![]() |
Salah satu jejeran Korimek di Soedirman Kamp, Naqoura, Lebanon |
Setelah tiba di
Soedirman Camp pada 1 Desember 2012 pagi, kami semua diantar oleh rekan-rekan
kami (yang nantinya akan kami gantikan posisinya dalam tugas-tugas Unifil di
Lebanon) ke Corimex kami. Corimek atau kalau tidak salah dalam padanan bahasa
Indonesianya “Korimek” adalah sebutan untuk bangunan yang dibuat secara knock
down berbahan busa yang dilapisi aluminium yang bisa dimanfaatkan untuk tempat
tinggal maupun perkantoran. Bentuknya segi empat memanjang dengan atap seng dan
lantai keramik. Dan tipe bangunan inilah
yang digunakan Unifil untuk membangun markas, perkantoran dan juga tempat tidur
pasukannya.
![]() |
Bentuk barisan korimek dari depan |
Korimek yang
saya tuju adalah tipe Korimek tempat tinggal yang dibangun secara paralel.
Masing-masing Korimek tempat tinggal luasnya sekitar 3,5 x 6 meter dengan
fasilitas 4 tempat tidur, 4 lemari pekaian, 4 meja kecil dan 1 AC (di waktu
musim dingin saat ini menjadi mesin penghangat atau heater). Satu jalur Korimek
terdiri dari 6 Korimek dengan satu Korimek untuk MCK (dengan fasilitas 3 toilet,
3 kamar mandi dengan shower air panas dan dingin, satu mesin cuci, dan tempat
cuci piring). Total barisan Korimek yang ada berjumlah 10 baris Korimek yang
terbagi dalam dua lajur, terpisah jalan di tengah-tengahnya dan jalan samping
kanan dan kiri Korimek. Jarak antara Korimek satu dengan Korimek lainnya
(depan-belakang) rata-rata 4 meter (biasanya dimanfaatkan untuk ruang santai
dan juga untuk menjemur pakaian). Masing-masing Korimek ditempati oleh 4
personel Satgas Garuda. Saat ini saya menempati Korimek F-1.
![]() |
Tempat tidurku yang cukup sederhana |
Selain Korimek,
di Soedirman Kamp ini juga tersedia fasilitas lapangan luas tempat pelaksanaan upacara
penting, parkir yang cukup luas. Tersedia pula tempat ibadah berupa rubb hall
yang bisa disulap menjadi Mesjid dan tempat pertemuan dengan daya tampung
mencapai 200 orang (di saat ibadah sholah Jumat, tempat ini menjadi pusat
ibadah semua prajurit Unifil yang beragama Islam). Ada pula Korimek dapur yang
cukup luas dengan ruang makan yang juga dapat menampung 100 personel dengan
tambahan fasilitas mesin penghangat (heater) plus seperangkat alat band lengkap
dengan sound systemnya.
“Tangan
Kreatif “ Tentara Indonesia
Dari beberapa
informasi yang aku peroleh, sebenarnya bentuk bangunan Korimek Unifil tidak
dibenarkan untuk diubah dan “tidak boleh” dilengkapi dengan tanaman-tanaman
yang akan membikin kesan kumuh dan jorok di setiap bangunan Korimek. Kesan ini
memang aku jumpai di beberapa Korimek milik sejumlah kontingen dari negara
lain. Di Kamp Tanzania yang merupakan Military Police Unit (MPU) untuk sektor
west Unifil misalnya yang letaknya persis di bawah Soedirman Kamp, aku tidak
menemui satu pun tanaman yang menghiasi Korimek baik di depan-belakang, samping
kiri-kanan Korimek mereka.
![]() |
Pisang Lebanon made in Indonesian Army |
Sedangkan untuk
menambah suasana hidup dan nyaman lingkungan tempat tinggal, di setiap jalan
masuk barisan Korimek dibuat taman dengan sejumlah tanaman khas Indonesia pula
ditambahi dengan sejumlah asesoris tambahan dari ban-ban bekas yang dilukis dan
ditulis dengan cukup kreatif oleh rekan-rekan kami sebelumnya. Dengan kondisi
ini, maka lingkungan Korimek menjadi tempat tinggal yang cukup asri dan bersih,
tidak gersang, tetapi cukup nyaman untuk bisa kami tempati dalam kurun waktu
sekitar 1 tahun ke depan.
Korimek
“Serbaguna”
Sebagai tempat pelepas
lelas usai melaksanakan aktifitas sehari-hari, Korimek akhirnya menjadi bagian
hidup kami di daerah penugasan. Di korimek inilah kami bisa lebih akrab dalam
suasana kekeluargaan yang saling menghargai dan menghormati dengan rekan-rekan
lain meskipun kami beda suku, agama, ras, termasuk beda satuan, Korps maupun
angkatan.
![]() |
Masak Indomie khas Indonesia |
Media yang
paling tepat untuk mengintegrasikan perbedaan itu umumnya dilakukan dengan
diskusi-diskusi kecil “ngalor-ngidul” di dalam korimek, main musik (dengan
guitar dan bekas galon minuman mineral sebagai gendangnya) serta aktifitas lain
seperti menyulap Korimek kecil kami menjadi dapur dadakan untuk masak air untuk
bikin kopi, susu maupun teh serta masak Indomie campur telur secara
bersama-sama, di saat terasa lapar di malam hari. Peralatannya? Jangan ditanya,
semua peralatan masak mulai dari tempat memasak air, memasak nasi elektrik
hingga gelas, piring dan sendok tersedia di sini yang umumnya “peninggalan”
dari rekan-rekan kami terdahulu maupun yang dibawa kami sendiri dari Indonesia
(saat ada pemeriksaan dari petugas Unifil yang bertugas menjaga kebersihan
Korimek), perlengkapan ini kami simpan di dalam gudang kontainer Satgas kami
masing-masing)
Itulah sedikit
gambaran kondisi Korimek, yang menjadi tempat tinggalku selama penugasan di
Lebanon. Aku dan juga semua rekan berharap, Korimek ini menjadi tempat yang
benar-benar nyaman sebagai pengganti tempat tinggal kami di indonesia.
***
***





Terima kaasih tulisannya. Hebat sudah mulai menulis di Blok 2013, pasti masih kenal saya y, saya bertugas di JLOC, green Hill Naqoura, 12 Maret 2012 sd 12 Maret 2013. Tetap menulis ya. Jika saya lupa tentang Lebanon, saya tinggal melihat blog nya., Mayor Nani Disdikal
ReplyDeleteSiap Mayor. Tetap masih ingat. Salam Garuda!
ReplyDelete