Sunday, September 22, 2013

Catatan ke-49 : Mendapatkan “UN Medal“ Dalam Indonesia Medal Parade 2013


Indonesia Medal Parade 2013 di Markas Indobat Adchit Al Qusyair, Lebanon

  
Medal Parade adalah suatu upacara militer dalam bentuk parade yang diselenggarakan dalam rangka memberikan penghargaan kepada seseorang/ kelompok karena jasa serta pengabdiannya kepada lembaga atau badan yang berwenang memberikan penghargaan tersebut.
Sebagian prajurit TNI yang menjalani misi penugasan PBB
Untuk Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon), Medal Parade ini diselenggarakan untuk memberi penghargaan kepada setiap prajurit yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan berpartisipasi dalam menjaga perdamaian di Lebanon. Penghargaan yang diberikan PBB melalui Unifil berupa sertifikat penghargaan sebagai Peacekeeper, medali Peacekeeping PBB atau UN Peacekeeping Medal (tanda kehormatan UN Medal yang berhak dipasang di seragam prajurit yang bersangkutan), serta sebuah brevet kebanggaan kontingen Negara kontribusi masing-masing (Khusus Indonesia brevet “Garuda”).
Sedangkan mereka yang berhak mendapatkan UN Medal adalah seorang yang telah berpartisipasi dalam tugas misi perdamaian dunia, untuk militer adalah mereka baik yang diklasifikasikan sebagai Military Observer (Milobs), Staff Officer (SO) atau yang tergabung dalam kontingen besar seperti Kontingen Garuda dari Indonesia. Prajurit ini setidaknya berturut-turut selama satu periode penugasan atau 6 bulan telah bertugas dan berpartisipasi dengan baik sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Negara mana ia ditugaskan.
Komandan Indobat, satu tahun masa penugasan
Jadi PBB memberikan penghargaan UN Medal tersebut kepada mereka yang berada dalam misinya, yang telah bertugas minimal enam bulan. Untuk yang bertugas lebih dari itu, seperti prajurit dari Kontingen Indonesia dan beberapa dari kontingen lainnya yang bertugas di Unifil, di mana masa penugasannya mencapai dua periode penugasan (1 tahun) maka mereka berhak mendapatkan dua kali penghargaan UN Peacekeeping Medal. Namun pada umumnya penghargaan yang kedua diberikan secara “Pro Memory” seperti untuk Indonesia dengan memberikan tanda angka 2 pada UN Medal kepada setiap prajurit yang terlibat dalam misi PBB tersebut (terutama pada tanda kehormatan yang digunakan dalam baju PDH).

Penyematan UN Medal
Upacara parade pemberian UN Medal atau UN Peacekeeping Medal kepada seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dilaksanakan pada 30 Agustus 2013 lalu di lapangan upacara Batalyon Mekanis Indonesia di United Nation Pos (UNP) berkode 7-1 di Adchit Al Qusyair, South Lebanon.
Pemeriksaan Pasukan oleh Inspektur Upacara
Secara umum, upacara UN Medal diawali dengan masuknya pasukan upacara yang terdiri dari lima peleton gabungan Perwira, Bintara dan Tamtama dari perwakilan seluruh Satgas Garuda. Selanjutnya setelah pasukan siap di lapangan upacara setelah sedikit menunjukkan kekompakannya dalam gerakan “periksa kerapian”, Inspektur Upacara yakni Deputy Force Commander Brigjen Patrick Pheland pun tiba di tempat upacara. Jenderal berbintang satu ini, terbang dari Naqoura dengan menggunakan Helikopter UN yang diparkir di landasan Heli markas Indobat.
Upacara pokok pun dimulai. Setelah penghormatan kepada UN Flag dan menerima penghormatan umum dari seluruh pasukan upacara, Brigjen Patrick Pheland kemudian melakukan inspeksi atau pemeriksaan pasukan didampingi sang Komandan Upacara. Berikutnya Irup dan seluruh pasukan upacara termasuk sekitar 500 tamu undangan yang hadir pada saat itu melakukan penghormatan militer kepada bendera UN, bendera Lebanon dan merah putih yang dikibarkan secara berurutan oleh enam orang pengerek bendera diiringi lagu kebangsaan Lebanon dan Indonesia Raya.

