Sunday, January 6, 2013

Catatan ke-10 : Apa itu MCOU?


Salah satu tugas MCOU dalam menyampaikan pesan perdamaian ke warga Lebanon

          Seperti halnya masyarakat dan juga sebagian besar prajurit TNI, awalnya aku sendiri tidak tahu apa sih itu Satgas MCOU Unifil di Lebanon beserta tugas-tugasnya. Setelah searching di internet (meski informasinya sangat terbatas) dan kini berada di dalamnya langsung, aku baru tahu persis, apa sih MCOU itu.
Agar gambaran tentang MCOU tidak terpotong maka sebelum melangkah tentang tugas dan fungsi MCOU Unifil di mana aku berada di dalamnya, ada baiknya aku kasih prolog gambaran  awal terbentuknya unit kecil di Unifil yang diberi nama MCOU itu. Seperti kita ketahui       konflik yang berkepanjangan di wilayah Lebanon melahirkan beberapa Resolusi Dewan Keamanan PBB  diantaranya tahun 2004 lahir United Nation Security Council Resolution (UNSCR) bernomor 1559. Dalam Resolusi ini disepakati untuk mengakhiri konflik dengan melucuti senjata  yang berada di milisi-milisi dan menarik mundur pasukan Israel dari wilayah Lebanon. Berikutnya karena konflik tetap tidak bisa dihentikan, untuk kedua kalinya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi. Resolusi kedua ini dikeluarkan pada  tahun 2006 (UNSCR 1701). Untuk menjaga proses perdamaian di wilayah Lebanon maka PBB memberikan kuasa kepada UNIFIL (United Nation Interim Force in Lebanon), untuk menjalankan Mandat UNSCR 1701.

Area Operasi Unifil di Lebanon

Dalam melaksanakan tugasnya, UNIFIL sangat berperan aktif dalam membantu masyarakat Lebanon baik dalam bidang sosial kesejahteraan dan keamanan nasional. Wujud bantuan tersebut adalah dengan membangun beberapa fasilitas umum seperti penyediaan generator listrik, pipa irigasi, gedung sekolah, perbaikan jalan dan lain sebagainya. Disamping itu dalam bidang keamanan dilaksanakan latihan bersama antara pasukan UNIFIL dengan LAF (Lebanese Armed Forces) dalam rangka untuk mewujudkan LAF sebagai komponen utama dalam bidang pertahanan dan keamanan negara seperti yang tertuang dalam Resolusi Dewan Kemanan PBB 1701 (UNSCR 1701).
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peran dan tugas serta efektifitas kegiatan pasukan PBB di wilayah operasi Lebanon Selatan, maka Unifil membutuhkan informasi  akurat yang berkaitan tentang persepsi dan penilaian masyarakat terhadap UNIFIL, agar dapat dilakukan tindakan atau upaya didalam menindaklanjuti persepsi dan penilaian tersebut   melalui kegiatan propaganda. Untuk merealisasikannya, Unifil akhirnya membentuk suatu unit kecil yang bertugas mencari informasi tingkat persepsi dan penilaian masyarakat serta melakukan propaganda terhadap peran UNIFIL. Satuan kecil ini selanjutnya dikenal dengan  sebutan MCOU (Military Community Outreach Unit). Dalam prakteknya, satuan ini harus mampu melaksanakan interaksi dengan masyarakat dengan melakukan komunikasi langsung terhadap masyarakat atau yang dikenal dengan istilah “Outreach” atau yang biasa dikenal “komunikasi tatap muka (face to face communication)”.
Secara umum tugas pokok MCOU (Military Community Outreach Unit) adalah melaksanakan kegiatan interaksi dengan masyarakat melalui komunikasi tatap muka (face to face communication) yang bertujuan untuk mempengaruhi dan membentuk persepsi, tingkah laku dan kebiasaan-kebiasaan tertentu masyarakat dan sasaran komunikan/TAs (Target Audiences) yang telah ditentukan dalam rangka   membantu tugas-tugas UNIFIL untuk menerapkan UNSCR 1701, khususnya dalam hal meningkatkan peran LAF sebagai komponen utama dalam keamanan serta efektifitas keberadaan UNIFIL.
Penjabaran dari tugas pokok tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan penilaian terhadap sasaran Target Auidiences (TAs-yakni Masyarakat Lebanon, Tokoh masyarakat dan tokoh agama) dan menganalisa mengenai sikap, keyakinan, kerentanan, dan kerawanan yang berkembang. Disamping itu memantau laporan-laporan intelijen dan masukan-masukan dari unit yang lain yang mendukung tugas pokok MCOU seperti laporan dari J2 (yang membidangi informasi) dan OGL (Observer Group Lebanon). Selain itu   untuk menambah dan melengkapi informasi yang didapat, juga melakukan penilaian terhadap media lokal dan internasional yang berhubungan dengan komunikan / TAs sehingga dapat teridentifikasi sikap, tingkah laku dan persepsi yang berkembang.  Dalam melakukan kegiatan penilaian terhadap TAs yang dilakukan melalui sarana komunikasi tatap muka, ada beberapa indikator dalam menentukan tingkat persepsi dalam masyarakat.  Adapun indikator tersebut terangkum dalam beberapa hal-hal pokok (Talking Points) yang harus dikomunikasikan kepada sasaran/TAs/masyarakat, yaitu peran UNIFIL dalam bidang keamanan dan penyedia bantuan kemasyarakatan, sosialisasi pemahaman Blue Lines/Withdrawal Lines, pemahaman UNSCR 1701, serata kerjasama UNIFIL-LAF untuk mewujudkan LAF yang mandiri dan menjadi komponen utama dalam pertahanan dan keamanan Negara.  Adapun bagian unit dari MCOU yang bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas dilapangan untuk mengambil data persepsi dan melaksanakan propaganda adalah TCOT (Tactical Community Outreach Team).

