Sesuai dengan
ketentuan yang dikeluarkan pihak Unifil (United Interim Force in Lebanon),
setiap prajurit yang tergabung dalam misi penugasan di bawah bendera PBB di
Lebanon ini mendapatkan hak cuti penugasan. Hak cuti setiap prajurit Unifil
dihitung berdasarkan masa penugasan mereka. Hitungannya, untuk satu bulan
penugasan, hak cutinya 2,5 hari ditambah hari Sabtu dan Minggu, hari besar
internasional dan hari besar Unifil.
Proses pengajuan cuti
termasuk penentuan waktunya ditentukan masing-masing personel dan Satgas. Meski
demikian untuk cuti periode pertama penugasan (enam bulan pertama penugasan),
seluruh personel kontingen Garuda yang berada di Lebanon ditetapkan secara
bersamaan waktunya dengan jumlah hari yang juga hampir sama. Untuk prajurit TNI
yang berada di Sector West yang bermarkas di Naqoura dan sekitarnya, periode
pertama cuti dibagi dalam empat gelombang dengan masing-masing gelombang
mendapatkan hak cuti 25 hari. Sedangkan untuk prajurit Garuda yang tergabung
dalam Indobat, Sempu dan lainnya yang berada di Sector East dibagi dalam 5
gelombang pemberangkatan cuti.
Terkait dengan cuti
ini, maka hampir seluruh prajurit TNI yang beragama Islam melaksanakan “cuti
umroh “ dengan tujuan utama Mekah, Arab Saudi. Umroh atau dalam bahasa Arab
عمرة adalah salah satu kegiatan
ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini
dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah,
khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari'ah, Umroh berarti melaksanakan Tawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shofa dan Marwah,
setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji
kecil. Perbedaan umroh dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umroh dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap
tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada
beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta
dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Beaya umroh dari Lebanon terkenal murah karena
memang lokasinya yang cukup dekat (dengan pesawat sekitar 2 jam perjalanan).
Untuk Kontingen Garuda yang sedang bertugas di Lebanon, paket Umroh 7 hari
dengan akomodasi yang cukup lumayan mulai dari pengurusan visa umroh,
penerbangan, makan hingga hotel, beayanya cuma US$ 770 (sekitar Rp.7,2 juta
dengan nilai kurs Rp.9600 untuk satu dolarnya). Beaya ini merupakan hasil
kesepakatan kontingen dengan pihak travel (Ambasador Travel ). Bayangkan bila
umroh dari Indonesia yang nilainya berkisar antara 18-25 juta. Sedangkan untuk
mereka yang ingin menghabiskan waktu cutinya di Indonesia, dikenai beaya
tambahan sebesar US$ 875.
Aku, yang merupakan salah satu personel TNI
yang tergabung dalam Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-C
Unifil, merupakan satu dari sebagian personel TNI yang mengambil cuti umroh
yang selanjutnya terbang langsung ke Indonesia. Dengan dua tujuan cuti ini
yakni Arab Saudi (Umroh) dan Jakarta (Indonesia) maka beaya cuti yang harus aku
keluarkan sebesar US$ 1545.
Waktu yang aku ambil untuk pelaksanaan cuti
periode pertama ini adalah tanggal 13 April hingga 7 Mei 2013 (gelombang
kedua). Tanggal 13 April hingga 19 April 2013 aku manfaatkan untuk pelaksanaan
umroh, sedangkan sisanya dari tanggal 21 April hingga 7 Mei 2013 , waktu cuti
tersebut, aku habiskan bersama keluarga di Jakarta dan juga untuk menengok
orang tua di kampung kelahiranku, Tegal.
Murahnya beaya Umroh yang cuma US$ 770 tersebut
akhirnya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh prajurit TNI yang tergabung
dalam Satgas Unifil (terkecuali yang non muslim) dengan melaksanakan cuti
Umroh. Bahkan ada pepatah yang beredar di lingkungan prajurit Unifil dari
Indonesia seperti, tidaklah lengkap pengalaman tugas dalam misi PBB di Lebanon
kalau tidak sempat melaksanakan ibadah Umroh.
***
No comments:
Post a Comment