![]() |
| Bersama anak-anak dengan salah satu novelty items yang dibagikan |
Dalam setiap kunjungan ke
sekolah-sekolah yang ada di area operasi Unifil Lebanon, tim Mcou yang terdiri
dari satu tim Tactical Outreach dan satu tim Engagement School selalu membawa
oleh-oleh atau souvenir untuk murid-murid sekolah yang bersangkutan. Souvenir
yang biasanya kami bawa (sesuai dengan stok barang yang ada) adalah buku tulis
arabic, buku mewarnai berstiker, mini color pencil, color set, penghapus,
majalah Al Janoub, leaflet dan bola kaki. Jumlah yang kami bawa ini disesuaikan
dengan jumlah murid sesuai yang diperjanjikan.
Satu masalah yang sering kami
hadapi dalam kegiatan outreach ke lingkungan pendidikan ini adalah keterbatasan
souvenir atau dalam istilah kami novelty items yang akan dibagikan ke siswa.
Dengan mempertimbangkan stok yang ada di gudang kami, maka MCOU Unifil hanya
bisa melakukan outreach ke sekolah yang jumlah muridnya tidak lebih dari 80
orang. Kebijakan ini ternyata dalam beberapa kasus menjadi kendala dalam
kegiatan kunjungan ke dunia pendidikan ini, karena ada beberapa sekolah yang
terkadang menyiapkan lebih dari seratus bahkan duaratus orang muridnya yang
siap menerima kunjungan kami.
Salah satu contoh yang dapat
disebutkan di sini, sebulan lalu kami berniat berkunjung ke sebuah sekolah di
sektor timur area operasi Unifil. Pada awal kesepakatan, pihak sekolah
menginformasikan bahwa target audience (siswa di sekolahnya) 80 orang dan kami
menyetujuinya. Akan tetapi tiga hari sebelum kunjungan pihak sekolah
menginformasikan kembali bahwa siswanya bertambah sekitar 150 orang karena
gabungan beberapa kelas kecil. Dengan perubahan jumlah ini, maka souvenir yang
harus kami siapkan otomatis melebihi kuota yang telah kami alokasikan untuk
satu sekolah. Kami keberatan dan memberikan satu solusi yaitu dari 80 paket
yang masing-masing berisi 6 items dibagi rata untuk 150 orang di mana
masing-masing siswa nantinya mendapatkan 3 items plus buku tulis arabic yang
stoknya masih cukup banyak. Solusi ini ternyata tidak bisa diterima pihak
sekolah dengan alasan, menghindari saling “iri” antara siswa di mana items
pembagian tidak sama (pihak sekolah menginformasikan kalau yang satu dapat bola
maka yang lain pun harus dapat bola- alasan ini memang sesuai dengan pandangan
umum masyarakat Lebanon). Dengan argumen ini akhirnya kunjungan pun terpaksa
dibatalkan.
Meletus di Jalan
Untuk menghindari adanya
“pertambahan” jumlah siswa pada saat pelaksanaan kunjungan sekolah, pihak MCOU
Unifil umumnya menyiapkan sepuluh paket cadangan. Dan paket cadangan ini
umumnya benar-benar habis didistribusikan karena memang jumlah muridnya
bertambah atau kalau ada kelebihan diserahkan ke pihak guru atau sekolah.
Khusus mengenai ketersediaan
paket cadangan untuk siswa sekolah, ada pengalaman menarik yang akhirnya
menjadi evaluasi pihak MCOU dalam penyiapan paket ini. Pengalaman ini terjadi
pada Selasa, 28 Mei 2013 lalu ketika kami melaksanakan kunjungan ke public
school di Sh’atiyah, South Lebanon. Saat itu kebetulan aku sendiri terlibat
dalam kunjungan ke sekolah yang letaknya di area dengan kode Unifil Y23, telah
menyiapkan 50 paket souvenir dengan 10 paket cadangan. Dalam setiap paketnya
berisi buku tulis arabic, buku mewarnai berstiker, mini color pencil, color
set, penghapus, majalah Al Janoub, leaflet dan bola kaki.
Dalam tahap penyiapan, untuk
bola kaki, berdasarkan pengalaman sebelumnya ada masukan dari warga untuk
diberi bola yang sudah siap pakai (sudah dipompa), maka aku dan rekan-rekan
MCOU sebelum berangkat, memompa 60 bola kaki yang akan kami bawa. Selanjutnya
setelah selesai, kami pun langsung berangkat ke sekolah yang bersangkutan
dengan megendari tiga mobil, dua mobil dari Indonesia dan satunya dari Italia.
Bola kaki yang berjumlah 60 buah ini kami letakkan di mobil Italia yang
kapasitas muatnya lebih besar.
Setelah sekitar 45 menit
perjalanan dari kantor kami di Naqoura, South Lebanon, aku dan rombongan
akhirnya tiba di lokasi. Menurunkan seluruh barang yang ada dan berkoordinasi
dengan Direktur Sekolah.
![]() |
| Keceriaan anak-anak Lebanon bersama tim outreach MCOU |
Usai melaksanakan kegiatan
pokok yang menjadi rutinitas kami dalam kunjungan sekolah seperti pengenalan
tentang simbol Unifil, profil prajurit, peran dan tugasnya, dan blue line
ditambah pula dengan pemutaran video Unifil serta pengenalan Mr. Blue Barrel,
aku dan rekan-rekan MCOU lainnya segera memberikan novelty items kepada seluruh
siswa yang mengikuti kegiatan kami. Jumlah siswa yang ada saat itu memang lebih
dari 50 orang, akan tetapi kami tidak merasa khawatir karena memiliki cadangan
sejumlah 10 paket.
Saat pembagian, ternyata ada
sedikit masalah di mana bola kaki yang kami bagikan tidak mencukupi jumlah
siswa yang ada, padahal untuk items yang lain cukup. Ada tiga siswa yang tidak
kebagian bola kaki. Kami sempat kelabakan dan merasa kecolongan, dimana bola
yang lain? Padahal sesuai perhitungan kami, semua siswa bisa menerima seluruh
items yang kami bawa. Usut punya usut ternyata ada lima bola kaki yang meletus
di jalan saat perjalanan dari kantor ke sekolah serta dua bola lainnya diminta
tentara Lebanese Armed Force yang mendampingi kami selama kunjungan
berlangsung. Kenapa bisa meletus di jalan? Mengisi angin atau memompanya
terlalu penuh sehingga meletus di jalan! O, begitu…. demikian dalam hati aku
dan rekan-rekan yang akhirnya sedikit malu terhadap Direktur sekolah yang juga
meminta bola kepada kami untuk ia bawa pulang. Yang sedikit melegakan adalah,
tiga siswa yang tidak kebagian bola tidak menangis (karena sudah agak besar).
Coba kalau yang tidak kebagian bola anak yang kecil dan selanjutnya menangis
meraung-raung! bisa berabe! Bisa-bisa kami tidak diijinkan pulang, sebelum
kiriman bola dari kantor datang!.
***


he...he....makanya kalau mompa jgn kenceng kenceng bang
ReplyDeleteBetul sekali, itulah yang menyebabkan bolanya meletus, apalagi cuaca panas selama perjalanan dan ditaruh di truk militer yang tidak berAC. Tks atensinya
Delete