![]() |
Pemandangan di salah satu kawasan Lebanon |
Melihat kondisi Lebanon yang sebagian besar berupa dataran yang didominasi oleh bebatuan, aku benar-benar bersyukur kepada Tuhan YME yang menjadikan aku, keluargaku hidup di Indonesia. Jauh sekali perbedaannya dengan tanah air tercinta yang bernama Indonesia. Memang tidak salah lirik sebuah lagu dari grup musik legendaris Koes Plus yang menggambarkan kesuburan tanah Indonesia, “ …… ikan dan jala cukup menghidupi dirimu. Orang bilang tanah kita, tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman …… “.
![]() |
Sebagian besar dataran Lebanon yang berbatu |
Sekilas
Tentang Lebanon
Lebanon adalah sebuah negara berbentuk republik di
Timur Tengah, sepanjang Laut Tengah dengan total luas 10.452 km2 dengan 1,6 %
terdiri dari lautan,. Negara kecil ini berbatasan di barat dengan Laut Tengah
(garis pantai sepanjang: 225 kilometer) dan di timur dengan Depresi
Suriah-Afrika. Lebanon berbatasan dengan Suriah sepanjang 375 km di utara dan
di timur; dengan Israel sepanjang 79 km di selatan. Perbatasan dengan Israel
telah disetujui oleh PBB (lihat Garis Biru (Lebanon), meskipun sebongkah tanah
kecil disebut Shebaa Farms yang terletak di dataran tinggi Golan diklaim oleh
Lebanon namun diduduki oleh Israel, yang mengklaim bahwa tempat itu merupakan
tanah Siria. PBB telah mengumumkan secara resmi bahwa wilayah ini bukan
merupakan milik Lebanon, namun pejuang Lebanon kadangkala melancarkan serangan
terhadap orang Israel yang berada di dalamnya.
![]() |
Bendera Lebanon |
Nama Lebanon ("Lubnān" dalam bahasa Arab
standar; "Lebnan" atau "Lebnèn" dalam dialek setempat)
berasal dari akar bahasa Semit "LBN", yang terkait dengan sejumlah
makna yang berhubungan erat dalam berbagai bahasa, seperti misalya putih dan
susu. Ini dianggap sebagai rujukan kepada Gunung Lebanon yang berpuncak salju.
Nama ini muncul dalam tiga dari 12 lempengan Epos Gilgames (2900 SM), teks
perpustakaan Ebla (2400 SM), dan Alkitab. Kata Lebanon juga disebutkan 71 dalam
Perjanjian Lama.
Sebelum Perang Saudara Lebanon (1975-1990), negara
ini menikmati ketenangan dan kemakmuran yang relatif, didorong oleh sektor
pariwisata, pertanian, dan perbankan dalam ekonominya. Lebanon dianggap sebagai
ibukota perbankan di dunia Arab dan umumnya dianggap sebagai "Swiss di
Timur Tengah" Karena kekuatan finansialnya, Lebanon juga menarik banyak
sekali wisatawan, hingga ibukotanya, Beirut, dirujuk oleh banyak orang sebagai
"Parisnya Timur Tengah."
Usai perang, ada banyak upaya untuk menghidupkan
kembali perekonomian Lebanon dengan membangun kembali infrastruktur
nasionalnya. Pada awal 2006, stabilitas yang cukup besar telah tercapai di
hampir seluruh negeri, rekonstruksi Beirut hampir selesai, dan semakin banyak
wisatawan asing yang datang ke resort-resort Lebanon. Namun, Perang Lebanon
2006 menimbulkan korban sipil dan militer, kerusakan hebat pada infrastruktur
sipil, dan pengungsian besar-besaran dari 12 Juli 2006 hingga gencatan senjata
diberlakukan pada 14 Agustus 2006. Pada September 2006, pemerintah Lebanon
telah memberlakukan rencana pemulihan awal yang ditujukan untuk membangun
kembali properti yang dihancurkan oleh serangan-serangan Israel di Beirut,
Tirus, dan desa-desa lainnya di Lebanon selatan.
