![]() |
| Indonesia Medal Parade 2013 di Markas Indobat Adchit Al Qusyair, Lebanon |
Medal
Parade adalah suatu upacara militer dalam bentuk parade yang diselenggarakan
dalam rangka memberikan penghargaan kepada seseorang/ kelompok karena jasa
serta pengabdiannya kepada lembaga atau badan yang berwenang memberikan
penghargaan tersebut.
![]() |
| Sebagian prajurit TNI yang menjalani misi penugasan PBB |
Untuk
Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon), Medal Parade ini
diselenggarakan untuk memberi penghargaan kepada setiap prajurit yang telah
melaksanakan tugas dengan baik dan berpartisipasi dalam menjaga perdamaian di
Lebanon. Penghargaan yang diberikan PBB melalui Unifil berupa sertifikat
penghargaan sebagai Peacekeeper, medali Peacekeeping PBB atau UN Peacekeeping Medal
(tanda kehormatan UN Medal yang berhak dipasang di seragam prajurit yang
bersangkutan), serta sebuah brevet kebanggaan kontingen Negara kontribusi
masing-masing (Khusus Indonesia brevet “Garuda”).
Sedangkan
mereka yang berhak mendapatkan UN Medal adalah seorang yang telah
berpartisipasi dalam tugas misi perdamaian dunia, untuk militer adalah mereka
baik yang diklasifikasikan sebagai Military Observer (Milobs), Staff Officer
(SO) atau yang tergabung dalam kontingen besar seperti Kontingen Garuda dari
Indonesia. Prajurit ini setidaknya berturut-turut selama satu periode penugasan
atau 6 bulan telah bertugas dan berpartisipasi dengan baik sebagai bagian dari
pasukan perdamaian PBB di Negara mana ia ditugaskan.
![]() |
| Komandan Indobat, satu tahun masa penugasan |
Jadi
PBB memberikan penghargaan UN Medal tersebut kepada mereka yang berada dalam
misinya, yang telah bertugas minimal enam bulan. Untuk yang bertugas lebih dari
itu, seperti prajurit dari Kontingen Indonesia dan beberapa dari kontingen
lainnya yang bertugas di Unifil, di mana masa penugasannya mencapai dua periode
penugasan (1 tahun) maka mereka berhak mendapatkan dua kali penghargaan UN Peacekeeping
Medal. Namun pada umumnya penghargaan yang kedua diberikan secara “Pro Memory” seperti
untuk Indonesia dengan memberikan tanda angka 2 pada UN Medal kepada setiap
prajurit yang terlibat dalam misi PBB tersebut (terutama pada tanda kehormatan
yang digunakan dalam baju PDH).
Penyematan UN Medal
Upacara
parade pemberian UN Medal atau UN Peacekeeping Medal kepada seluruh prajurit
TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dilaksanakan pada 30 Agustus 2013
lalu di lapangan upacara Batalyon Mekanis Indonesia di United Nation Pos (UNP)
berkode 7-1 di Adchit Al Qusyair, South Lebanon.
![]() |
| Pemeriksaan Pasukan oleh Inspektur Upacara |
Secara
umum, upacara UN Medal diawali dengan masuknya pasukan upacara yang terdiri
dari lima peleton gabungan Perwira, Bintara dan Tamtama dari perwakilan seluruh
Satgas Garuda. Selanjutnya setelah pasukan siap di lapangan upacara setelah
sedikit menunjukkan kekompakannya dalam gerakan “periksa kerapian”, Inspektur
Upacara yakni Deputy Force Commander Brigjen Patrick Pheland pun tiba di tempat
upacara. Jenderal berbintang satu ini, terbang dari Naqoura dengan menggunakan
Helikopter UN yang diparkir di landasan Heli markas Indobat.
Upacara
pokok pun dimulai. Setelah penghormatan kepada UN Flag dan menerima
penghormatan umum dari seluruh pasukan upacara, Brigjen Patrick Pheland
kemudian melakukan inspeksi atau pemeriksaan pasukan didampingi sang Komandan
Upacara. Berikutnya Irup dan seluruh pasukan upacara termasuk sekitar 500 tamu
undangan yang hadir pada saat itu melakukan penghormatan militer kepada bendera
UN, bendera Lebanon dan merah putih yang dikibarkan secara berurutan oleh enam
orang pengerek bendera diiringi lagu kebangsaan Lebanon dan Indonesia Raya.
![]() |
Prosesi penyematan UN Peacekeeping Medal |
Selanjutnya
acara dilanjutkan dengan penyematan UN Peacekeeping Medal kepada 1.169 prajurit
TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda yang pada saat itu diwakili oleh para
Komandan Satgas dan peserta upacara. Pada moment ini seluruh Komandan Satgas
yang tergabung dalam Kontingen Garuda yakni Komandan Satgas Indonesia Batalyon
(Indobatt), Military Community Outreach Unit (MCOU), Force Protection Company
(FPC), Force Headquarter Support Unit (FHQSU), Level II Hospital, Sector East
Military Police (Sempu), Civil Military Coordination (Cimic), ditambah dengan
Sector East Deputy Commander dan
Komandan Upacara tampil di depan mimbar Irup yang kemudian berturut-turut mulai
dari Komandan Kontingen yang juga Komandan Satgas FHQSU menerima penyematan UN
Medal langsung dari Irup Deputy Force Commander Brigjen Patrick Pheland.
