Dalam
berkendaraan di jalan raya (terutama mobil), setiap orang pasti menghindari apa
yang namanya “kecelakaan”. Jenisnya, ada yang dalam bentuk kecelakaan tunggal
seperti menabrak dinding pembatas karena ngantuk dan sebagainya atau juga dalam
bentuk kecelakaan ganda yang melibatkan pihak lain, entah menabrak atau
ditabrak. Semua jenis kecelakaan ini akibatnya berujung pada satu kata, “rugi”.
Kerugian yang diderita umumnya dari segi materiel, mulai dari badan mobil yang
lecet, penyok, hingga hancur tak berbentuk. Sedangkan kerugian personel, bisa
cuma sekedar badan lecet-lecet, patah tulang, hingga yang paling fatal meregang
nyawa.
Untuk
menghindari risiko buruk kecelakaan di jalan raya, semua orang akhirnya
berusaha untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dengan cara mengedepankan
sikap kehati-hatian dalam berkendara. Contoh gampang, membawa kendaraan (baik
mobil atau kendaraan roda dua) tidak dengan secara ugal-ugalan, tidak ngebut,
tidak main potong jalan orang dan sebagainya. Dengan sikap ini maka selain
tidak membahayakan diri sendiri, juga tidak membahayakan pula bagi orang lain.
![]() |
| Pengendara khas Lebanon dg motor kecilnya |
Akan
tetapi sikap kehati-hatian tersebut, ternyata tidak dimiliki sebagian warga
Lebanon dalam berkendara di jalan raya. Untuk pengendara motor misalnya, bila
kami “ berjalan-jalan” menyusuri jalanan dari kota Beirut ke kota Tyre, sering
kami temui sekelompok geng motor yang melakukan aksinya terutama dengan
“Standing free style”. Kalau sudah bertemu dengan kelompok pengendara ini maka
kami pun harus ekstra hati-hati. “mendingan ngalah, daripada bermasalah”
demikian prinsip kami, sehingga kalau belum diberi kesempatan untuk mendahului
maka biasanya kami pun sabar, sembari menunggu akrobatik jalanan Lebanon itu
beraksi di depan mata kami.
Lain
kendaraan roda dua, lain pula dengan kendaraan roda empat. Untuk yang satu ini
“lebih gila lagi!”. Pertama kali kami datang ke penugasan, kami sudah disuguhi
dengan pengendara mobil yang
“ugal-ugalan”, asal menyalip, asal belok, asal menyeberang, asal ngerem
dan asal-asalan lainnya. Beberapa kali aku melakukan kunjungan ke sejumlah
sekolah di area operasi Unifil pun, aku jarang melihat pengendara mobil yang
benar-benar santun, mau mengalah, memberi jalan, menunggu dan sebagainya. Oleh
karena itu untuk menghindari sesuatu yang tidak kami inginkan, biasanya kami
benar-benar mengalah, mengalah kepada mobil yang mau masuk ke jalan dari gang
sempit, mengalah kepada truk besar yang ingin mendahului termasuk juga
terkadang mengalah kepada mobil bobrok yang “mengambil” hak jalan mobil kami.
![]() |
| Ciri khas mobil Unifil |
Awalnya,
kami membayangkan mobil Unifil bila di jalanan Lebanon bisa jadi akan menjadi
“raja jalanan”. Kenyataannya sangat bertolak belakang. Meski semua jenis mobil
Unifil sudah dibekali dengan ciri khusus seperti warnanya yang putih, tulisan
UN di samping kanan dan kiri body mobil, plat mobil bertuliskan UNIFIL ….. dan
sebuah bendera UN di tiang kecil yang tertancap di bagian belakang mobil, namun
semua identitas ini seakan hanya sebagai pertanda bahwa itu mobil Unifil. Mobil
Unifil meski sebagian besar lumayan bagus, tetap saja harus mengalah dengan
mobil mana pun di Lebanon. Ini pula yang sering didengungkan oleh “petinggi”
Unifil hingga tingkat Kontingen dari seluruh negara, intinya memang hanya satu,
“mengalah daripada mencari perkara”.
![]() |
| Jalanan khas Lebanon yg lenggang tapi "rawan" |
“Budaya
mengalah” yang ditanamkan kepada seluruh prajurit Unifil dalam berkendara di
jalan raya, selain mempertimbangkan kondisi jalanan Lebanon yang “kurang
bersahabat” sebenarnya juga dikarenakan belajar dari pengalaman beberapa
peristiwa kecelakaan lalu lintas yang dialami prajurit Unifil sebelumnya. Dari
beberapa kasus Laka Lalin tersebut, meski dalam kondisi “normal” prajurit
Unifil dalam posisi yang benar, umumnya mereka tetap “kalah” yang
ujung-ujungnya harus membayar “uang damai” yang dipatok rata-rata 100 dolar per
kasus. Alhasil, belajar dari kenyataan ini maka ada pameo di kalangan prajurit
Unifil seperti, “kalau mau berkendara di jalan raya, siapkan minimal uang 100
dolar!” yang tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya “tabrakan” atau
“ditabrak”. Lucunya, peluang ini ditangkap pula oleh sebagian warga sehingga
terkadang mereka sengaja “menabrak” atau “minta ditabrak” mobil Unifil, biar
dapat ganti rugi sebesar itu. Hebat!
***




No comments:
Post a Comment