Friday, July 19, 2013

Catatan ke-38 : Merasakan Ramadhan di Lebanon



Pelaksanaan Sholat Tarawih di Soedirman Camp
  Dengan rotasi penugasan yang berdurasi satu tahun maka setiap personel Kontingen Garuda yang terlibat dalam misi perdamaian PBB di Lebanon akan “berjumpa” dengan peristiwa-peristiwa penting tahunan yang tercatat dalam kalender, baik yang berpatokan pada kalender Masehi atau Hijriyah. Demikian pula denganku yang tergabung dalam personel Kontingen Garuda XXX-C MCOU Unifil, dengan awal penugasan pada 1 Desember 2012 lalu dan direncanakan berakhir pada akhir Nopember atau awal Desember 2013, maka aku dan juga rekan-rekan personel Garuda lainnya akan mengalami “perjumpaan” dan merasakan sejumlah “peringatan” peristiwa penting tersebut.
Bagiku dan sebagian besar personel Satgas Garuda yang beragama Islam maka salah satu peristiwa penting yang tidak mungkin terlewati dalam kurun masa penugasan yang satu tahun tersebut adalah dijumpainya bulan suci Ramadhan. Untuk tahun ini bulan yang penuh berkah yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam sedunia tersebut jatuh pada bulan Juli.  Dan kebetulan keputusan awal Ramadhan (awal puasa) ternyata tidak berbeda antara pemerintah Indonesia dan Lebanon yakni pada Rabu, 10 Juli 2013.

Sahur-Buka Butuh Waktu 16 Jam
Seperti halnya Ramadhan di tanah air, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan di Lebanon praktis tidak ada perbedaan. Semuanya sesuai dengan tuntunan Alquran maupun hadits hadits Nabi Muhammad SAW. Untuk masalah makanan, seperti biasanya juga tidak ada perubahan. Untuk personel yang tinggal di Soedirman Camp misalnya, menu yang disajikan untuk buka puasa dan sahur tetap menu khas Indonesia dengan bumbu penyedap rasa dan sambal pedasnya. Sedangkan untuk mereka yang mendapatkan jatah makan di international mess (dinning room) seperti personel dari Indomedic dan Staf Officer (SO) juga tetap menikmati menu internasional yang sebenarnya kurang cocok dengan lidah Indonesia.
Tentara Tanzania yang mengikuti Sholat Tarawih di Soedirman Camp
Satu yang terasa berbeda dengan suasana Ramadhan di Indonesia adalah waktu puasa yang cukup panjang. Bila di Indonesia jedah waktu dari Imsyak hingga berbuka puasa sekitar 14 jam, misalnya untuk Indonesia bagian barat, Imsyak pukul 04.00 WIB maka waktu berbuka puasa sekitar pukul 18.00 WIB.  Sedangkan untuk di Lebanon, Imsyak 04.00 AM maka waktu berbuka pukul 08.00 PM. Jadi jedah waktu dari Imsyak ke waktu berbuka puasa membutuhkan waktu 16 jam, terpaut dua jam lebih lama dengan waktu berbuka puasa di Indonesia.
Perbedaan waktu yang cukup panjang ini tak terlepas dengan kondisi cuaca Lebanon yang kini memasuki musim panas (summer) di mana waktu siang lebih panjang ketimbang malam. Bila di Indonesia matahari terbenam sekitar pukul 18.00 WIB (waktu maghrib) yang ditandai dengan gelapnya cuaca (petang mendekati malam), maka untuk Lebanon matahari terbenar sekitar pukul 08.00 PM (waktu maghrib) dengan cuaca justru masih terlihat terang. Kondisi ini terkadang memang sering “ menipu” kami di mana cuaca masih terlihat sore dengan matahari masih terlihat di garis batas cakrawala laut Mediterania, tetapi sebenarnya waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 PM.
melaksanakan kegiatan rutin bekerjasama dg rekan kerja Italia
Dengan lebih panjangnya siang ketimbang malam tersebut, maka berpengaruh pula terhadap waktu istirahat, terutama di bulan puasa saat ini. Bila magrib pukul 08.00 PM, dan Isya pukul 09.30 PM, maka merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh personel TNI yang beragama Islam dalam mengatur waktu istirahat dihadapkan dengan waktu ibadah yang mengiringi bulan puasa tersebut seperti waktu ibadah Tarawih, tadarus Al Quran dan sebagainya. Alhasil dengan mempertimbangkan rutinitas kegiatan malam yang ada maka hhusus untuk ibadah Tarawih, sesuai kesepakatan dipilih pelaksanaan ibadah tarawih delapan rakaat dan Witir tiga rakaat dengan pelengkap Kultum (kuliah tujuh menit). Imam Sholat pada pelaksanaan ibadah ini adalah rekan-rekan kami yang telah berpengalaman dalam memimpin ibadah sholat di tanah air yang ditunjuk secara bergiliran. Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan ibadah ini berkisar antara 45 menit hingga satu jam, yang berarti pelaksanaan ibadah tarawih berakhir sekitar pukul 10.30 PM.
Dengan pelaksanaan ibadah Tarawih yang rata-rata berakhir pada pukul 10.30 PM maka dari pengalaman pribadiku sendiri dan sejumlah rekan-rekan Satgas, waktu istirahat malam kami berkisar antara 2-3 jam yakni rata-rata pada pukul 12.00 PM hingga menjelang waktu sahur pukul 03.00 AM. Meski waktu istirahat cukup singkat, namun bukanlah merupakan suatu halangan bagi kami untuk tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari di Unifil yang tidak mengalami perubahan yakni dari Pukul 08.00 AM  hingga pukul  05.00 PM (terkecuali Indo FPC 24 jam non stop yang dilaksanakan secara bergantian).
           ***

No comments:

Post a Comment