![]() |
| Makam Sheikh Abad dalam versi Lebanon dan makam Rabi Ashi menurut pandangan warga Israel |
Sejumlah hot spot penting yang menjadi lokasi
kunjungan aku dan rekan-rekan program Induction Training Unifil pada akhir Agustus 2013 lalu, salah satunya
adalah makam Sheikh Abad (atau lebih dikenal dengan sebutan Shiekh Abad Tomb). Makam ini
merupakan hot spot yang cukup populer di Unifil karena tempat ini ditengarai
sering memunculkan ketegangan dan gesekan antara pihak Lebanon-Israel serta letaknya
yang cukup strategis di perbatasan Israel-Lebanon, tepatnya di UNPos 8-33.
Untuk mencapai lokasi ini, rombongan kami harus menempuh perjalanan darat yang
cukup jauh, berkelok-kelok, naik turun mengikuti kontur daerahnya yang penuh
dengan pebukitan.
![]() |
| No photograph!, No Weapon! |
Setelah menempuh perjalanan yang cukup
melelahkan selama kurang lebih 2 jam dari Seqtor West HQ Unifil dari Shama, kami pun tiba di tempat ini. Tempat ini
sebelumnya merupakan tanggung jawab dan area penugasan Kompi B dari Batalyon Indonesia, namun kini digantikan
oleh satu kompi dari batalyon infanteri Nepal. Patung Garuda yang dibangun
cukup unik terlihat masih terawat rapi, sebagai salah satu peninggalan tentara
Indonesia. Di tempat ini, kami dilarang mengambil gambar foto atau video. Bila
ini dilanggar dan terekam oleh pihak Israel melalui kamera intai yang selalu
memonitor aktifitas kami maka mereka akan mengajukan klaim kepada pihak Unifil.
Tentara Nepal yang menjaga tempat ini benar-benar menekankan masalah ini kepada
kami sehingga sejumlah rekan yang berniat mengabadikan gambar, tidak jadi
mengeluarkan kamera foto atau HP yang mereka bawa (Kecuali penulis yang masih
berani “curi-curi” mengambil foto aktifitas, dengan mendapat backup dari
sejumlah rekan lain)
![]() |
| Penjelasan seorang personel OGL |
Usai dijamu minuman dan makanan kecil oleh
tentara Nepal, rombongan kami menerima briefing dari petugas OGL (Observer Group Lebanon). Lokasi briefing berada di luar markas batalyon Nepal yang
letaknya tidak begitu jauh dari blue line dan technical fence (pagar
perbatasan) yang dibangun tentara Israel. Sesuai prosedur bila ada aktifitas prajurit
Unifil di lokasi perbatasan maka diharuskan ditandai dengan adanya bendera UN.
Dan saat itu, memang terdapat seorang prajurit Nepal yang membawa bendera UN
dengan warna dasar biru yang dililitkan di sepotong kayu panjang.
![]() |
| Bendera UN dikibarkan selama aktifitas |
Dari
petugas OGL, aku dan rombongan menerima sejumlah gambaran tentang lokasi yang
berada di UNP berkode 8-33 ini. Menurutnya lokasi ini menjadi salah satu titik
perbatasan yang rawan konflik karena lokasinya yang sangat strategis berupa
ketinggian efektif. Lokasi ketinggian strategis ini akhirnya dibagi menjadi dua
bagian, Israel dan Lebanon. Uniknya di tempat ini pula ada sebuah makam yang
sebelumnya ramai dikunjungi oleh penduduk kedua negara. Oleh pihak Lebanon
makam tersebut merupakan makam Sheikh Abad sedangkan oleh warga Israel,
makam itu merupakan makam seorang Rabi suci yang dikenal dengan nama Rabi Ashi.
Karena pentingnya makam bagi kedua pihak akhirnya makam ini “dibagi” menjadi dua bagian. Satu sisi makam
menjadi milik Lebanon sedangkan separoh makam lainnya menjadi milik Israel.
Makam yang Dibagi Dua
Usai menerima penjelasan dari petugas OGL,
rombongan kami diberi kesempatan oleh pihak penjaga makam dari tentara Nepal
untuk mengunjungi makam tersebut secara bergantian dan berkelompok yakni masing-masing maksimal enam orang
dengan kawalan seorang prajurit Nepal yang kembali membawa bendera UN. Sebelum
mengunjungi makam, aku dan seluruh rekan pelatihan diharuskan menitipkan
sejumlah barang yang dianggap “haram” dibawa ke makam. Barang-barang itu antara
lain senjata organik berupa pistol atau senjata api laras panjang, Hand Phone
dan sejenisnya serta kamera foto maupun video. Barang ini ditaruh di atas meja
yang telah disiapkan pihak Nepalese Army. Aku sendiri sebelum mengunjungi makam
menitipkan pistol dan BB yang saat itu aku bawa. Setelah prosedur ini terlewati
kami pun diperbolehkan mengunjungi makam yang selanjutnya diberi penjelasan langsung
di depan makam oleh Wakil Komandan Kompi Nepal tentang kondisi makam.