![]() |
| Atraksi keterampilan prajurit |
Usai
menyematkan UN Medal kepada seluruh Komandan Satgas, Brigjen Patrick Pheland
yang juga mewakili Head of Mission/ Unifil Force Commander Jenderal Paolo
Serra, berkesempatan pula menyematkan UN Medal kepada peleton pembawa bendera
UN dan peleton Perwira. Brigjen Pheland dengan gaya “patah-patah” dalam memberi
dan membalas penghormatan prajurit secara marathon menyematkan UN Medal kepada
mereka ini didampingi Komandan Kontingen Garuda. Sedangkan untuk peserta
upacara lainnya, UN Medal disematkan oleh para Komandan Satgas yang
dilaksanakan secara bersamaan di saat Irup melakukan penyematan kepada peleton
pembawa bendera UN dan peleton Perwira.
Acara
Medal Parade akhirnya ditutup dengan defile pasukan serta Atraksi Prajurit.
Khusus untuk acara terakhir ini, Kontingen Garuda menampilkan beberapa atraksi
antara lain tari Kecak dari Bali, Reog Ponorogo dan Martial Art yang mendapat
sambutan dan aplaus luar biasa dari seluruh tamu undangan yang hadir pada
kesempatan tersebut.
Bentuk UN Medal dan UN Sertificate
![]() |
| UN Peacekeeping Medal untuk misi Unifil |
Seperti
halnya bentuk medali kehormatan (terutama untuk lingkungan militer) Bentuk UN
Medal secara umum terbagi menjadi dua bagian yakni lingkaran logam kuningan
berdiameter sekitar 5 cm dengan sebuah pita penyangga persegi panjang berwarna
warni dengan ukuran sekitar 5x 10 cm. Khusus untuk UN Medal dalam misi Unifil,
lingkaran logam pada muka utama bergambar ukiran logo UN dengan muka belakangnya
terukir tulisan, “ In The Service of Peace”. Sedangkan untuk pita penyangganya
merupakan kombinasi beberapa warna yakni warna biru PBB berada di sisi kanan
dan kiri, warna hijau daun di tengah, dan dua baris warna kecil merah-putih
sebagai pembatas warna hijau dan biru. UN Medal dalam bentuk pita dapat
dipasang di baju Pakaian Dinas Upacara (PDU), sedangkan untuk bentuk pita dapat
dipasang di baju PDH (Pakaian Dinas Harian) prajurit TNI.
![]() |
| Ini lho bentuk medalinya! |
![]() |
| UN Peacekeeping Certicate |
Untuk
sertifikat UN berupa secarik kertas tebal berukuran A4 dengan dasar warna biru
dan logo UN samar-samar (blending sekitar 60 persen) untuk background tulisan.
Di posisi paling atas terdapat gambar UN Medal yang diapit dua tulisan, United
Nations di kiri dan Nations Unies di kanan. Selanjutnya di bawah logo yang merupakan
konten utama sertifikat ini tercetak kalimat sebagai berikut, “ This is to certify that The Secretary
General of The United Nations, has awarded The United Nations Peacekeeping
Medal to MI 691414, Csgt Mohamad Syafrudin. In recognition of having completely
met the requirement of eligibility for service as a military member of the
United nations Interim Force in Lebanon. Given under my hand at Naqoura,
Lebanon, this 27th day of August 2013. Force Commander” “ terjemahan
bebasnya, Dengan ini menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB,
menganugerahkan Medali Penjaga Perdamaian PBB kepada
MI 691414 (nomor Unifil ID) atas nama Sersan Kepala Mohamad Syafrudin. Diakui sepenuhnya telah
memenuhi persyaratan kelayakan
untuk
penugasan sebagai anggota militer Pasukan Sementara PBB di
Lebanon. Diberikan
di Naqoura, Lebanon, pada hari ini 27 Agustus 2013. Komandan Pasukan Unifil (Tanda Tangan Mayjen
Paolo Serra dengan dibubuhi stempel Unifil).
Dengan
diterimanya UN Peacekeeping Medal dan UN Peacekeeping Sertificate maka aku dan
seluruh anggota kontingen Garuda
(sekitar 1.169 personel) yang menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon
secara resmi telah diakui partisipasinya dalam menjalankan tugas-tugas
perdamaian sebagai Peacekeeper di bawah bendera Unifil. Bahkan karena penugasan
kami memakan waktu satu tahun atau dua periode penugasan maka kami pun berhak
menyandang angka dua di UN Peacekeeping Medal terutama yang digunakan di baju
PDH.
***









No comments:
Post a Comment