Sunday, June 23, 2013

Catatan ke-35 : Gara-Gara Meletus di Jalan


Bersama anak-anak dengan salah satu novelty items yang dibagikan

Dalam setiap kunjungan ke sekolah-sekolah yang ada di area operasi Unifil Lebanon, tim Mcou yang terdiri dari satu tim Tactical Outreach dan satu tim Engagement School selalu membawa oleh-oleh atau souvenir untuk murid-murid sekolah yang bersangkutan. Souvenir yang biasanya kami bawa (sesuai dengan stok barang yang ada) adalah buku tulis arabic, buku mewarnai berstiker, mini color pencil, color set, penghapus, majalah Al Janoub, leaflet dan bola kaki. Jumlah yang kami bawa ini disesuaikan dengan jumlah murid sesuai yang diperjanjikan.
Satu masalah yang sering kami hadapi dalam kegiatan outreach ke lingkungan pendidikan ini adalah keterbatasan souvenir atau dalam istilah kami novelty items yang akan dibagikan ke siswa. Dengan mempertimbangkan stok yang ada di gudang kami, maka MCOU Unifil hanya bisa melakukan outreach ke sekolah yang jumlah muridnya tidak lebih dari 80 orang. Kebijakan ini ternyata dalam beberapa kasus menjadi kendala dalam kegiatan kunjungan ke dunia pendidikan ini, karena ada beberapa sekolah yang terkadang menyiapkan lebih dari seratus bahkan duaratus orang muridnya yang siap menerima kunjungan kami.
Salah satu contoh yang dapat disebutkan di sini, sebulan lalu kami berniat berkunjung ke sebuah sekolah di sektor timur area operasi Unifil. Pada awal kesepakatan, pihak sekolah menginformasikan bahwa target audience (siswa di sekolahnya) 80 orang dan kami menyetujuinya. Akan tetapi tiga hari sebelum kunjungan pihak sekolah menginformasikan kembali bahwa siswanya bertambah sekitar 150 orang karena gabungan beberapa kelas kecil. Dengan perubahan jumlah ini, maka souvenir yang harus kami siapkan otomatis melebihi kuota yang telah kami alokasikan untuk satu sekolah. Kami keberatan dan memberikan satu solusi yaitu dari 80 paket yang masing-masing berisi 6 items dibagi rata untuk 150 orang di mana masing-masing siswa nantinya mendapatkan 3 items plus buku tulis arabic yang stoknya masih cukup banyak. Solusi ini ternyata tidak bisa diterima pihak sekolah dengan alasan, menghindari saling “iri” antara siswa di mana items pembagian tidak sama (pihak sekolah menginformasikan kalau yang satu dapat bola maka yang lain pun harus dapat bola- alasan ini memang sesuai dengan pandangan umum masyarakat Lebanon). Dengan argumen ini akhirnya kunjungan pun terpaksa dibatalkan.

 Meletus di Jalan
Untuk menghindari adanya “pertambahan” jumlah siswa pada saat pelaksanaan kunjungan sekolah, pihak MCOU Unifil umumnya menyiapkan sepuluh paket cadangan. Dan paket cadangan ini umumnya benar-benar habis didistribusikan karena memang jumlah muridnya bertambah atau kalau ada kelebihan diserahkan ke pihak guru atau sekolah.
Khusus mengenai ketersediaan paket cadangan untuk siswa sekolah, ada pengalaman menarik yang akhirnya menjadi evaluasi pihak MCOU dalam penyiapan paket ini. Pengalaman ini terjadi pada Selasa, 28 Mei 2013 lalu ketika kami melaksanakan kunjungan ke public school di Sh’atiyah, South Lebanon. Saat itu kebetulan aku sendiri terlibat dalam kunjungan ke sekolah yang letaknya di area dengan kode Unifil Y23, telah menyiapkan 50 paket souvenir dengan 10 paket cadangan. Dalam setiap paketnya berisi buku tulis arabic, buku mewarnai berstiker, mini color pencil, color set, penghapus, majalah Al Janoub, leaflet dan bola kaki.
Dalam tahap penyiapan, untuk bola kaki, berdasarkan pengalaman sebelumnya ada masukan dari warga untuk diberi bola yang sudah siap pakai (sudah dipompa), maka aku dan rekan-rekan MCOU sebelum berangkat, memompa 60 bola kaki yang akan kami bawa. Selanjutnya setelah selesai, kami pun langsung berangkat ke sekolah yang bersangkutan dengan megendari tiga mobil, dua mobil dari Indonesia dan satunya dari Italia. Bola kaki yang berjumlah 60 buah ini kami letakkan di mobil Italia yang kapasitas muatnya lebih besar.
Setelah sekitar 45 menit perjalanan dari kantor kami di Naqoura, South Lebanon, aku dan rombongan akhirnya tiba di lokasi. Menurunkan seluruh barang yang ada dan berkoordinasi dengan Direktur Sekolah.
Keceriaan anak-anak Lebanon bersama tim outreach MCOU
Usai melaksanakan kegiatan pokok yang menjadi rutinitas kami dalam kunjungan sekolah seperti pengenalan tentang simbol Unifil, profil prajurit, peran dan tugasnya, dan blue line ditambah pula dengan pemutaran video Unifil serta pengenalan Mr. Blue Barrel, aku dan rekan-rekan MCOU lainnya segera memberikan novelty items kepada seluruh siswa yang mengikuti kegiatan kami. Jumlah siswa yang ada saat itu memang lebih dari 50 orang, akan tetapi kami tidak merasa khawatir karena memiliki cadangan sejumlah 10 paket.
Saat pembagian, ternyata ada sedikit masalah di mana bola kaki yang kami bagikan tidak mencukupi jumlah siswa yang ada, padahal untuk items yang lain cukup. Ada tiga siswa yang tidak kebagian bola kaki. Kami sempat kelabakan dan merasa kecolongan, dimana bola yang lain? Padahal sesuai perhitungan kami, semua siswa bisa menerima seluruh items yang kami bawa. Usut punya usut ternyata ada lima bola kaki yang meletus di jalan saat perjalanan dari kantor ke sekolah serta dua bola lainnya diminta tentara Lebanese Armed Force yang mendampingi kami selama kunjungan berlangsung. Kenapa bisa meletus di jalan? Mengisi angin atau memompanya terlalu penuh sehingga meletus di jalan! O, begitu…. demikian dalam hati aku dan rekan-rekan yang akhirnya sedikit malu terhadap Direktur sekolah yang juga meminta bola kepada kami untuk ia bawa pulang. Yang sedikit melegakan adalah, tiga siswa yang tidak kebagian bola tidak menangis (karena sudah agak besar). Coba kalau yang tidak kebagian bola anak yang kecil dan selanjutnya menangis meraung-raung! bisa berabe! Bisa-bisa kami tidak diijinkan pulang, sebelum kiriman bola dari kantor datang!.
***

2 comments:

  1. he...he....makanya kalau mompa jgn kenceng kenceng bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, itulah yang menyebabkan bolanya meletus, apalagi cuaca panas selama perjalanan dan ditaruh di truk militer yang tidak berAC. Tks atensinya

      Delete