![]() |
| Terbagi dua, bagaimana tanggapan si empunya makam ? |
Melihat dari dekat makam yang terbagi dua,
saat itu hatiku miris, pertikaian yang
berkepanjangan lah yang membuat makam orang yang telah meninggal ratusan tahun
yang lalu ini harus menerima getahnya, menjadi rebutan pihak Israel dan
Lebanon. Mungkin sang penghuni makam
sendiri di dunia “sana” akan geleng-geleng kepala melihat makamnya terbagi
menjadi dua dengan pagar kawat berduri yang menjadi pembatasnya.
Sebelum terjadi pertikaian antara Israel dan
Lebanon, makam Sheikh Abad ini ramai dikunjungi para peziarah yang masih
menghargai dan menghormati jasa-jasanya. Namun ada dua pandangan yang berbeda
mengenai siapakah yang dikubur di dalam makam ini. Menurut kepercayaan tradisional orang Yahudi atau Israel, makam ini
merupakan makam satu satu orang suci mereka yang disebut Rabi Ashi.
Sedangkan kaum muslim Lebanon, mengklaim bahwa itu adalah makam seorang Muslim Syiah, bernama Sheikh Abbad, seorang
pendiri gerakan
Syiah di Lebanon yang hindup sekitar 500 tahun yang lalu.
Karena
letaknya yang sangat strategis serta pentingnya arti makam tersebut bagi Israel
maupun Lebanon maka makam ini menjadi rebutan kedua pihak. Israel menganggap
lokasi tersebut masuk wilayahnya, demikian pula pihak Lebanon. Akhirnya pasukan penjaga perdamaian PBB pada Mei 2000, membagi lokasi makam ini menjadi dua bagian
dengan mendirikan pagar pembatas berupa kawat berduri. Separuh makam menjadi
miliki Israel, sedangkan separuh makam sisanya menjadi miliki Lebanon. PBB juga
menentukan titik tengah makam ini menjadi salah satu lintasan blue line.
Ketegasan PBB membagi lokasi makam menjadi dua bagian ini diterima kedua pihak
dan akhirnya bias mengurangi terjadinya gesekan antara pasukan penjaga makam
dari kedua belah pihak Israel dan Lebanon.
Bial diamati secara teliti, ada sesuatu yang
sangat menyolok mengenai kondisi makam Sheikh Abad ini. Bila separoh makam yang
masuk wilayah Lebanon hanya merupakan lapangan terbuka dengan sebagian di
antaranya persis di depan makam berlantai keramik, namun separoh makam lainnya
yang masuk wilayah Israel dipayungi oleh sebuah gedung besar mirip kapal laut
yang dijadikan markas penjaga makam pihak tentara Israel dengan dukungan menara
pengawas dan peralatan teknologi komunikasi yang menurutku cukup modern dan
lengkap.
Menurut Kapten Manish dari Nepalese Army,
yang juga menjadi Komandan Kompi Nepal “penjaga makam” di UNP 8-33, menara
pengawas Israel di makam Sheik Abad tersebut dilengkapi dengan sejumlah
peralatan seperti kamera intai yang cukup canggih dan semuanya diarahkan ke
kawasan Lebanon. “ Beberapa bulan lalu, pihak Israel pernah mengajukan klaim ke
Unifil karena kamera intai di sini merekam seorang prajurit Unifil yang sedang
mengambil gambar yang jaraknya dari sini lima kilometer. Coba bayangkan, dari
jarak sejauh itu, kamera intai di menara pengawas Israel ini mampu merekam
gambar dari obyek yang cukup jauh tersebut. Tadinya mereka menganggap prajurit
saya, tetapi setelah ditelusuri ternyata seorang rekan prajurit dari Cina.
Namun kasus itu akhirnya dapat diselesaikan dengan baik oleh Unifil “ kata sang
Kapten yang saat itu menjadi guide untuk menjelaskan kondisi makam kepada
rombongan kami.
![]() |
| Foto bersama di depan patung Garuda peninggalan tentara Indonesia |
Usai puas mengunjungi makam dan menyempatkan
diri untuk berfoto bersama di bawah patung Garuda “Indonesia” yang masih
berdiri tegak tak jauh dari pintu gerbang penjagaan, aku dan rombongan peserta
program Induction Training Unifil segera melanjutkan perjalanan, mengunjungi
lokasi berikutnya yang telah ditetakan pihak panitia.
***






No comments:
Post a Comment