Sunday, February 17, 2013

Catatan ke-22: Melepas Kerinduan Keluarga dengan “Skype”


"Skype" media pelepas kerinduan keluarga


 Keluarga bagi seorang prajurit TNI merupakan faktor yang sangat penting. Apalagi bila si prajurit sedang melaksanakan tugas yang lumayan jauh semisal tergabung dalam penugasan luar negeri. Dalam kondisi ini maka untuk menjalin komunikasi dengan keluarga, umumnya para prajurit TNI ini memanfaatkan sarana komunikasi yang ada seperti lewat Hand Phone (via BBM) atau fasilitas lain yang dapat mendukung terjadinya komunikasi antara prajurit dan keluarganya di tanah air.

Berskype sambil menyetrika baju

Salah satu media komunikasi yang paling sering digunakan prajurit TNI di daerah penugasan Lebanon adalah dengan menggunakan “skype”. Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (Peer to Peer). Program ini merupakan program bebas yang dapat diunduh (didownload secara gratis) dan dibuat dengan tujuan untuk menyediakan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna skype dapat berbicara dengan pengguna skype lainnya dengan gratis alias tidak dipungut beaya, menghubungi telepon tradisional dengan beaya (skyput), menerima panggilan dari telepon tradisional (skypeln) dan menerima pesan suara. Aktifitas ini dapat didapatkan secara gratis (untuk semua pengguna skype) dan berbayar bila skype digunakan untuk menelepon ke pesawat telepon genggam. Komunikasi ini bisa dilangsungkan antar pengguna (dua orang) sampai dengan lima orang sekaligus. Keuntungan lain dari program skype ini adalah penggunaannya yang mudah. Untuk pengguna yang telah biasa menggunakan pengiriman-penerima pesan instan internet, perangkat lunak skype akan dirasakan lebih mudah. Pengguna hanya diharuskan untuk memiliki komputer dengan spesifikasi teknis tertentu, headset yang memiliki mike dan speaker serta sambungan internet. Kualitas yang  lebih baik dibandingkan dengan Voip pendahulunya. Kegunaan dasar pembicaraan telepon melalui komputer di manapun pengguna berada (dengan koneksi internet secara gratis).

Tampilan halaman skype di Notebook

Untuk bisa akses internet, sebagian besar kami menggunakan jasa Wifi yang merupakan kependekan dari Wireless Fidelity yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Awalnya Wi-Fi ini ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat. Wifi yang kami gunakan  saat ini merupakan bagian dari jaringan Alfa dengan beaya akses per bulannya sebesar 40 dolar. Beaya ini biasanya ditanggung secara bersama untuk satu korimek (4-5 orang).
Dengan kemudahan dan kelebihan yang ditawarkan Skype maka pada akhirnya skype ini jugalah yang menjadi salah satu media pelipur lara bagi sebagian besar prajurit yang kini bertugas di Lebanon (termasuk juga penulis). Dengan skype ini, kita bisa “chat video” secara bebas dengan keluarga di tanah air, tanpa khawatir diganggu orang lain (setingannya disesuaikan, misalnya hanya untuk kontak tertentu saja seperti keluarga yang dapat kita ubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan).
Problem utama komunikasi dengan keluarga di tanah air dengan menggunakan skype ini adalah, masalah waktu yang harus menyesuaikan dengan kondisi kerja. Aku dan rekan-rekan di Korimek, hanya bisa melakukan komunikasi dengan keluarga pada jam-jam tertentu seperti pagi jam enam pagi hingga jam tujuh. Selanjutnya saat istirahat siang jam setengah satu hingga jam setengah dua. Sedangkan saat pulang kerja sekitar jam enam, aktifitas berskype dengan keluarga ini tidak bisa terlaksana, karena kondisi di tanah air yang jelas sudah malam sekitar jam dua belas malam (disebabkan perbedaan zona waktu yang berbeda antara Jakarta (GMT+2) dengan waktu Lebanon, Beirut (GMT+7). Meskipun pada saat-saat tertentu seperti hari libur, kegiatan ini bisa terlaksana dengan melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan keluarga yang ada di tanah air.
Keluargaku di Indonesia
Beberapa hal yang menarik dari aktifitas berskype ria dengan keluarga ini adalah ketika semua orang yang ada di satu korimek melaksanakan aktifitas skype secara bersamaan. Bisa dibayangkan, bagaimana ramainya suasana korimek apabila semua penghuni berbicara dengan keluarganya masing-masing. Ada yang sedang bercengkerama dengan pacarnya (bagi rekan yang belum berkeluarga atau masih bujangan), ada yang sedang menasehati anaknya yang kelewat bandel setelah ditinggal tugas oleh bapaknya, ada yang pusing memikirkan anaknya yang sedang sakit hingga  ada pula yang berkomunikasi tentang hal-hal kecil sesuai dengan kepentingan si prajurit masing-masing.
Bagiku sendiri, skype ini merupakan jembatan komunikasi yang sangat bermanfaat untuk mengisi waktu senggang dan juga sebagai sarana untuk melepas kejenuhan dan kerinduan dengan keluarga yang ada di tanah air. Lewat skype ini aku bisa bertukar informasi, bersenda gurau dengan keluarga,  serta juga sebagai sarana “kendali” untuk membina keharmonisan keluarga. Bahkan dalam beberapa kesempatan lewat skype ini, aku dapat secara langsung membantu anakku sulung (Talita Tsabitah Syafanti-9 th) mengerjakan PR sekolahnya serta juga membantu si kecil yang lucu, Vio Sandya Yoghama (3,9 th) menggambar beberapa gambar kesukaannya.
***

No comments:

Post a Comment