Sunday, December 30, 2012

Catatan ke-4 : Bahasa Tarsan


Sebagai bagian dari Satgas MCOU Unifil yang personelnya dituntut untuk mahir berbahasa asing terutama Inggris baik lisan maupun tulisan, maka aku berusaha untuk mencari sasaran untuk “mengetes” kemampuan bahasa Inggrisku ketika pertama kali tiba di Beirut, Lebanon. Dan kesempatan itu terbuka lebar ketika kami sedang rehat menunggu acara penyambutan rombongan kontingen garuda oleh Dubes RI untuk Lebanon. Saat itu aku lihat sekitar 6 orang prajurit LAF (Lebanese Armed Force), tentara regulernya Lebanon yang mengawal rombongan kami sedang berbincang-bincang di belakang bus-bus kami.

Foto bersama dengan tentara LAF

Saat aku berusaha datang, tiga orang dari mereka pergi bergeser entah ke mana, sedangkan yang tiga orang masih berbincang-bincang. Sekitar lima langkah dari mereka, aku membuka perkenalan dengan mereka dengan kata-kata universal, “ Halo!” mereka menjawab juga dengan kata yang sama. “ You”re LAF?” mereka bingung saling lirik, “ You’re from Lebanese Armed Force?”. Mereka menjawab hampir serempak, “ Yes, yes, “.  Aku ngomong lagi, “ I’m from Indonesia, can you help me?” mereka mengangguk, entah mengerti atau tidak. “You know, how long the trip from Beirut to Naqoura using vehicle like that?” tanyaku sambil menunjuk bus putih bertuliskan UN yang ada di depan kami.  Setelah mendengar pertanyaan ini, mereka saling lirik dan bengong untuk menjawabnya. Aku juga mulai kebingungan, bahasa Inggrisku yang enggak bener atau mereka yang “kurang mengerti”. Akhirnya aku ulangi, “ Sorry, I ask you, how long the trip from Beirut to Naqoura using vehicle like that?” mereka tambah kebingungan. Seorang di antara mereka bahkan menjawab dengan bahasa Arab yang kurang kumengerti. Akhirnya  aku tak kehilangan akal, bahasa Tarzan pun mulai diterapkan.  Aku berkata, “ Beirut-Naqoura, three or two hours or…. “ dengan dua jari atau tiga jari tangan terangkat secara bergantian. Mereka tersenyum dan berganti mengangkat 3 jari tangan. “ So, Beirut- Lebanon …. Wahid, Isnen, Salasa, … tiga jam?” (bahasaku mulai campur aduk). Mereka malah ketawa ngakak, “ yes, yes …. Anan. Wahied, itnan, talata ….. “ mereka mengangkat 3 jari tangan. Selanjutnya menjabat tanganku dengan erat, “Ahlan wa sahlan, Lebanon”. Aku jawab “ Thank You, terima kasih, Garuda!”

Three Mohamad
Setelah perkenalan singkat tersebut, selanjutnya kami berkenalan, masih dengan menggunakan bahasa Tarzan. Dua dari tiga orang tentara LAF yang aku jumpai ini mengaku bernama Mohamad. Aku pun mengenalkan diri dengan nama yang sama. Mereka tertawa, satu di antaranya berkata, “ Three Mohammad! “ sambil mengangkat tiga jari tangan kanannya. Aku ikut tertawa dan mengangguk-angguk tanda setuju. Akhirnya meski dengan bahasa Tarzan, kami mulai berkomunikasi dengan mereka. Rekan-rekan kamipun mulai ikut nimbrung sehingga awal perkenalan kami dengan tentara LAF ini bertambah hidup dan akrab. Perkenalan tak resmi ini ditutup dengan kegiatan foto bersama

4 comments:

  1. Bangganya baca tulisan Bapak ini.
    Betapa supel nya TNI di medan tugas. TNI bisa mengharumkan nama Indonesia di manapun mereka berada.
    Bahasa Inggris nya juga bagus Pak. Saluuuttt

    ReplyDelete