![]() |
| Pelaksanaan Sholat Tarawih di Soedirman Camp |
Dengan
rotasi penugasan yang berdurasi satu tahun maka setiap personel Kontingen
Garuda yang terlibat dalam misi perdamaian PBB di Lebanon akan “berjumpa”
dengan peristiwa-peristiwa penting tahunan yang tercatat dalam kalender, baik
yang berpatokan pada kalender Masehi atau Hijriyah. Demikian pula denganku yang
tergabung dalam personel Kontingen Garuda XXX-C MCOU Unifil, dengan awal
penugasan pada 1 Desember 2012 lalu dan direncanakan berakhir pada akhir
Nopember atau awal Desember 2013, maka aku dan juga rekan-rekan personel Garuda
lainnya akan mengalami “perjumpaan” dan merasakan sejumlah “peringatan”
peristiwa penting tersebut.
Bagiku
dan sebagian besar personel Satgas Garuda yang beragama Islam maka salah satu
peristiwa penting yang tidak mungkin terlewati dalam kurun masa penugasan yang
satu tahun tersebut adalah dijumpainya bulan suci Ramadhan. Untuk tahun ini bulan
yang penuh berkah yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam sedunia tersebut jatuh
pada bulan Juli. Dan kebetulan keputusan
awal Ramadhan (awal puasa) ternyata tidak berbeda antara pemerintah Indonesia
dan Lebanon yakni pada Rabu, 10 Juli 2013.
Sahur-Buka Butuh Waktu 16 Jam
Seperti
halnya Ramadhan di tanah air, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan di Lebanon
praktis tidak ada perbedaan. Semuanya sesuai dengan tuntunan Alquran maupun
hadits hadits Nabi Muhammad SAW. Untuk masalah makanan, seperti biasanya juga
tidak ada perubahan. Untuk personel yang tinggal di Soedirman Camp misalnya,
menu yang disajikan untuk buka puasa dan sahur tetap menu khas Indonesia dengan
bumbu penyedap rasa dan sambal pedasnya. Sedangkan untuk mereka yang
mendapatkan jatah makan di international mess (dinning room) seperti personel
dari Indomedic dan Staf Officer (SO) juga tetap menikmati menu internasional
yang sebenarnya kurang cocok dengan lidah Indonesia.
![]() |
| Tentara Tanzania yang mengikuti Sholat Tarawih di Soedirman Camp |
Satu
yang terasa berbeda dengan suasana Ramadhan di Indonesia adalah waktu puasa
yang cukup panjang. Bila di Indonesia jedah waktu dari Imsyak hingga berbuka
puasa sekitar 14 jam, misalnya untuk Indonesia bagian barat, Imsyak pukul 04.00
WIB maka waktu berbuka puasa sekitar pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk di Lebanon, Imsyak 04.00 AM
maka waktu berbuka pukul 08.00 PM. Jadi jedah waktu dari Imsyak ke waktu
berbuka puasa membutuhkan waktu 16 jam, terpaut dua jam lebih lama dengan waktu
berbuka puasa di Indonesia.
Perbedaan
waktu yang cukup panjang ini tak terlepas dengan kondisi cuaca Lebanon yang
kini memasuki musim panas (summer) di mana waktu siang lebih panjang ketimbang
malam. Bila di Indonesia matahari terbenam sekitar pukul 18.00 WIB (waktu
maghrib) yang ditandai dengan gelapnya cuaca (petang mendekati malam), maka
untuk Lebanon matahari terbenar sekitar pukul 08.00 PM (waktu maghrib) dengan
cuaca justru masih terlihat terang. Kondisi ini terkadang memang sering “
menipu” kami di mana cuaca masih terlihat sore dengan matahari masih terlihat
di garis batas cakrawala laut Mediterania, tetapi sebenarnya waktu sudah
menunjukkan pukul 08.00 PM.
![]() |
| melaksanakan kegiatan rutin bekerjasama dg rekan kerja Italia |
Dengan
lebih panjangnya siang ketimbang malam tersebut, maka berpengaruh pula terhadap
waktu istirahat, terutama di bulan puasa saat ini. Bila magrib pukul 08.00 PM, dan
Isya pukul 09.30 PM, maka merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh personel
TNI yang beragama Islam dalam mengatur waktu istirahat dihadapkan dengan waktu
ibadah yang mengiringi bulan puasa tersebut seperti waktu ibadah Tarawih,
tadarus Al Quran dan sebagainya. Alhasil dengan mempertimbangkan rutinitas
kegiatan malam yang ada maka hhusus untuk ibadah Tarawih, sesuai kesepakatan
dipilih pelaksanaan ibadah tarawih delapan rakaat dan Witir tiga rakaat dengan
pelengkap Kultum (kuliah tujuh menit). Imam Sholat pada pelaksanaan ibadah ini
adalah rekan-rekan kami yang telah berpengalaman dalam memimpin ibadah sholat
di tanah air yang ditunjuk secara bergiliran. Waktu yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan ibadah ini berkisar antara 45 menit hingga satu jam, yang berarti
pelaksanaan ibadah tarawih berakhir sekitar pukul 10.30 PM.
Dengan
pelaksanaan ibadah Tarawih yang rata-rata berakhir pada pukul 10.30 PM maka dari
pengalaman pribadiku sendiri dan sejumlah rekan-rekan Satgas, waktu istirahat
malam kami berkisar antara 2-3 jam yakni rata-rata pada pukul 12.00 PM hingga menjelang
waktu sahur pukul 03.00 AM. Meski waktu istirahat cukup singkat, namun bukanlah
merupakan suatu halangan bagi kami untuk tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari
di Unifil yang tidak mengalami perubahan yakni dari Pukul 08.00 AM hingga pukul
05.00 PM (terkecuali Indo FPC 24 jam non stop yang dilaksanakan secara
bergantian).
***



No comments:
Post a Comment