![]() |
| Pemberangkatan Sorti pertama Kontingen Garuda ke Lebanon dari Halim PK, Jakarta |
“Catatan Kecil Dari Lebanon “ ini aku awali dari catatan awal
keberangkatanku ke Lebanon. Seperti
diketahui aku adalah salah satu dari sekitar 1200 personel TNI yang tergabung
dalam Kontingen Garuda yang ditugaskan ke Lebanon dalam misi United Nations Interim
Force In Lebanon (Unifil) 2012-2013. Aku tergabung dalam unit kecil berjumlah
18 personel TNI yang dikenal dengan Satgas Military Community Outrech Unit
(MCOU) XXX-C. Dari 18 personel TNI ini 15 orang
adalah dari TNI AD, 2 personel TNI AL (termasuk aku dari Korps Marinir TNI AL)
dan 1 orang dari Paskhas TNI AU. MCOU ini bertugas merencanakan
dan melaksanakan tugas pendekatan kepada masyarakat secara face to face (bertatap muka)
dengan didukung media lain yang telah ditentukan Unifil.
![]() |
| Salah satu kegiatan di MA |
Selain menyiapkan sejumlah
peralatan yang akan kami bawa ke daerah pnugasan, di Marshalling Area ini juga
kami tetap menyiapkan beberapa keperluan lain yang berkaitan dengan lingkup
penugasan kami di Lebanon. Selain itu sembari menunggu jadwal keberangkatan,
kami tetap tidak lupa untuk melaksanakan kegiatan pokok yang telah ditetapkan
komando atas termasuk mengingat-ingat kembali materi yang telah kami dapatkan
ketika berada di PDT (Pre Deployment Training) di markas PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Dunia) TNI,
kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
![]() |
| Waktu tunggu di MA yang terkesan "membosankan" |
Setelah beberapa minggu di MA,
kami merasa “waktu tunggu” pemberangkatan
pasukan, bagi kami serasa “membosankan dan menjenuhkan”, apalagi karena
informasi jadwal penerbangan yang tidak menentu, “sering diundur”. Untung
kebosanan itu sedikit mencair setelah “gaji pertama” (uang saku bulan pertama
penugasan luar negeri) cair sehingga sebagian anggota dapat lebih mempersiapkan
peralatan pribadi yang belum sempat “dibeli” untuk bekal di daerah penugasan
seperti beli Laptop untuk main chat video/ skype dengan keluarga di Indonesia,
hingga beli bumbu-bumbu dapur untuk mengantisipasi masakan di Lebanon yang
katanya hambar atau “kurang bumbu”.
Setelah menikmati “ suka duka”
tinggal di MA dari tanggal 9 Nopember 2012, pada 30 Nopember 2012, chalk
(sorti) pertama penerbangan akhirnya diberangkatkan dari Halim Perdana Kusuma
Jakarta. Aku termasuk 9 orang dari Satgas kami yang masuk dalam sorti pertama
ini. Sedangkan sisanya tergabung dalam sorti ketiga.
Malaikat
Kecilku
![]() |
| Vio (3,5), malaikat kecilku |
Hari keberangkatan kami pada 30
Nopember 2012 pukul 14.00 WIB, disambut gembira oleh rekan-rekan kami, karena “hari
membosankan dan menjenuhkan” telah berakhir. Kegembiraan ini juga aku sambut
dengan suka cita. Namun kegembiraan ini aku tunjukkan sepintas, karena betapa
tidak, saat hari keberangkatan, malaikat kecilku (Vio Sandya Yoghama, anak ke-2/
3,5 th) tergolek lemah di atas sprei putih Rumah Sakit Marinir Cilandak,
Jakarta. Menurut dokter yang menangani, dari hasil cek darah di laboratorium,
leukositnya naik. “ Kemungkinan ada luka dalam saluran pencernaannya “ demikian
kata dokter jaga yang pertama menangani malaikat kecilku saat pertama kali
dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Meski “tak tega” meninggalkan
malaikat kecilku yang selalu menjadi pelita hatiku tergolek lemah, tak berdaya
di rumah sakit, namun dengan mengucap “bismillahirokhman nirokhim” akhirnya
kaki ini melangkah pula dengan sedikit terseok-seok menaiki tangga pesawat Air
Bus A330-200 milik Jordan Aviation yang akan membawa kami dari Indonesia ke
Lebanon. Saat "burung besi" lepas landas, aku berdoa, “ Ya Allah, sembuhkan penyakit malaikat
kecilku, dan berilah kami keselamatan saat mengikuti penerbangan Jakarta-
Lebanon”. Usai berdoa, hatiku sedikit tenang dan lega. Aku juga sangat berterima
kasih kepada para dokter Rumah Sakit Marinir Cilandak yang menenangkan hati, “
Jangan khawatir pak, silahkan bapak berangkat tugas ke Lebanon, percayakan anak
bapak dalam perawatan kami”. Terima kasih yang Allah!.
(Catatan: beberapa hari setelah tiba di daerah penugasan, Vio akhirnya sembuh dan bisa keluar dari Rumah Sakit Marinir CIlandak)
(Catatan: beberapa hari setelah tiba di daerah penugasan, Vio akhirnya sembuh dan bisa keluar dari Rumah Sakit Marinir CIlandak)
***




Selamat bertugas pak. Jangan khawatir Allah Maha mengetahui sehingga akan selalu menjaga keselamatan keluarga di Indonesia.