Lebanon dibagi menjadi enam kegubernuran
(mohaafazaat, bahasa Arab محافظات —tunggal mohafazah, bahasa Arab محافظة) yang
lebih lanjut dibagi ke dalam 25 distrik (aqdya—tunggal: qadaa). Distrik-distrik
ini sendiri juga dibagi ke dalam sejumlah munisipal, masing-masing mencakup
sekelompok kota atau desa.
Etnik dan Agama
Lebanon
terdiri dari beragam grup etnik dan agama yakni Islam, Syi'ah, Druze, Katolik,
Maronit, Ortodoks Yunani, Kristen (Koptik), dan lainnya. Secara umum, 55%
beragama Islam dengan komposisi (Shia 30-33%, Sunni 18-23%, Druze:
3-5% dan Alawite 1.5%) dan Kristen 45% (Maronite 25-27%, Orthodox 8-10% dan
Katolik 4%).
Selain itu, tercatat ada kelompok minoritas kecil Yahudi
yang tinggal di Beirut pusat, Byblos, dan Bhamdoun. Lebanon juga mempunyai
sebuah komunitas kecil (kurang dari 1%) Kurdi (juga dikenal sebagai Mhallami
atau Mardinli) yang umumnya bermigrasi dari Suriah timur laut dan Turki
tenggara, diperkirakan jumlahnya antara 75.000 hingga 100.000 orang, yang
termasuk dalam kelompok Sunni. Dalam tahun-tahun belakangan ini mereka
memperoleh kewarganegaraan Lebanon sehingga menguntungkan kelompok Muslim dan
Sunni khususnya. Selain itu, ada pula ribuan suku Beduin Arab di Bekaa dan di
wilayah Wadi Khaled, yang kesemuanya tergolong Sunni, yang juga mendapatkan
kewarganegaraan Lebanon. Ada sekitar 15 juta orang keturunan Lebanon, terutama
Kristen, menyebar di seluruh dunia yang terbanyak adalah di Brasil. Argentina,
Australia, Kanada, Kolombia, Perancis, Britania Raya, Meksiko, Venezuela dan
Amerika Serikat juga memiliki komunitas Lebanon yang besar. Sedangkan ada
sekitar 394.532 pengungsi Palestina telah terdaftar di Lebanon pada United
Nations Relief and Works Agency (UNRWA) sejak 1948.
Pembagian
Jabatan
Lebanon adalah sebuah republik demokratis
parlementer, yang memberlakukan sebuah sistem khusus yang dikenal sebagai
konfesionalisme. Sistem ini, yang dimaksudkan untuk menjamin bahwa konflik
sektarian akan dapat dihindari, berupaya untuk secara adil mewakili distribusi
demografis aliran-aliran keagamaan dalam pemerintahan. Karena itu, jabatan-jabatan
tinggi dalam pemerintahan disediakan untuk anggota-anggota kelompok-kelompok
keagamaan tertentu. Misalnya, Presiden Lebanon, haruslah seorang Kristen
Katolik Maronit, Perdana Menteri seorang Muslim Sunni, Wakil Perdana Menteri
seorang Kristen Ortodoks, dan Ketua Parlemen seorang Muslim Syi'ah. Pembagian ini merupakan hasil dari
persetujuan tidak tertulis tahun 1943 antara Presiden (Maronit) dan Perdana
Menteri waktu itu (Sunni) dan baru diformalkan dengan konstitusi pada tahun
1990. Kecenderungan ini berlanjut dalam distribusi ke-128 kursi parlemen yang
dibagi dua antara Muslim dan Kristen. Sebelum 1990, rasionya adalah 6:5, yang
menguntungkan orang Kristen. Namun, Persetujuan Taif, yang mengakhiri perang
saudara 1975-1990, menyesuaikan rasio itu untuk memberikan representasi yang
sama bagi para pemeluk dari kedua agama tersebut.
Demikian sekilas tentang Lebanon yang menjadi daerah
penugasanku selama satu tahun ke depan. Semoga aku dapat “betah “ hidup di
negara “gersang” dan “menikmati” tugas perdamaian yang dipercayakan bangsa dan
negara dengan hanya satu kata “sukses, aman dan selamat hingga kembali ke tanah
air”. Amin.



menarik
ReplyDeleteBermanafaat
ReplyDeleteTerima kasih Kapten. Salam untuk rekan2 dari TDM
ReplyDelete