![]() |
Tiba di Bandar Udara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon |
Setelah transit satu jam di
Karachi, Pakistan, Airbus A330-200 yang kami tumpangi “landing” dengan mulus di
Bandar Udara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon. Jam G-Shock yang
melingkar di tangan kiriku menunjukkan angka 6.30 WIB, sedangkan BB Gemini hadiah
ulang tahuh dari anakku menunjukkan waktu 01.30 Local Time, waktu Beirut, emenjadi
zona waktu Beirut (+2) di mana ada selisih waktu 5 jam.
Keluar dari badan pesawat yang
berbadan lebar tersebut, hawa dingin sudah mulai menusuk, sehingga kami pun
memanfaatkan jaket tebal bermotif loreng
gurun berlogo unifil di lengan kanan, merah putih di kiri, dengan segaris
bordiran nama “indonesia” di atas saku kiri dan nama identitas masing-masing
personel di atas saku sebelah kanan. Di balik kaca peron kami lihat ratusan
rekan-rekan kami yang mau balik ke Indonesia (dengan memanfaatkan pesawat yang
sama) memberi salam dengan lambaian tangan, seakan mereka berkata, “ Selamat
datang di Lebanon!”.
Setelah mengantri untuk “sekedar”
menunjukkan “ini lho pasport saya!” kepada dua orang petugas imigrasi bandara
yang didampingi seorang Perwira Indonesia dan Polisi Militer Unifil yang
selanjutnya saya ketahui dari Tanzania, kami akhirnya bisa keluar dari area
bandara. Selanjutnya di luar bandara, sudah menunggu puluhan bus eksekutif warna putih bertuliskan United State. Aku dan
rekan-rekan naik kendaraan ini, kemudian berjalan secara beriringan (konvoi)
dengan kawalan PM Unifil dari Tanzania menuju tempat penjemputan/ pengantaran
seluruh personel Unifil ketika terjadi rotasi penugasan yang jaraknya kurang
lebih 5 km dari bandara Rafic Hariri.
Disambut
Dubes
![]() |
Apel kesiapan sebelum disambut Dubes |
Pada 30 Desember
2012 pukul 02.00 LT, rombongan kami
disambut oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Lebanon Dimas Samodra Rum. Dalam arahannya,
pertama-tama Dubes mengucapkan selamat Datang kepada rombongan kami.
Selanjutnya Dubes mengharapkan, seluruh personel Satgas segera menyesuaikan
diri dengan daerah penugasan. Dubes juga berpesan agar kami dapat
mempertahankan citra positif Kontingen Garuda yang telah dibangun oleh
Kontingen Garuda sebelumnya.
Dalam bagian
lain arahannya, Dubes berjanji untuk membantu semaksimal mungkin kebutuhan
Satgas terutama dalam hal proses perijinan keluar Lebanon (saat masa cuti ke
tanah air maupun cuti umroh). “ Pintu Dubes terbuka lebar untuk kalian semua.
Akan kami bantu semaksimal mungkin keperluan dan kepentingan kalian selama
berada di daerah penugasan Lebanon ini” demikian janji Dubes kepada kami.
Pada akhir
arahan, Dubes mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel satgas
Kontingen Garuda dan sekali lagi berpesan untuk menjaga dan meningkatkan
prestasi pasukan Garuda dalam misi Unifil di lebanon.
Usai arahan tersebut,
selanjutnya kami naik kendaraan dan secara berkonvoi bergerak menuju kamp-kamp
yang akan menjadi markas kami selama penugasan di lebanon. Sebagian bergerak ke
markas Indobat di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan dan sebagian lagi termasuk
di dalamnya aku yang menjadi bagian dari
Satgas MCOU XXX-C, Satgas FHQSU (Force Headquarter Support Unit), FPC (Force
Protector Company) dan Cimic (Civilian
Military Coordination) bergerak ke
markas besar Unifil di Naqoura di mana Kamp Sudirman yang menjadi markas kami
berada di dalamnya.
***
***


Okay, Terima kasih .....
ReplyDeleteIni kah yang tahun 2014 tahun lalu suami saya alami???
ReplyDeleteDan sekarang saya sedang menantinya kembali ke tanah air :')
Aku juga...menunggu suami pulang ke tanah air bulan desember 😢
DeleteMksh infoy,suami mulai brtugas th ini,msh panjanggggg tuk brtemu lg
ReplyDeleteOk, selamat bertugas tuk suami tercinta dan tetap sabar menunggu kedatangannya kembali ke tanah air.
ReplyDeleteSuami saya baru tiba di lebanon untuk tugas di sana.. Dalam satu tahun itu bisa berapa x cuti yah.. Terimakasih 🙏
ReplyDelete