Sunday, January 6, 2013

Catatan ke-14 : Jihad yang Bangga dengan Garuda!

Jihad (kanan) yang bangga dengan Garuda Indonesia


Burung Garuda sebagai lambang negara Republik Indonesia, dengan bentangan sayap, bulu dan ekornya bila dihitung jumlahnya melambangkan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, merupakan lambang yang cukup terkenal di kalangan tentara Unifil. Oleh karena itu kami mendapat julukan pasukan garuda, di mana setiap mereka berjumpa dengan kami di beberapa kesempatan mereka menyapa kami dengan kata-kata singkat, “ Garuda!”.
Sebutan Garuda yang menjadi “branch” kontingen Indonesia, ternyata bukan hanya populer di kalangan Unifil. Sebutan ini populer juga di sebagian warga Lebanon. Dalam catatan kecil ini, saya sebutkan salah satunya, yakni Jihad. Ia adalah pemuda Lebanon pemeluk Islam yang taat menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran “yang benar” (menurut keterangannya sebagian besar warga Islam di Lebanon Selatan ini termasuk kategori slam yang tak pernah menjalankan ibadah sembahyang}. Pemuda ganteng berperawakan sedang dengan kumis dan cambang tipis khas pemuda timur tengah ini adalah “penunggu” sebuah warung kelontong, sekitar 2 kilometer dari markas kami di Kamp Soedirman, Naqoura, Lebanon Selatan.

Jihad dengan kedua rekanku di depan tokonya

Menurut pemuda yang setahun lagi akan menyelesaikan studinya di fakultas kedokteran salah satu Universitas terkenal di Beirut, Lebanon ini, Garuda merupakan sebuah kata-kata yang tidak asing bagi dirinya. “ Saya suka garuda! Saya …. suka Indonesia!” kata Jihad dengan bahasa Indonesia yang sedikitr terbata-bata ketika pada akhir Desember 2012 lalu, aku mampir ke tokonya.  Kenapa anda suka garuda dan Indonesia, tanyaku penasaran. “ Garuda yes… indonesia yes!” katanya sambil mengangkat jari jempol kanannya. Karena bahasa Indonesia yang masih terbata-bata, aku meminta dia untuk bercerita dalam bahasa Inggris. “I am verry proud of the Indonesian Contingent, because of their many friendly-friendly. Every time they come here, into my store, they tell a lot of about Indonesia. I like them. They are, include your, very  friendly with people like me. I love Indonesia “ (Saya bangga dengan kontingen Indonesia karena mereka banyak yang ramah-ramah. Setiap kali mereka datang ke toko saya ini, mereka bercerita banyak tentang indonesia. Saya suka mereka. Mereka termasuk anda, sangat bersahabat dengan warga seperti saya). Demikian kata Jihad dengan bahasa Inggris yang cukup lancar yang hingga kini masih aku ingat.
“Can you see the writing on the Unifil concrete wall?  tanyanya tiba-tiba sembari tangannya menunjuk dinding beton milik Unifil yang membentang kuat di seberang jalan persis di depan tokonya. Aku mengangguk. Saat itu juga aku kaget, di dinding beton tersebut tertulis dengan jelas (menggunakan cat pilox) sebuah kata “ Garuda”. “ I'm writer that word, Garuda!  You know, one day, a UNIFIL official from Spain, the rank is colonel reprimanded me to delete the text. I do not want to. I told  him. The text should not be in the clear because I love Indonesia” (sayalah yang menulis kata Garuda itu. Anda tahu dengan tulisan tersebut, suatu saat datang seorang pejabat Unifil dari Spanyol berpangkat Kolonel menegur saya untuk menghapus tulisan tersebut. Saya tidak mau. saya katakan kepadanya. Tidak boleh tulisan tersebut dihapus karena saya suka Indonesia).
Hebat, dari jarak yang cukup jauh ribuan kilometer, terpisah oleh lautan, dataran, pegunungan dan lembah yang terbentang luas dari Jakarta-Lebaon, ada seorang warga asli Lebanon yang “benar-benar “ cinta dan suka Indonesia dengan sebutan “Garuda” nya. Bagaimana dengan pemuda di tanah air? Jawabannya ada pada diri sang pemuda itu sendiri.

6 comments:

  1. mantap surantap bro

    ReplyDelete
  2. Very good, Indonesia, Garuda! I Like it

    ReplyDelete
  3. Semoga semakin banyak "jihad-jihad" di Indonesia yang bangga dan cinta dengan "GARUDA" nya. Salam Garuda !

    -Lt Jangkung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tks atensinya Dan. Memang itulah yang kita harapkan dalam penugasan di Lebanon yang dapat dijadikan cermin "perebutan hati" masyarakat yang cukup berhasil dan sukses.

      Delete