Prosesi penyematan UN Peacekeeping Medal

  Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyematan UN Peacekeeping Medal kepada 1.169 prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda yang pada saat itu diwakili oleh para Komandan Satgas dan peserta upacara. Pada moment ini seluruh Komandan Satgas yang tergabung dalam Kontingen Garuda yakni Komandan Satgas Indonesia Batalyon (Indobatt), Military Community Outreach Unit (MCOU), Force Protection Company (FPC), Force Headquarter Support Unit (FHQSU), Level II Hospital, Sector East Military Police (Sempu), Civil Military Coordination (Cimic), ditambah dengan Sector East Deputy Commander  dan Komandan Upacara tampil di depan mimbar Irup yang kemudian berturut-turut mulai dari Komandan Kontingen yang juga Komandan Satgas FHQSU menerima penyematan UN Medal langsung dari Irup Deputy Force Commander Brigjen Patrick Pheland.
Atraksi keterampilan prajurit
Usai menyematkan UN Medal kepada seluruh Komandan Satgas, Brigjen Patrick Pheland yang juga mewakili Head of Mission/ Unifil Force Commander Jenderal Paolo Serra, berkesempatan pula menyematkan UN Medal kepada peleton pembawa bendera UN dan peleton Perwira. Brigjen Pheland dengan gaya “patah-patah” dalam memberi dan membalas penghormatan prajurit secara marathon menyematkan UN Medal kepada mereka ini didampingi Komandan Kontingen Garuda. Sedangkan untuk peserta upacara lainnya, UN Medal disematkan oleh para Komandan Satgas yang dilaksanakan secara bersamaan di saat Irup melakukan penyematan kepada peleton pembawa bendera UN dan peleton Perwira.
Acara Medal Parade akhirnya ditutup dengan defile pasukan serta Atraksi Prajurit. Khusus untuk acara terakhir ini, Kontingen Garuda menampilkan beberapa atraksi antara lain tari Kecak dari Bali, Reog Ponorogo dan Martial Art yang mendapat sambutan dan aplaus luar biasa dari seluruh tamu undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.

Bentuk UN Medal dan UN Sertificate
UN Peacekeeping Medal untuk misi Unifil
Seperti halnya bentuk medali kehormatan (terutama untuk lingkungan militer) Bentuk UN Medal secara umum terbagi menjadi dua bagian yakni lingkaran logam kuningan berdiameter sekitar 5 cm dengan sebuah pita penyangga persegi panjang berwarna warni dengan ukuran sekitar 5x 10 cm. Khusus untuk UN Medal dalam misi Unifil, lingkaran logam pada muka utama bergambar ukiran logo UN dengan muka belakangnya terukir tulisan, “ In The Service of Peace”. Sedangkan untuk pita penyangganya merupakan kombinasi beberapa warna yakni warna biru PBB berada di sisi kanan dan kiri, warna hijau daun di tengah, dan dua baris warna kecil merah-putih sebagai pembatas warna hijau dan biru. UN Medal dalam bentuk pita dapat dipasang di baju Pakaian Dinas Upacara (PDU), sedangkan untuk bentuk pita dapat dipasang di baju PDH (Pakaian Dinas Harian) prajurit TNI.
Ini lho bentuk medalinya!
UN Peacekeeping Certicate
Untuk sertifikat UN berupa secarik kertas tebal berukuran A4 dengan dasar warna biru dan logo UN samar-samar (blending sekitar 60 persen) untuk background tulisan. Di posisi paling atas terdapat gambar UN Medal yang diapit dua tulisan, United Nations di kiri dan Nations Unies di kanan. Selanjutnya di bawah logo yang merupakan konten utama sertifikat ini tercetak kalimat sebagai berikut, “ This is to certify that The Secretary General of The United Nations, has awarded The United Nations Peacekeeping Medal to MI 691414, Csgt Mohamad Syafrudin. In recognition of having completely met the requirement of eligibility for service as a military member of the United nations Interim Force in Lebanon. Given under my hand at Naqoura, Lebanon, this 27th day of August 2013. Force Commander” “ terjemahan bebasnya, Dengan ini menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB, menganugerahkan Medali Penjaga Perdamaian PBB kepada MI 691414 (nomor Unifil ID) atas nama Sersan Kepala Mohamad Syafrudin. Diakui sepenuhnya telah memenuhi persyaratan kelayakan untuk penugasan sebagai anggota militer Pasukan Sementara PBB di Lebanon. Diberikan di Naqoura, Lebanon, pada hari ini 27 Agustus 2013. Komandan Pasukan Unifil (Tanda Tangan Mayjen Paolo Serra dengan dibubuhi stempel Unifil).
Dengan diterimanya UN Peacekeeping Medal dan UN Peacekeeping Sertificate maka aku dan seluruh anggota kontingen Garuda  (sekitar 1.169 personel) yang menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon secara resmi telah diakui partisipasinya dalam menjalankan tugas-tugas perdamaian sebagai Peacekeeper di bawah bendera Unifil. Bahkan karena penugasan kami memakan waktu satu tahun atau dua periode penugasan maka kami pun berhak menyandang angka dua di UN Peacekeeping Medal terutama yang digunakan di baju PDH.
***

No comments:

Post a Comment