Tuesday, February 26, 2013

Catatan ke-24 : Menyanyikan “Indonesia Raya” di Depan Anak-Anak Lebanon


Foto bersama sebelum melaksanakan kunjungan

   Bagi setiap prajurit TNI, menyanyikan Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” merupakan sesuatu yang sudah “biasa” karena dalam kesehariannya beraktifitas terkadang sering bersentuhan dengan lagu dengan pasangan idealnya yakni bendera merah putih. Namun menyanyikannya di depan anak-anak, terutama anak-anak di daerah penugasan di Lebanon Selatan, merupakan suatu kejadian langka. Dan kejadian menarik inilah yang aku alami saat melakukan kunjungan ke sekolah negeri di sebuah desa kecil bernama Jumayjmah, yang letaknya sekitar 45 menit perjalanan dari markas kami, MCOU Unifil, Naqoura, South Lebanon.
Desa yang dalam pandangan misi penugasan kami diberi kode Victor-19 (V-19) ini menjadi salah satu sasaran kunjungan kami di minggu terakhir bulan Januari 2013 lalu, tepatnya pada Kamis, 31 Januari 2013. Tujuan kami datang ke desa ini adalah untuk memenuhi permintaan sang Kepala Desa yang seminggu sebelumnya telah kami kunjungi yang intinya kami diharap untuk sekali-kali menengok dan mengunjungi kondisi sekolah yang ada di desa tersebut (Perlu diketahui kami memiliki sebuah tim kecil yang dikenal dengan sebutan Tim Tactical Outreach yang  memiliki tugas khusus menyampaikan “pesan-pesan perdamaian” secara face to face kepada warga di mana umumnya target auidence kami adalah local leader atau local people. Pada saat-saat tertentu tim kecil ini juga melakukan school engagement untuk menyampaikan pesan-pesan yang sama kepada generasi muda Lebanon).
Seperti kegiatan School engagement ke beberapa sekolah sebelumnya, bekal kami dalam melakukan aktifitas school engagement ke Jumayjmah adalah seperangkat buku dan alat-alat tulis yang nantinya akan kami bagikan kepada pelajar SD Negeri Jumayjmah. Pada awalnya pihak sekolah menginformasikan jumlah siswa yang akan kami kunjungi ini berjumlah 50 orang anak. Tetapi sehari sebelum kunjungan, pihak sekolah meralatnya menjadi 75 siswa dengan alasan ada sekoah lain yang ingin ikut bergabung. Dengan perubahan informasi tersebut maka akhirnya kami menyiapkan 85 set souvenir yang masing-masing terdiri dari buku tulis, pensil warna, cat air dan penghapus.
Demikianlah setelah semua peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa ke Jumayjmah termasuk sang mangkot Mr. Blue Barrel lengkap dan sudah dimasukkan ke bagasi dua mobil, kami langsung bergerak menuju Jumayjmah menyusuri jalanan berliku yang penuh perbukitan khas Lebanon.

Menyanyikan "Indonesia Raya"

Setelah tiba di lokasi, bertemu dan mengobrol dengan Direktur Sekolah yang didampingi sang Kepala Desa serta Dewan Guru, saat itu kami pun langsung menjalankan amanat Unifil untuk mengenalkan hal-hal kecil terkait dengan Unifil maupun pemahaman tentang Blue Barrel dan Blue Line (garis maya di peta yang menunjukkan perbatasan Lebanon Israel).

Berbincang dengan anak-anak

Untuk menghidupkan suasana, sebelum acara, aku mendekati  Mrs. Nisrine Matta, Language Assistant (LA) kami untuk meminta anak-anak menyanyikan sebuah lagu khas Lebanon. Nisrine setuju dan langsung disampaikan kepada kepada anak-anak dengan menggunakan bahasa Arab yang kurang aku mengerti. Hasilnya mereka kemudian secara bersama-sama berdiri dari tempat duduknya dan langsung menyanyikan lagu kebangsaan Lebanon. Usai mereka menyanyikan lagu khas Lebanon, mereka ternyata mendaulat kami untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Permintaan ini disampaikan Nisrine kepada Perwira tertua kami yang juga menjabat sebagai Tcot A Leader Kapten Inf Fakhrul. Setelah berkoordinasi kami akhirnya setuju. Dan sesaat kemudian kami bertiga, Kapten Fakrul, Lettu Nofry dan aku sendiri berdiri di depan anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suara kami cukup lantang apalagi di dukung suara dari rekan-rekan kami yang lain yakni Lettu Inf Purwoko, Serda Mes Suprapto, Praka Agus Haryanto dan Prada Susiswanto yang berdiri di belakang anak-anak. Suasana aula di SD Jumayjmah seakan pecah dan bergetar ketika diterpa nyanyian “Indonesia Raya”. Berulangkali anak-anak bertepuk tangan mendengar nyanyian kami yang aku tahu persis mereka sendiri bingung apa artinya?. Meski demikian aku yakin, paling tidak sudah tertanam nama “Indonesia” di hati anak-anak Lebanon ini.

Alma Yang Jadi Rebutan

Setelah acara pokok School Engagement sesuai pedoman baku penugasan disampaikan dengan lugas dan lancar oleh Kapten Inf Fakhrul, acara selanjutnya berupa pembagian “souvenir” berupa buku dan alat-alat tulis serta ditutup dengan acara foto bersama. Satu kejadian menarik saat acara foto bersama adalah adanya keinginan sebagian besar dari kami untuk foto bersama dengan anak-anak kecil Lebanon yang dalam pandangan kami lucu-lucu dan menggemaskan.
Saat itu di antara puluhan murid SD Jumayjmah, ada seorang gadis kecil mungil berambut panjang dengan wajah khas Lebanon yang sangat menarik perhatian kami. Sebut saja namanya Alma. Usianya sekitar 6 tahun. Ia murid kelas pertama di sekolah tersebut. Saat itu ia duduk di deretan kursi pertama. Sebelum acara foto bersama, rekan-rekanku sudah saling berbisik mau berfoto bersama dengan gadis kecil yang murah senyum tersebut. Dan pada akhirnya memang menjadi kenyataan, selain berfoto bersama dengan anak-anak yang lain, enam orang di antara kami meminta “tukang jepret” untuk mengabadikan foto bersama dengannya (bahkan aku sendiri ikut-ikutan). Saat itu aku yakin, Alma pasti kebingungan melayani permintaan kami untuk berfoto bersama. Ia hanya menurut dan hanya bisa tersenyum kecil setiap kali kami minta foto.

Anak siapa ayo?!!!

Foto bersama dengan obyek yang menarik merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilewatkan, apalagi kalau obyek tersebut sesuatu yang jarang ditemui dalam kesehariannya. Demikian pula dengan kami personel Satgas Garuda XXX-C MCOU 2012-2013, hampir di setiap kesempatan bila  menjumpai obyek foto yang dianggap menarik, langka dan sulit untuk terulang kembali di kesempatan lain, foto lah yang akhirnya menjadi salah satu media paling tepat untuk mengabadikan moment tersebut. Dan inilah yang mungkin menjadi “pembenar” bagi kami untuk sekedar meminta foto dengan satu obyek yang sama seperti dengan si Alma, gadis kecil manis asli Lebanon ini.

No comments:

Post a Comment