Tuesday, September 17, 2013

Catatan ke-48 : Kenangan Kami Bersama Sara Mariani



Sara (tengah) dalam sebuah poster yang tertempel di dinding kantorku

 Seperti pernah diulas dalam  catatan-catatan sebelumnya, dalam misi penugasan PBB di Lebanon, aku dan 17 orang rekan prajurit TNI lainnya tergabung dalam salah satu unit kecil Unifil  (United Nations Interim Force In Lebanon) yang dikenal dengan sebutan Military Community Outreach Unit (MCOU). Secara umum tugas tim kecil ini adalah melakukan “outreach” atau pendekatan dengan masyarakat yang dilakukan secara “face to face” atau “tatap muka" dengan pemuka masyarakat (local leader atau local people).
Saat ini, personel MCOU terdiri dari gabungan tiga Negara, yakni Indonesia dengan 18 personel, Italia 6 personel dan 6 personel civilian Lebanon yang bertugas sebagai Language Assistant. Personel gabungan tiga Negara ini bahu membahu, bekerjasama dengan baik dalam melaksanakan tugas-tugas MCOU sesuai dengan yang digariskan pihak Komando Unifil.
Khusus untuk masa penugasan, seperti halnya Satgas yang berada di bawah bendera “Indonesia Contingent”, personel MCOU menjalani penugasan selama 1 tahun. Sedangkan untuk rekan-rekan kerja dari Italia, masa penugasan mereka hanya berkisar 6 bulan untuk satu periode penugasan serta untuk rekan kerja LA dari Lebanon disesuaikan dengan kontrak kerja mereka dengan Unifil.
Dengan rotasi penugasan yang berbeda ini maka dalam satu periode penugasan, aku dan rekan-rekan MCOU dari Indonesia akan bertemu dan bekerjasama dengan tiga tim Italia yang berbeda. Dan saat ini memasuki bulan ke-9 penugasan kami di MCOU Unifil, kami telah bekerjasama dengan dua tim Italia yang berbeda. Pertama, bekerjasama dengan tim Italia di bawah komando Major Antonio Caragnano dan sekarang yang kedua dengan Komando Letkol Gabriel Murra. Sedangkan pada Nopember 2013 mendatang, direncanakan kami akan bekerjasama dengan tim Italia yang ketiga.
Foto bersama PDMC Section (Sara duduk kedua dari kanan)
Khusus untuk Product Development & Media Centre (PDMC) Section, salah satu unit di dalam MCOU, di mana aku dan empat orang rekanku bertugas, masa penugasan rekan kerja dari Italia yang menjadi Chief kami atau PDMC Chief sedikit berbeda dengan personel Italia lainnya. Bila lima personel Italia lainnya yang umumnya dikirim dari Esercito (Angkatan Darat Italia) Resimen 28 Pesaro, Italia masa penugasan mereka 6 bulan, akan tetapi khusus PDMC Chief ini sedikit bervariasi, ada yang lima bulan dan ada pula yang empat bulan. Untuk PDMC Chief yang pertama kami temui Major Pier Paolo De Salvo, masa penugasanya lima bulan, yang kedua OF1 Sara Mariani empat bulan dan saat ini PDMC Chief yang ketiga, OF1 Rosaria Talarico direncanakan empat bulan penugasan dan bekerjasama dengan kami di PDMC Section.
OF1 Sara Mariani
Perbedaan masa penugasan personel Italia yang mengisi jabatan PDM Chief ini dimungkinkan karena spesialisasi tugas yang harus dijalankan di seksi ini sehingga dibutuhkan orang-orang yang profesional dengan sistem kontrak kerja yang terbatas. Dan Italia mendapatkan orang-orang ini dari masyarakat umum yang berkompeten di bidangnya yakni orang yang profesional (biasanya dari kalangan akademisi atau sarjana) yang selanjutnya direkrut oleh The Italian Army untuk mengisi jabatan penting di sejumlah misi penugasan mereka, termasuk di Lebanon. Para profesional yang umumnya diterima melalui seleksi ini akan menjalani “kontrak kerja” dengan pemerintah Italia, dalam hal ini untuk bergabung dengan The Italian Army, yang kemudian dianugerahi “pangkat sementara” sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kebutuhan jabatan. Mereka ini dikenal dengan sebutan “Reserve” atau “tentara cadangan”. Pada Umumnya, setelah kontrak kerja habis dan kembali ke negaranya, maka mereka pun akan menanggalkan pangkat dan jabatan serta baju dinasnya. Dan personel inilah yang mengisi jabatan PDMC Chief di MCOU yang juga menjadi atasan langsung aku dan empat orang rekanku.

