suhardi (IndoMP), Juara II 1st Sgt Nicky N./ 1st Cpl Yan Talomanake (Indobatt) dan Juara III Maj Abdullah/ .. (Malbatt). Tunggal Putra di atas 45 tahun, Juara I Maj Abdullah (Malbatt), Juara II Manoj Bhatnagar (Civilian) dan Juara III Capt Januddin (Indobatt). Untuk Ganda Putra di atas 45 tahun, Juara I Manoj Bhatnagar/ Modabber (Civilian), Juara II Maj Sri Depranoto/ WO Tustanto (Indobatt) dan Juara III Capt Janudin/ CSgt Didik Arif Rusdi (Indobatt). Sedangkan untuk The Best Player putra pada turnamen bergengsi ini jatuh pada Captain Hariadi Ramdani (IndoFPC) yang berhasil menggondol dua emas, Cne Landini (FCR) untuk putri dan Maj Abdullah (Malbatt) untuk kategori di atas 45 tahun.
***

6 comments:

  1. Salam,
    sekali - sekali tolong posting perkembangan Konflik di Lebanon, yaitu antara Islam (sunni) dan Syiah.
    saya sangat khawatir negara kita (indonesia) bergabung dengan Militer Lebanon yang notabennya SYIAH, dan mereka Militer Libanon Bersekongkol dengan SYIAH Hizbullah Membunuh dan membantai orang orang islam(Sunni)

    Wasallam

    ReplyDelete
  2. Salam kenal kembali. Saya setuju, tapi mohon maaf bukan di blog ini karena ada batas-batas tertentu yang tidak boleh saya "tabrak" karena status saya sekarang masih tercatat sebagai anggota Unifil yang harus netral dan imparsial. Saya khawatir akan berimbas pada tingkatan yang lebih besar yakni Kontingen Garuda Indonesia. Perlu diketahui Unifil pun memiliki akses untuk "ngeblok" beberapa situs yang menurut mereka berindikasi "mengganggu" proses kedamaian yang ada di Lebanon. Beberapa waktu lalu, blog saya ini juga pernah kena getahnya (kebetulan pembaca blog ini juga sebagian besar selain dari Indonesia juga dari Lebanon dan Amerika). Saya sudah memiliki stok artikel yang ulasannya cukup mendalam tentang konflik Lebanon, tapi tidak akan saya posting di sini yang secara vulgar menampilkan identitas saya sebagai personel aktif Unifil. Terima kasih

    ReplyDelete
  3. Salam kenal bosssss.....selamat atas medali peraknya !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali dan terima kasih atas atensinya.

      Delete
  4. Bang jadi juara kapan nih di traktir he..he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan saja, siapa yang mau, saya siap mentraktir anda! he ..he .. he... ...he .... Tks

      Delete