ReplyDeleteTerima kasih mas, salam kenal.
ReplyDeleteblog ini menarik bagi kami satgas cimic yg saat ini sdg pratugas...mas bro jam berapa biasa on line please contact me skype syamsul.bahri95.......we wait u....
ReplyDeleterandu mas, ini habis cuti jadi sebulan off dulu, sekarang baru mulai tengok2 lagi. Biasa OL habis pulang kerja jam 6-11 malam waktu lebanon (indonesia pukul 22.00-03.00 WIB). tks. salam tuk rekan2 di Indonesia
ReplyDeleteSaya bisa merasakan betapa rindunya Anda dengan keluarga Anda di Indonesia.
ReplyDeleteSalam Garuda! Selamat bertugas!
Betul juga mas, sebagai manusia biasa, rasa rindu itu pasti ada. Akan tetapi kerindungan itu sedikit terobati dengan adanya jalinan komunikasi yang cukup lancar dengan keluarga yang ada di tanah air dengan memanfaatkan Skype seperti yang pernah saya tulis di catatan berikutnya, http://lebanonku.blogspot.com/2013/02/catatan-ke-22-melepas-kerinduan.html. Tks
DeleteSalam dari Indonesia bang,,, bang apakah ada data atau artikel yang bisa saya ambil berkaitan dengan peran Kontingen Garuda di Lebanon sejak 2006-sekarang? kalau ada apakah abang bisa berbagi dengan saya untuk menyelesaikan tugas akhir saya,,, terimakasih sebelumnya,,, salam
ReplyDeleteTo mas Malwa Pati, untuk artikel lengkap tentang peran Kontingen Garuda di Lebanon sejak 2006 s/d sekarang silahkan kunjungi ke http://www.pkc-indonesia.com/ atau langsung berhubungan dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia (PMPP) TNI yang bermarkas di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Tks
ReplyDeleteasswb pak..salam kenal, mohon maaf saya mau menanyakan setalah pratugas 1 bulan di sentul..apakah parjurit bisa pulang ke rumah dulu atau tinggal di penampungan?.
ReplyDeleteKira-kira peralatan atau perlengkapan apa saja yang bisa saya bawakan buat bekal suami selama di lebanon?
Untuk berkomunikasi disana, bisa bawa hp dari indonesia atau harus beli disana?
Suami saya InsyaAllah pratugas bulan oktober tgl 4, terimakasih pak atas informasinya.
Setelah pra tugas ada waktu untuk pulang dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan di daerah penugasan termasuk perlengkapan pribadi.HP dan kartu Indonesia masih bisa digunakan di Lebanon. Untuk lainnya silahkan baca catatan-catatan berikutnya di blog ini. Tks atas atensinya dan salam tuk suami mbak.
DeleteSelamat bertugas pak.. Semoga berhasil dan selamat ! Amiin.
ReplyDeleteTerima kasih mas.
DeleteKerenn..membanggakan
ReplyDeleteTerima kasih atas atensinya mbak.
DeleteSelamat malam, perkenalkan saya David, mohon maaf menggangu, kalau boleh tau untuk syarat dan seleksi untuk menjadi pasukan garuda bagaimana ya pak prosesnya dari TNI? Kemudian untuk tempatnya bisa memilih sendiri atau ditempatkan ya pak? Terimakasih sebelumnya atas atensi dari bapak
ReplyDeletePasukan Garuda identik dengan pasukan TNI yang ditugaskan ke luar negeri di bawah bendera PBB. Pengiriman pasukan Indonesia untuk misi PBB ditentukan melalui kesepakatan antara PBB dan Indonesia melalui Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York. Dari sini dapat diketahui di kawasan / daerah mana saja Indonesia harus mengirim pasukannya di bawah bendera PBB. Sebagai contoh, saat ini PBB masih meminta Indonesia untuk mengirimkan pasukannya di beberapa negara konflik seperti di Darfur Sudan, Lebanon dll. Untuk menjadi anggota pasukan Garuda, semua prajurit TNI memiliki hak dan kesempatan yang sama (sesuai skill dan kebutuhan) dengan lokasi/ daerah yang telah ditentukan sesuai kesepakatan Indonesia dengan PBB. Prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan Garuda umumnya merupakan prajurit pilihan dari satuannya yang telah melewati beberapa tahapan seleksi sesuai pedoman yang telah ditetapkan PBB.
DeleteSalam kenal kembali mas Zaki. Untuk pemberangkatan pasukan Garuda ke daerah penugasan, setahu saya belum pernah ada relawan (non TNI) yang ikut apalagi dalam satu pesawat. Biasanya setiap kontingen termasuk Indonesia menggunakan pesawat khusus (carteran) yang isinya satu kontingen (dilaksanakan dalam beberapa sorti penerbangan) tergantung dari jumlah personel yang dikirim. Tks
ReplyDeleteSemoga saya bisa menjadi seperti bapak, dan diberi kesempatan untuk bertugas sebagai prajurit unifil di Lebanon, jayalah TNI!!
ReplyDelete