![]() |
Jihad (kanan) yang bangga dengan Garuda Indonesia |
Burung
Garuda sebagai lambang negara Republik Indonesia, dengan bentangan sayap, bulu
dan ekornya bila dihitung jumlahnya melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, 17
Agustus 1945, merupakan lambang yang cukup terkenal di kalangan tentara Unifil.
Oleh karena itu kami mendapat julukan pasukan garuda, di mana setiap mereka
berjumpa dengan kami di beberapa kesempatan mereka menyapa kami dengan
kata-kata singkat, “ Garuda!”.
Sebutan
Garuda yang menjadi “branch” kontingen Indonesia, ternyata bukan hanya populer
di kalangan Unifil. Sebutan ini populer juga di sebagian warga Lebanon. Dalam
catatan kecil ini, saya sebutkan salah satunya, yakni Jihad. Ia adalah pemuda
Lebanon pemeluk Islam yang taat menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran “yang
benar” (menurut keterangannya sebagian besar warga Islam di Lebanon Selatan ini
termasuk kategori slam yang tak pernah menjalankan ibadah sembahyang}. Pemuda
ganteng berperawakan sedang dengan kumis dan cambang tipis khas pemuda timur
tengah ini adalah “penunggu” sebuah warung kelontong, sekitar 2 kilometer dari
markas kami di Kamp Soedirman, Naqoura, Lebanon Selatan.
![]() |
Jihad dengan kedua rekanku di depan tokonya |
“Can you see
the writing on the Unifil concrete wall? “ tanyanya tiba-tiba sembari tangannya menunjuk
dinding beton milik Unifil yang membentang kuat di seberang jalan persis di
depan tokonya. Aku mengangguk. Saat itu juga aku kaget, di dinding beton
tersebut tertulis dengan jelas (menggunakan cat pilox) sebuah kata “ Garuda”. “
I'm writer that word, Garuda! You know, one day, a UNIFIL official
from Spain, the rank is colonel reprimanded me to delete the text. I
do not want to. I told him. The
text should not be in the clear
because I love Indonesia” (sayalah yang menulis kata Garuda itu. Anda
tahu dengan tulisan tersebut, suatu saat datang seorang pejabat Unifil dari
Spanyol berpangkat Kolonel menegur saya untuk menghapus tulisan tersebut. Saya
tidak mau. saya katakan kepadanya. Tidak boleh tulisan tersebut dihapus karena
saya suka Indonesia).
Hebat,
dari jarak yang cukup jauh ribuan kilometer, terpisah oleh lautan, dataran,
pegunungan dan lembah yang terbentang luas dari Jakarta-Lebaon, ada seorang
warga asli Lebanon yang “benar-benar “ cinta dan suka Indonesia dengan sebutan
“Garuda” nya. Bagaimana dengan pemuda di tanah air? Jawabannya ada pada diri
sang pemuda itu sendiri.