Kantor MCOU di Naqoura, Lebanon

 Dalam pelaksanaan tugasnya, MCOU harus dapat mencakup seluruh  daerah operasi Lebanon Selatan.  Dimana daerah operasi tersebut dibagi dalam dua sector, yaitu Sektor Barat (Sector West) dan Sektor Timur (Sector East).  Dihadapkan dengan keterbatasan jumlah personel serta efisiensi dan efektifitas kerja, maka dilaksanakan pembagian tugas dan tanggungjawab terhadap personel yang tergabung dalam TCOT (Tactical Community Outreach Team).  Untuk wilayah Sektor Barat tugas dan tanggungjawab diserahkan kepada ITA-TCOT (personel TCOT dari Italia) yang berkedudukan di Naqoura bergabung dengan Markas komando MCOU, sedangkan untuk tugas dan tanggung jawab di Sektor Timur diserahkan kepada INDO-TCOT (personel TCOT dari Indonesia).  Masing-masing TCOT bertanggungjawab untuk melaksanakan assessment terhadap sasaran yang berada di wilayahnya. Dimana setiap harinya hasil assessment mereka dilaporkan ke Markas Komando MCOU dan selanjutnya akan dianalisa sebagai bahan laporan dan masukan bagi komando atasan (Force Commander) selaku penanggungjawab dan pimpinan tertinggi pelaksanaan Integrated Outreach Operation. 
Dari gambaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa tugas pokok MCOU adalah bagaimana mengetahui dan menilai serta membentuk persepsi, tingkah laku dan kebiasaan masyarakat agar mereka mengetahui, memahami serta menerima kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dibawah UNIFIL sesuai dengan Mandat Resolusi dewan Keamanan PBB 1701 (UNSCR 1701). Sehingga dapat tercipta stabilisasi di wilayah Lebanon Selatan dan mengedepankan LAF (Lebanese Armed Forces) sebagai komponen utama dalam pertahanan dan keamanan Negara. Dalam melaksanakan tugasnya ini, MCOU menerapkan cara yang paling tepat melalui tatap muka dan cetak produk, berupa audio / video maupun produk lain yang dapat diterima masyarakat.
Organisasi MCOU dibagi dalam 4 unit  yaitu Ops/ Plan, Target Audience Analysis (TAA)/ Test & Evaluation (TE), Produk Development Media Centre  (PDMC) dan Tactical Community Outreach (TCOt).  Saat ini MCOU dibawah pimpinan seorang Mayor dari Italia dan wakilnya dari Indonesia dengan komposisi personel, Indonesia 18 personel, Italia 6 personel dan 6 civilian Language Assistant (LA) dari Lebanon. Untuk Indonesia, MCOU ini merupakan penugasan ketiga (yang pertama Satgas MCOU Konga XXX-A, kedua XXX-B dan saat ini MCOU XXX-C).
Khusus untuk Indonesia, kedelapan belas personel tersebut adalah Letkol Inf Mohammad Ilyas (Dansatgas- MCOU/ Deputy Chief Officer), Kapten Inf Roy Fakhrul Rozi (TCOT B Leader), Lettu Inf Medwin Sangkakala (TAA/TE Deputy Chief),  Lettu Inf Nofry Albert Pratasik (TCOT B), Lettu Inf Purwoko (Chief Ops Plan), Lettu Inf Rully Khaerul Basyar (Curops So), Letda Chb Basuki  (TE Specialist), Letda Inf Zulhamsah Siregar (Plans So), Serma Ibnu Mahmuji (Vehicles Mechanic), Serka Sumarlin Nasution (Senwo), Serka Mar M.Syafrudin, SH, MH (Deputy Print), Sertu Hendra Kusuma (TCot B Driver), Sertu Wahidin Sutanto (Print Operator), Serda Nieckson (Audio Video Operator), Serda Mes Suprapto (Audio Video Operator), Praka Agus Haryanto (Tcot B Driver), Prada Susiswanto (DCO Driver) dan Prada Fitriansyah (Print Operator Assistant).
18

18 Personel Satgas MCOU XXX-C


7 comments:

  1. mcou mantap surantap gagah bener euh...

    ReplyDelete
  2. mantaaap !!! Bagaimana kabarnya ?

    ReplyDelete
  3. Salam kenal pak M Syafrudin. Terimakasih sebelumnya, karena blog bapak sangat membantu saya untuk mengingat nama-nama tempat di Lebanon. Tahun 2010 saya sempat tinggal berpindah-pindah di markas FHSQ, Indobatt untuk kegiatan jurnalistik saya. Nah ini kantor sedang membuat buku tentang cerita kami sebagai wartawan saat meliput kegiatan. Salam kenal. Agung. GARUDA

    ReplyDelete
  4. Suami saya bulan dpn juga berangkat ke lebanon. Tergabung juga di MCOU. Senwo tugasnya apa ya pak ??

    ReplyDelete