Friday, May 31, 2013

Catatan Ke-30 :Berangkat Umroh



Pada Sabtu 13 April 2013, tepat pukul 15.30 LT (waktu Lebanon), cuti penugasan untuk gelombang kedua dengan tujuan Umroh-Arab Saudi diberangkatkan dari Soedirman Camp, Naqoura, South Lebanon, menuju bandar udara internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon. Gelombang cuti kedua ini terdiri dari 46 personel gabungan dari Indo Military Community Outreach Unit (MCOU), Force Protection Company (FPC), Force Head Quarter Support Unit (FHQSU), Level II Hospital dan Staff Officer (SO) Unifil.  Aku termasuk dalam gelombang cuti ini dengan 3 orang rekanku dari Satgas yang sama yakni MCOU Unifil.
 Setelah melaksanakan “apel keberangkatan” yang tidak lupa diiringi dengan doa bersama, aku dan rombongan akhirnya berangkat ke Rafic Hariri Airport dengan sebuah bus besar yang cukup menampung jumlah kami sebanyak 46 orang.
Perjalanan dari Naqoura-Beirut yang sebelumnya bagiku cukup membosankan, kali ini sedikit berbeda. Bayangan tanah suci Mekah dengan Kabahnya serasa sudah begitu dekat sehingga tak terasa bus yang kami tumpangi sudah memasuki area MEA (di Indonesia seperti MA-Marshalling Area yang merupakan tempat transit/ persiapan untuk kedatangan dan keberangkatan bagi setiap rombongan personel Unifil dari dan kembali ke negaranya). Setelah beristirahat selama kurang lebih 1 jam untuk menunaikan sholat Maghrib, akhirnya kami berangkat kembali menuju Dropp Zone Rafic Hariri Airport yang lokasinya sekitar 5 menit perjalanan dari markas MEA.
Tiba di Rafic Hariri International Airport
Setiba di bandar udara internasional Rafic Hariri, kami disambut Pak Rahman, seorang staf KBRI yang akan membantu kami dalam pengurusan administrasi (tiket/ visa dll). Pada pukul 19.00, aku dan rombongan secara bergantian melewati Security Check Point, yaitu tempat pemerikasaan penumpang pesawat beserta bawa bawaan baik bagasi maupun kabin. Pemeriksaan barang bawaan akan melalui peralatan xray sedangkan untuk orangnya akan melewati Walk Through Metal Detector. Di tempat ini, seluruh benda logam seperti jam tangan, Handphone, Kunci, dsb diperiksa melalui x-ray. Kami juga tidak diperkenankan membawa serta barang-barang berbahaya, seperti pisau, cutter, korek api, korek gas, dsb. Bila ini terbawa maka otomatis akan disita oleh petugas.
Setelah melewati Area Security Check Point, aku dan rombongan segera menuju Area Check in Counter yaitu tempat untuk melapor di masing masing Airline tentang keberangkatan kita. Sesuai dengan nama penerbangan yang kami pesan maka kami menuju ke counter Qatar Airways. Secara bergantian, dalam proses Check in Counter ini aku dan rombongan menerima Boarding Pass dan sekaligus menyerahkan barang bawaan yang dibagasikan. Berat barang bawaan kami yang diperbolehkan masuk bagasi maksimal 30 kg dan barang yang masuk kabin (umumnya dimasukkan ke backpack) seberat 10 kg. Aku sendiri cuma membawa satu backpack kecil dengan berat tak lebih dari 3 kilo berisi pakaian ganti. Koper besar yang rencana akan dibawa pulang ke Indonesia aku titipkan kepada seorang rekanku di Naqoura di mana nantinya usai Umroh, barang tersebut akan langsung diantar ke bandara.
Setelah proses checkin selesai maka kami menuju ruang tunggu keberangkatan. Sebenarnya sebagaimana lazimnya penumpang pesawat, dalam perjalanan menuju ruang tunggu keberangkatan kami akan disuruh membayar Airport Tax atau PJP2U atau Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara. Tarif PJP2U tiap bandara berbeda. Untuk bandara besar biasanya dikenakan tarif sebesar Rp. 30.000 untuk penumpang domestic dan Rp. 150.000 untuk penumpang internasional. PJP2U ini tidak termasuk dalam harga pembelian tiket.  Penumpang yang dibebaskan dari PJP2U ini adalah penumpang transit, bayi, air crew, tamu negara. Aku dan rombongan dikategorikan sebagai tamu negara (diplomat) maka kami dibebaskan dari PJP2U ini.
Sesaat setelah melewati dua belokan, kami tiba di ruang tunggu keberangkatan yang cukup luas dengan puluhan kursi yang berjajar rapi di tengah-tengah koridor menghadap puluhan store yang menjual pernak-pernak dan merchandise. Di tempat ini, sembari menunggu waktu keberangkatan, aku dan rekanku yang beragama Islam menyempatkan diri sholat Isya berjamaah di mushola kecil yang berada di lantai 2 bandara. Di tempat ini pula kami melakukan santap malam dengan menu yang kami bawa masing-masing dari Kamp Soedirman. Meski sudah dingin, tapi cukup enak untuk mengganjal perut yang sudah mulai keroncongan sejak keberangkatan kami dari Naqoura.
Usai menunggu sekitar 1 jam, pada pukul 21.30 LT, kami bergeser memasuki ruang tunggu keberangkatan pesawat. Namun sebelum tiba di ruang tunggu tersebut, kami berhadapan lagi dengan Area Security Check Point yang kedua. Dalam Area Security Check Point yang kedua ini,  barang yang akan kami bawa di kabin pesawat dicek kembali. Barang bawaan ini dicheck melalui xray, sedangkan aku dan rekan-rekanku yang berjumlah 46 orang melalui Walk Through Metal Detector.
Setelah melewati Area Security Check Point kedua maka kami menuju ruang tunggu keberangkatan pesawat. Setiap Maskapai Penerbangan mempunyai jalur atau pintu gate keberangkatan sendiri.  Kami menuju ruang tunggu keberangkatan sesuai dengan nomer gate yang tertera di boarding pass kami.
Usai menunggu sekitar setengah jam di ruang tunggu keberangkatan, kami dipersilahkan menuju pintu koridor yang langsung menuju pintu pesawat. Sebelumnya satu per satu, boarding pass serta pasport kami dicek oleh petugas yang cukup ramah.  Akhirnya tepat pukul 10.45 PM, pesawat Qatar Airways yang aku tumpangi, take off dari Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon. Terbang dalam suasana malam yang cukup gelap menuju tempat impian kami, kota suci Mekah ………

No comments:

Post a Comment