Selamat Jalan Sara
Sara Mariani dengan pangkat Officer 1 (2nd Liuteunant) atau di Indonesia Letnan Dua merupakan Chief PDMC kedua yang bekerjasama dengan kami di PDMC MCOU menggantikan PDMC Chief sebelumnya Major Pier Paolo De Salvo.
Pada April 2013 lalu, pertama kali rekan kerja Italia khususnya Major Paolo menginformasikan bahwa penggantinya seorang wanita cantik bernama Sara Mariani. Aku dan rekanku dari Indonesia tadinya sedikit kaget dengan nama tersebut, Sara Mariani!.  “ Kok seperti nama Indonesia yach! “ kata rekanku 2nd CPL Agus Hariyanto yang terkenal dengan sebutan “Ambon”. Setali tiga uang, aku juga berpikiran sama,” Betul juga Sara Mariani, seperti nama Indonesia. Bedanya mungkin kalau di Indonesia, Sara menjadi Sarah dan Mariani menjadi Mariyani, sehingga lengkapnya Sarah Mariyani” demikian aku berpikir.
Senyum Sara bersama anak-anak Lebanon
Tepat pada pertengahan April 2013, datanglah OF1 Sara Mariani di MCOU Unifil. Dengan diantar oleh Major Pier Paolo De Salvo,  OF1 Sara Mariani selanjutnya memperkenalkan diri kepada kami, khususnya anggota PDMC. Kesan pertama yang kami tangkap dari “tentara” Italia yang cantik berkacamata ini adalah seorang perempuan berkulit putih dengan kecantikan khas Italia, wajah keibuan, ramah, murah senyum dan juga pintar. Cukup sempurna bila dilihat dari wajah maupun kepribadiannya. Itupun di dukung dengan kemampuan bahasa Inggrisnya yang sangat baik dan sempurna di atas rata-rata tentara Italia, baik dari intonasi maupun perbendaharaan kata-katanya. Dan akhirnya sejak bulan tersebut, OF1 Sara Mariani pun, “memimpin” kami mengurus PDMC Section mendukung tugas-tugas pokok MCOU.
Selama bergabung dengan kami, di sela-sela waktu senggang, aku dan juga rekanku sering berdiskusi ringan “ngalor ngidul” dengannya. Mulai dari “share” tentang masalah pengalaman pribadi, keluarga, budaya, hingga makanan khas Negara masing-masing, Indonesia maupun Italia. Dari cerita ini, kami terutama aku, sedikit banyak mengetahui tentang OF 1 Sara Mariani.  Ia merupakan anak tunggal dari keluarga yang cukup berada yang lahir di Spoleto, Italia. Sebelum menjadi “reserve” di Italian Army, ia bekerja di sebuah perusahaan asing yang cukup terkenal.  Bahkan ia juga mengaku, di tahun sebelumnya, pernah mengenyam penugasan di Negara yang sama yakni, Lebanon, bergabung  dengan Markas Unifil Sector West di Shama, South Lebanon.
"Sangat enjoy bekerjasama dengan tentara Indonesia!"
Berbicara tentang kepandaiannya, jangan ditanya, pengetahuan umum dan pengalamannya tentang beberapa hal termasuk dunia militer cukup luas. Maklum saja, ia pemegang dua master di dua perguruan tinggi yang berbeda di Italia. “ Salah satunya master International Relations and Diplomacy dari University of Bologna” katanya kepadaku ketika suatu saat kami duduk satu mobil dalam perjalanan ke sebuah sekolah yang menjadi lokasi School Engagement  MCOU Unifil.
Keramahannya juga membuat kami terasa “nyaman” dan enak serta bertambah semangat dan melaksanakan tugas sehari-hari. Ia tidak pernah marah dan tersinggung apabila “diledekin” rekan-rekanku yang terkadang sedikit “konyol” dengan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, campuran Inggris-Indonesia atau bahasa Inggris murni yang terputus-putus  atau “terbata-bata”. Semuanya ditanggapi dengan mimiknya yang lucu dengan senyum kecilnya yang manis. Ia mengaku merasa sangat “enjoy” dan senang bergabung dengan kami di PDMC Section.
Sara (tengah) dalam kegiatan Engagement School
Keakraban kami di PDMC sebenarnya sedikit terganggu dengan adanya niat dari MCOU Chief Officer yang ingin “menukar” posisi OF1 Sara Mariani dari PDMC ke Chief TAA/TE (Target Audience Analysis/ Target Evaluation), seksi lain di unit MCOU Unifil. Alasannya sederhana, ia lebih dibutuhkan di pos tersebut dengan pertimbangan, kemampuan bahasa Inggrisnya yang sempurna. Akan tetapi niat ini tidak disetujuinya. Kami pun mendukungnya, “ Lebih baik ibu di sini saja. Kami lebih nyaman dan enak bekerjasama dengan ibu” demikian kata salah seorang rekanku ketika suatu saat ia meminta pendapat kepada kami tentang niat MCOU-CO tersebut. Dan akhirnya ini terkabul, ia tidak jadi bergeser ke pos lain selain di tempat kami.
Tak terasa empat bulan berlalu dengan cepat. Bulan Agustus pun tiba. Dan kami terpaksa harus berpisah. Ia harus kembali ke negaranya karena “kontraknya” habis dan untuk selanjutnya digantikan dengan seniornya 1st Liuteunant (OF1) Rosaria Talarico (seorang jurnalis kawakan dari harian La Stampa Italia yang juga bergabung dengan Italian Army dan juga memiliki pengalaman jurnalis di Lebanon).
Sara bersamaku dalam acara MCOU Party Night
Kami merasa “kehilangan” Sara Mariani. Akan tetapi kami yakin kenangan bersamanya “tidak akan hilang” dan akan selalu menjadi kenangan menarik selama penugasan kami di Lebanon.
 E scorrono nella mia mente sprazzi di vita, in questo momento dell'addio. Ricordi di tempi passati. Ricordi di te, che avrai per sempre un posto nel nostro cuore. Complimenti Sarah, e sicuro perseguire i sogni che avete vi aspirava obiettivi. Saluti alla famiglia, e non dimenticate che c'è una possibilità, venite a Indonesia.
***

1 comment:

  1. Non essere triste...
    Potrebbero essere tutti insieme ancora una volta, se dio vuole aamiin...

    ReplyDelete