Friday, May 31, 2013

Catatan ke-29 : Umroh Cuma 750 US Dolar




Sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pihak Unifil (United Interim Force in Lebanon), setiap prajurit yang tergabung dalam misi penugasan di bawah bendera PBB di Lebanon ini mendapatkan hak cuti penugasan. Hak cuti setiap prajurit Unifil dihitung berdasarkan masa penugasan mereka. Hitungannya, untuk satu bulan penugasan, hak cutinya 2,5 hari ditambah hari Sabtu dan Minggu, hari besar internasional dan hari besar Unifil.
Proses pengajuan cuti termasuk penentuan waktunya ditentukan masing-masing personel dan Satgas. Meski demikian untuk cuti periode pertama penugasan (enam bulan pertama penugasan), seluruh personel kontingen Garuda yang berada di Lebanon ditetapkan secara bersamaan waktunya dengan jumlah hari yang juga hampir sama. Untuk prajurit TNI yang berada di Sector West yang bermarkas di Naqoura dan sekitarnya, periode pertama cuti dibagi dalam empat gelombang dengan masing-masing gelombang mendapatkan hak cuti 25 hari. Sedangkan untuk prajurit Garuda yang tergabung dalam Indobat, Sempu dan lainnya yang berada di Sector East dibagi dalam 5 gelombang pemberangkatan cuti.
Terkait dengan cuti ini, maka hampir seluruh prajurit TNI yang beragama Islam melaksanakan “cuti umroh “ dengan tujuan utama Mekah, Arab Saudi. Umroh atau dalam bahasa Arab عمرة adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari'ah, Umroh berarti melaksanakan Tawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil. Perbedaan umroh dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umroh dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.
Beaya umroh dari Lebanon terkenal murah karena memang lokasinya yang cukup dekat (dengan pesawat sekitar 2 jam perjalanan). Untuk Kontingen Garuda yang sedang bertugas di Lebanon, paket Umroh 7 hari dengan akomodasi yang cukup lumayan mulai dari pengurusan visa umroh, penerbangan, makan hingga hotel, beayanya cuma US$ 770 (sekitar Rp.7,2 juta dengan nilai kurs Rp.9600 untuk satu dolarnya). Beaya ini merupakan hasil kesepakatan kontingen dengan pihak travel (Ambasador Travel ). Bayangkan bila umroh dari Indonesia yang nilainya berkisar antara 18-25 juta. Sedangkan untuk mereka yang ingin menghabiskan waktu cutinya di Indonesia, dikenai beaya tambahan sebesar US$ 875.
Aku, yang merupakan salah satu personel TNI yang tergabung dalam Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-C Unifil, merupakan satu dari sebagian personel TNI yang mengambil cuti umroh yang selanjutnya terbang langsung ke Indonesia. Dengan dua tujuan cuti ini yakni Arab Saudi (Umroh) dan Jakarta (Indonesia) maka beaya cuti yang harus aku keluarkan sebesar US$ 1545.
Waktu yang aku ambil untuk pelaksanaan cuti periode pertama ini adalah tanggal 13 April hingga 7 Mei 2013 (gelombang kedua). Tanggal 13 April hingga 19 April 2013 aku manfaatkan untuk pelaksanaan umroh, sedangkan sisanya dari tanggal 21 April hingga 7 Mei 2013 , waktu cuti tersebut, aku habiskan bersama keluarga di Jakarta dan juga untuk menengok orang tua di kampung kelahiranku, Tegal.
Murahnya beaya Umroh yang cuma US$ 770 tersebut akhirnya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Unifil (terkecuali yang non muslim) dengan melaksanakan cuti Umroh. Bahkan ada pepatah yang beredar di lingkungan prajurit Unifil dari Indonesia seperti, tidaklah lengkap pengalaman tugas dalam misi PBB di Lebanon kalau tidak sempat melaksanakan ibadah Umroh. 
                                                                    ***

No comments:

Post a Comment